Kesehatan

Tips Masak Sehat ala Chef Renatta

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 10 Agustus 2021
Tips Masak Sehat ala Chef Renatta

Chef Renatta Moeloek. (Foto: Instagram/renattamoeloek)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI masa pandemi seperti ini, makanan bergizi dan nutrisi yang cukup menjadi salah satu prioritas utama sebagian besar masyarakat. Menjaga asupan makanan juga penting karena selain membuat tubuh tetap bugar, juga bisa membuat suasana hati lebih menyenangkan.

Untuk kamu yang hobi memasak di rumah, pastinya senang jika bisa bereksperimen membuat makanan yang enak, dan aman dikonsumsi. Yuk, simak empat tips memasak makanan sehat ala chef Renatta seperti dilansir ANTARA.

Baca juga:

Tips dan Trik Memasak ‘Barbecue’ untuk Sajian di Malam Tahun Baru

1. Batasi kandungan lemak dengan low fat cooking

Tips Masak Makanan Sehat ala Chef Renatta
Sajikan makanan rendah lemak. (Foto: Unsplash/Kevin McCutcheon)


Sajikan makanan rendah lemak dengan mengurangi penggunaan minyak dan mentega. Gunakan alat masak yang mendukung, seperti non-stick cookware sehingga tidak perlu mengoleskan mentega atau menggunakan minyak terlalu banyak ketika memasak.

Jika harus menggunakan minyak atau mentega, siasati dengan menggunakan spray atau diaplikasikan dengan kuas kue. Kamu juga bisa memasak menggunakan air atau kaldu dan mengganti penggunaan krim dengan susu rendah lemak.

2. Pilih bahan dasar tinggi protein

Tips Masak Makanan Sehat ala Chef Renatta
Protein menjadi salah satu nutrisi penting. (Foto: Unsplash/Mark DeYoung)


Protein menjadi nutrisi penting untuk membantu proses regenerasi sel-sel tubuh yang rusak. Selain itu, memperbanyak asupan protein juga salah satu cara meningkatkan hormon dopamine, atau hormon pengendali emosi.

Saat dilepaskan dalam jumlah yang tepat, hormon ini akan meningkatkan suasana hati, sehingga kita bisa merasa lebih senang dan bahagia. Jadi selain sehat, mengonsumsi makanan protein tinggi jugabisa berpengaruh pada mood kita.

3. Olah sayuran untuk nutrisi yang baik

Tips Masak Makanan Sehat ala Chef Renatta
Sayuran memiliki nutrisi yang tinggi. (Foto: Unsplash/Dan Gold)


Sayuran yang mengandung banyak vitamin akan mudah larut di dalam air dan bersifat sensitif. Untuk mempertahankan kandungan nutrisinya, kukus atau gunakan microwave saat mengolah sayur, dibandingkan dengan direbus. Kalau mau lebih suka idrebus, gunakan sedikit air dan hindari merebusnya hingga mendidih. Pengolahan dengan cara ditumis akan lebih baik untuk mempertahankan kesegaran dan nutrisinya.

Baca juga:

Ini 5 Tips Memasak Out of the Box yang Sangat Membantumu!

4. