MerahPutih.com - Iran mengirimkan tanggapannya terhadap usulan terbaru AS untuk mengakhiri perang kepada mediator Pakistan, menurut laporan kantor berita pemerintah Iran.
Iran dikabarkan menolak usulan perdamaian yang diajukan Amerika Serikat (AS) karena hal tersebut "berarti menerima tuntutan yang berlebihan" dari Washington.
Kantor berita Iran ISNA sebelumnya melaporkan bahwa respons Iran terhadap usulan dari AS difokuskan untuk mengakhiri perang serta memastikan keamanan pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Menurut Press TV, tanggapan dari Iran menekankan perlunya AS membayar kerugian perang kepada Teheran.
Baca juga:
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Kumpulkan Komandan Militer, Siapkan Langkah Baru Lawan AS
Pada awal Mei, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran mengonfirmasi Teheran telah menerima tanggapan AS terhadap usulan perdamaian 14 poin dari Iran.
Kantor berita Tasnim pada Ahad melaporkan, usulan Iran untuk negosiasi lanjutan dengan AS, yang sudah disampaikan ke Washington, mencakup pencabutan sanksi, kontrol penuh Iran atas Selat Hormuz, dan pencairan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan, kekesalannya atas tanggapan Iran terhadap usulan perdamaian terbaru yang diajukan pihaknya untuk mengakhiri perang.
"Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut 'wakil' dari Iran. Saya tak suka, BENAR-BENAR TAK DAPAT DITERIMA!" kata Trump dalam platform Truth Social pada Ahad.
Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah menyampaikan tanggapannya atas usulan perdamaian dari pihak AS melalui mediator Pakistan.
"Tanggapan Republik Islam Iran terhadap proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang telah dikirim kepada mediator Pakistan hari ini," menurut kantor berita IRNA.
Televisi nasional Iran, IRIB, mengungkapkan bahwa respons Iran difokuskan untuk mengakhiri perang yang dimulai oleh AS dan Israel di semua front, khususnya Lebanon, serta memastikan keamanan pelayaran. (*)

