Musik

TuneCore Buka Ekosistem Penuh Cuan untuk Musisi

Andrew FrancoisAndrew Francois - Kamis, 30 Juni 2022
TuneCore Buka Ekosistem Penuh Cuan untuk Musisi

TuneCore ingin hadirkan ekosistem tanpa batas bagi musisi. (Foto: TuneCore)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TUNECORE, distributor musik digital independen, mengumumkan perubahan penting dalam praktek bisnisnya. Paket harga baru untuk rilisan tak terbatas dari label atau artis yang ingin bekerjasama dengan mereka.

Sebelumnya, TuneCrore dikenal luas sebagai perusahaan yang mempermudah akses distribusi musik untuk para musisi independen di seluruh penjuru dunia. Salah satu inovasi revolusionernya adalah biaya tetap untuk masing-masing rilisan yang dikenakan pada musisi dalam kurun waktu tertentu.

Menanggapi tren musik yang berubah seiring perkembangan zaman. TuneCore melihat adanya pergeseran pada budaya menciptakan musik. Musisi yang tadinya membuat beberapa EP atau satu album penuh dalam setahun, kini menjadi lebih sering merilis single dan teratur mengulang proses tersebut.

Baca juga:

Spotify Umumkan Musisi 'Rising Star' Indonesia

Cyrus Chen, Head of TuneCore untuk regional Asia Tenggara. (Foto: TuneCore)

Tentu langkah itu kerap dilakukan musisi agar namanya kian dikenal dan semakin eksis di industri musik. TuneCore merespon dengan strategi bisnis baru. Program TuneCore's Unlimited pun diluncurkan untuk memfasilitasi kreativitas tak terbatas para musisi.

Kini musisi bisa dengan konstan dan lebih mudah mengakses TuneCore sekaligus memegang kendali dalam merilis sebanyak mungkin single dan album tanpa harus khawatir dihantui biaya yang membengkak.

Ada beberapa paket dalam program baru itu. Misalnya paling dasar, paket gratis, memberikan kemudahan bagi musisi untuk memasukkan musik mereka langsung ke perpustakaan musik di berbagai macam platform media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, dan YouTube.

Baca juga:

Layanan Streaming Musik Menyelamatkan Industri Musik

TuneCore ingin berikan ekosistem tak terbatas bagi musisi. (Foto: TuneCore)

Musisi bisa langsung berpotensi mendapatkan keuntungan begitu karya diunggah ke berbagai platform tersebut. Kemudian seiring meningkatnya popularitas karya dan reputasi musisi, mereka juga bisa menapaki langkah selanjutnya untuk menyusun rencana agar lebih berkembang.

Andreea Gleeson, Chief Executive Officer (CEO) TuneCore menjelaskan, bahwa pihaknya menghabiskan sekitar satu tahun berdiskusi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan paket tersebut. Secara spesifik mereka berdiskusi dengan musisi dan label untuk menciptakan ekosistem yang paling menguntungkan bagi mereka.

"Para musisi ingin mendapat kesempatan untuk menjajaki pasar dengan gratis bagi karya yang mereka hasilkan secara instan, teratur dan baik untuk tahun pertama. Kami meresponnya dengan memperkenalkan program yang memberi kebebasan pada mereka untuk memilih paket mana yang cocok dengan level karier," ungkap Gleeson.

Baca juga:

Peralihan Distribusi Musik dari Konvensional Menjadi Digital, Apa Untungnya?

HiVI, Gerald Situmorang & Ify Alyssa hadir pada acara TuneCore di Three Buns, Jakarta. (Foto: TuneCore)

Sementara Dahlia Wijaya, Country Director Believe Indonesia yang menaungi operasi TuneCore di Indonesia, menambahkan bahwa salah satu misi mereka adalah memberikan layanan terbaik bagi artis dan label di setiap tahap karier mereka.

"Kami mendengarkan apa yang mereka inginkan, yakni bekerja tanpa batas dan bebas. Termasuk bebas tidak memikirkan biaya distribusi musik. Jawabannya TuneCore Unlimited yang sifatnya merupakan langganan tahunan. Ini memungkinkan mereka mendistribusikan musik tanpa batas, di mana saja dan kapan saja," papar Wijaya.

