Trump Segera Keluarkan Tarif Farmasi, Desak Pengusaha Bangun Pabrik di AS
Presiden terpilih AS, Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)
Merahputih.com - Berbagai kebijakan untuk membebankan tarif lebih tinggi terhadap produk yang masuk Amerika Serikat terus dilakukan Presiden Donald Trump, ke berbagai negara.
Dalam Waktu dekat, Trump juga merencanakan terhadap tarif Farmasi. Hal ini diungkapkan Trump pada pidatonya di acara Komite Kongres Nasional Partai Republik, Selasa (8/4) waktu setempat.
Ia mengatakan kalau dirinya adalah negosiator yang lebih baik daripada Kongres. Di mana, dalam sektor farmasi akan diberlakukan tarif besar.
"Tarif untuk farmasi akan diberlakukan karena kami tidak memproduksi obat farmasi sendiri, obat tersebut diproduksi di negara lain. Paket yang sama di Amerika Serikat dihargai 10 dolar atau lebih," kata dia dikutip freepressjournal.in, Rabu(9/4)
Baca juga:
Beda Korea Selatan dan China Hadapi Tarif Amerika Serikat
Trump mengklaim upaya ini dilakukan untuk menggaet perusahaan farmasi akan mendatangi Amerika Serikat. Mengingat kata Trump, Amerika adalah pasar yang sangat besar.
"Dan ketika perusahaan-perusahaan ini mendengarnya, mereka akan meninggalkan China dan negara-negara lain, karena sebagian besar produk mereka dijual di sini. Dan, mereka akan membuka pabrik mereka di sini," kata Trump. (Tka)
Bagikan
Tika Ayu
Berita Terkait
Pasal 5 NATO Bisa Jadi Penyelemat Greenland dari Obsesi Donald Trump
Dinilai Berisiko, Indonesia Harus Siap Mundur dari Board of Peace jika Abaikan Palestina
Indonesia Gabung Board of Peace, Eks Wamenlu Ingatkan Risiko Dominasi AS
Ditekan Trump, Kesepakatan Dagang China dan Kanada Batal
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Masuk Dewan Perdamaian Ala Trump, Indonesia Klaim Tak Perlu Bayar Rp 17 Triliun
RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump Taktik Wujudkan Solusi 2 Negara
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Alarm Kebakaran Berbunyi Saat Trump Berada di World Economic Forum 2026
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump