Fashion

Tips Sukses Berbisnis Fesyen Anak Ala Sabine and Heem

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 10 Maret 2021
Tips Sukses Berbisnis Fesyen Anak Ala Sabine and Heem

Sabine and Heem menceritakan perjalanan suksesnya dan memberikan tips sukses (foto: instagram @sabineandheem)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WEMPI Januar dan Bina yang merupakan pasangan suami istri, berhasil merubah kegagalan menjadi awal kesuksesan ketika memulai bisnis fesyen anak. Bisnis fesyen anak mereka bernama 'Sabine and Heem'.

Wempi dan Bina membangun bisnis fesyen anak sebagai bentuk kasih sayang orangtua untuk memberikan kenangan manis kepada buah hati.

Baca Juga:

Kemenkop UKM Ingin Masyarakat Lebih Mengenal Fesyen Berkelanjutan

Pasangan tersebut belajar dari kegagalan bisnis mereka, untuk terus belajar serta bangkit dan semangat membangun bisnis kembali.

Pada keterangan resminya, Wempi dan Bina menjelaskan brand fesyen yang didirikan pada 2018 itu terinspirasi dari dua anak mereka.

"Dengan adanya misi 'Creating happy childhood memories', melalui setiap koleksinya Sabine and Heem ingin setiap orang tua dapat memberikan yang terbaik dan menjadi kenangan indah untuk si kecil," tutur Bina, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berbisnis fesyen anak (foto: instagram @sabineandheem)

Untuk mencapai misi dan impian mereka berdua, Wempi dan Bina sangat teliti dalam pemilihan bahan. Mereka begitu memperhatikan kualitas agar si pengguna nyaman.

"Kami selalu mengutamakan kualitas dari bahan yang akan digunakan, karena banyak pakaian anak yang mudah rusak," jelas Wempi dan Bina.

Pada setiap koleksinya, Sabine and Heem mencoba membuat sejumlah produk inovatif yang berbeda. Yakni dengan warna-warna earth tone yang cocok dipakai untuk semua warna kulit.

Untuk pemasaran produknya, Sabine and Heem bekerjasama dengan sejumlah Reseller. Wempi menjelaskan, bahwa dia sangat senang karena produknya diminati para konsumen. Selain itu, Wempi juga melihat pertumbuhan Sabine and Heem yang cukup pesat, dari mulai omset penjualan hanya 40 baju perbulan, hingga menjadi 1300 baju per bulannya.

Karena pertumbuhan yang terus meningkat, Sabine and Heem mendapat sebuah peluang baru. Yakni pada 2019, Sabine and Heem resmi menjadi bagian dari Hypefast, direct-to-consumer (D2C) brand grup ritel berbasis teknologi terbesar di Indonesia.

"Kami mendapat banyak pelajaran dari sebelumnya bahwa kegagalan itu adalah awal dari kesuksesan, bersyukur di tahun pertama Sabine and Heem mendapatkan partner yang memiliki visi yang sama untuk mengembangkan Sabine and Heem dan juga team yang solid," jelas Bina.

Baca Juga:

Fashion Etis dan Sustainable Jadi Sorotan di ISEF 2020

Saat membangun bisnis, Wempi dan Bina menjelaskan pasti ada pasang surutnya dan banyak tantangan. Baginya, untuk mencapai titik kesukesan sendiri tidak mudah, terpenting kamu jangan mudah menyerah dan terus berjuang.

Untuk mencapai kesuksesan dalam berbisnis fesyen terpenting ialah jangan mudah menyerah dan terus berjuang (Foto: Instagram @sabineandheem)

Wempi dan Bina selaku pemilik Sabine and Heem memberikan kiat-kiat menjalankan sebuah bisnis. Menurut mereka, hal pertama yakni menentukan nama brand.

Dalam membuat nama, sebaiknya cari nama yang bisa menjadi semanggat dan harapan saat membangun brand. "Sabine and Heem diambil dari nama anak kami, sehingga ini menjadi motivasi kita untuk terus berjuang dan terus berkarya," jelas Wempi.

Kemudian, untuk kamu yang ingin memulai bisnis, jalani lah bisnis sesuai minatmu. Bila sudah cocok dengan minat, maka kamu bisa melakukan bisnis tersebut dengan maksimal. Selain itu, bila kamu senang dengan bisnis yang dijalankan, maka akan memberikan hasil yang bagus serta positif, bukan karena tuntutan.

Tips yang ketiga, tentukanlah apa keunikan dari produk atau brand yang kamu buat. Mengikuti arus tren tidak salah, tapi bila kamu selalu mengikuti tren kamu akan lelah, karena tren tidak akan pernah habis.

Tips terakhir yakni berani mencoba mengetahui bagaimana bisnis berjalan, dan seperti apa respon dari pasar. (Ryn)

Baca Juga:

Busana Berteknologi Tinggi Diklaim Bisa Membunuh Virus

#Fashion #Anak #Fashion Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Fashion
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
BTN IFW 2026 mengangkat Ulos melalui tema Ulos Simetria. Desainer muda menerjemahkan tradisi, identitas, transformasi, dan pengalaman personal ke dalam mode kontemporer.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
Fun
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
BRImo CODE.STRT 2026 kembali hadir dalam rangkaian JF3 Fashion Festival dengan lebih dari 50 brand, kompetisi basket, skate, dance, musik, hingga area kuliner di Summarecon Mall Serpong.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
Fun
JAECOO Kolaborasi dengan 347 Homebreaks dan NMAA, Tampilkan Konsep Personalisasi J5 EV
JAECOO Indonesia berkolaborasi dengan 347 Homebreaks dan NMAA menghadirkan konsep personalisasi untuk J5 EV.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
JAECOO Kolaborasi dengan 347 Homebreaks dan NMAA, Tampilkan Konsep Personalisasi J5 EV
Bagikan