Bila kamu masih penasaran dengan paket lengkap yang ditawarkan TuneCore, kamu bisa melihatnya langsung melalui situs resmi www.tunecore.com. (waf)

Baca juga:

TikTok Luncurkan Platform SoundOn, Pengguna Bisa Berdamai Monetisasi Musik

#Musik #Aplikasi #Gaya Hidup
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
19 Tahun setelah Filmnya Rilis, Soundtrack '3 Hari untuk Selamanya' Hadir dalam Format Vinyl
Film ini tidak hanya meninggalkan jejak penting bagi industri film nasional, tetapi juga menjadi bagian bersejarah dalam perjalanan musik grup Float.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
19 Tahun setelah Filmnya Rilis, Soundtrack '3 Hari untuk Selamanya' Hadir dalam Format Vinyl
ShowBiz
Lagu 'Sunday' Jadi Bagian Penting Album Debut The Cranberries, Simak Liriknya
Lagu 'Sunday' dari The Cranberries dirilis pada 1993 dan menjadi bagian dari album debut Everybody Else Is Doing It, So Why Can't We?.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Lagu 'Sunday' Jadi Bagian Penting Album Debut The Cranberries, Simak Liriknya
ShowBiz
Bernadya Rilis Album Kedua 'Semoga Hanya di Mimpi', Angkat Tema Ketakutan di Tengah Kebahagiaan
Bernadya resmi merilis album kedua 'Semoga Hanya di Mimpi'. Mengangkat tema kecemasan hingga ketakutan yang muncul saat hidup sedang berjalan baik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Bernadya Rilis Album Kedua 'Semoga Hanya di Mimpi', Angkat Tema Ketakutan di Tengah Kebahagiaan
ShowBiz
No Na Gandeng Jebung, Hadirkan Remix 'Rollerblade' dengan Sentuhan Lebih Segar
No Na merilis versi remix lagu 'Rollerblade' bersama Jebung. Kolaborasi ini menghadirkan sentuhan dan energi baru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
No Na Gandeng Jebung, Hadirkan Remix 'Rollerblade' dengan Sentuhan Lebih Segar
ShowBiz
Makna Lagu Viral TikTok 'Gut Genug' dari Blumengarten, Pesan Penerimaan Diri yang Menyentuh
Simak makna lagu 'Gut Genug' dari Blumengarten yang viral di TikTok. Bawa pesan kuat tentang penerimaan diri dan refleksi kehidupan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Makna Lagu Viral TikTok 'Gut Genug' dari Blumengarten, Pesan Penerimaan Diri yang Menyentuh
ShowBiz
Makna Lagu 'Melangitkanmu' Ghea Indrawari, Kisah Perenungan Diri dan Kedekatan dengan Tuhan
Simak makna lagu 'Melangitkanmu' yang dibawakan Ghea Indrawari. Lagu ini mengangkat tema perenungan diri, doa, keikhlasan, dan keyakinan kepada Tuhan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Makna Lagu 'Melangitkanmu' Ghea Indrawari, Kisah Perenungan Diri dan Kedekatan dengan Tuhan
ShowBiz
Lagu Promosi yang Jadi Viral, 'OBH Combi Sachet' dari Naykilla, Tenxi, dan Jemsii Curi Perhatian Warganet
Lagu 'OBH Combi Sachet' yang dibawakan Naykilla, Tenxi, dan Jemsii tengah viral di media sosial. Dibuat sebagai materi promosi, lagu ini berhasil tarik perhatian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Lagu Promosi yang Jadi Viral, 'OBH Combi Sachet' dari Naykilla, Tenxi, dan Jemsii Curi Perhatian Warganet
ShowBiz
TENXI Luncurkan Album 'Liga Besar', Angkat Perjalanan Hidup Lewat Metafora Sepak Bola
TENXI resmi merilis album terbaru 'Liga Besar' yang terinspirasi semangat sepak bola dan Piala Dunia 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
TENXI Luncurkan Album 'Liga Besar', Angkat Perjalanan Hidup Lewat Metafora Sepak Bola
Indonesia
DPR Apresiasi Kebijakan Potongan Tarif Ojol 8 Persen, Ingatkan Risiko Kenaikan Tarif
Komisi V DPR mengapresiasi turunnya potongan tarif ojol 8 persen. Namun, aplikator diminta jangan diam-diam naikkan tarif untuk penumpang.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
DPR Apresiasi Kebijakan Potongan Tarif Ojol 8 Persen, Ingatkan Risiko Kenaikan Tarif
Indonesia
Myles Smith Rilis Album Debut ‘My Mess, My Heart, My Life.’, Karya Paling Personal dalam Kariernya
Myles Smith hadirkan album debut My Mess, My Heart, My Life. Karya paling personal yang mengangkat kisah keluarga, cinta, kehilangan, dan kesehatan mental.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juni 2026
Myles Smith Rilis Album Debut ‘My Mess, My Heart, My Life.’, Karya Paling Personal dalam Kariernya
Bagikan