Tokoh Agama Diminta Aktif Tanggulangi Corona, Bukan Malah Menghakimi

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 05 Maret 2020
Tokoh Agama Diminta Aktif Tanggulangi Corona, Bukan Malah Menghakimi

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi di Kantor Wapres Jakarta, Senin (18/11/2019). ANTARA/Fransiska Ninditya

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi mengimbau kepada tokoh agama untuk ikut aktif membantu memberikan penerangan kepada masyarakat dalam penanggulangan wabah virus corona.

Hal ini mengingat adanya beberapa tokoh agama yang seakan menghubung-hubungkan virus corona dengan bentuk kemarahan sang pencipta kepada manusia.

Baca Juga:

Cegah Penyebaran Virus Corona, Sharp Sulap Pabrik TV jadi 'Pabrik' Masker

Menurutnya, bisa dilakukan dengan menyampaikan pesan-pesan yang mendidik, mencerahkan dan dapat menenangkan kondisi masyarakat.

"Dalam menghadapi situasi seperti ini, dibutuhkan adanya kerjasama semua pihak untuk bisa memberikan solusi bukan menghakimi dan saling menyalahkan," kata Zainut dalam keterangannya, Kamis (5/3).

Ia berujar, peranan tokoh agama sangat penting karena sebagai panutan, sehingga setiap ucapannya akan menjadi rujukan dan diikuti oleh pengikutnya. Untuk hal tersebut harus hati-hati, bijaksana dan mempertimbangkan banyak hal.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus konten porno
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi. (Antaranews)n

Pimpinan Ormas diharapkan mampu menyampaikan pesan yang menenangkan kondisi masyarakat. “Lebih baik menghindari pesan yang dapat menimbulkan kontroversi. Jauhi pesan membingungkan dan membuat kepanikan di masyarakat,” kata Zainut yang juga Waktum MUI ini.

Dalam menghadapi situasi seperti ini, dibutuhkan adanya kerjasama semua pihak untuk bisa memberikan solusi. Bukan menghakimi dan saling menyalahkan. Peranan tokoh agama sangat penting karena sebagai panutan, sehingga setiap ucapannya akan menjadi rujukan dan diikuti oleh pengikutnya.

“Sehingga masyarakat mendapat bimbingan dan petunjuk dalam menghadapi masalahnya,” katanya.

Baca Juga:

Cegah Wabah Corona, Google Minta 8.000 Karyawan Bekerja dari Rumah

Tokoh agama diminta dapat memerankan diri sebagai pembimbing dan pelindung umat. Agar masyarakat merasa tenang dan memiliki optimisme dalam menghadapi masalahnya. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menunjuk tiga rumah sakit, yakni RSPI Sulianti Saroso, RSPAD Gatot Soebroto, RSUP Persahabatan sebagai rujukan nasional untuk kasus Covid-19. (Knu)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan