MerahPutih.com - Tren masyarakat menggadaikan barang berharganya jelang lebaran masih tetap terjadi tahun ini. Tercatat, PT Pegadaian dalam dua pekan terakhir jelang hari H lebaran menerima piutang gadai hingga Rp 124 triliun.
“Sejak awal bulan Maret hingga menjelang Lebaran, di mana dalam waktu dua minggu, total nilai piutang mencapai Rp 124 triliun dengan pertumbuhan dua persen atau sekitar Rp 2,4 triliun dari bulan Februari,” kata Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, saat dikonfirmasi media, Kamis (19/3).
Menurut dia, angka ini tumbuh sekitar 2 persen atau Rp 2,4 triliun dibandingkan nilai transaksi sepanjang bulan Februari 2026 lalu.
Baca juga:
Ferdian menekankan fakta ini menunjukkan layanan gadai menjadi salah satu opsi utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan likuiditas selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Pegadaian juga optimistis aktivitas gadai akan terus meningkat pada periode libur Lebaran, seiring kebutuhan masyarakat untuk perayaan hari H dan pasca-Lebaran.
Gadai Emas Paling Banyak
Untuk barang yang paling banyak dijadikan jaminan oleh nasabah adalah emas dan perhiasan, kendaraan, serta alat elektronik.
“Emas dan perhiasan serta alat elektronik memang seringkali menjadi pilihan untuk memperoleh pembiayaan gadai,” imbuh Ferdian, dilansir Antara.
Khusus kendaraan, lanjut dia, ada segmen masyarakat yang memilih menggadaikan mobil atau motor karena mudik tidak melalui jalur darat. Pegadaian dipercaya untuk merawat kendaraan selama mereka mudik.
Baca juga:
Cara Bijak Menggunakan THR: Prioritaskan Kebutuhan hingga Hindari Belanja Impulsif
Adapun, Surabaya, Makassar, dan Jabodetabek tercatat sebagai wilayah dengan nilai pengajuan pembiayaan gadai paling tinggi sepanjang Ramadhan tahun ini. (*)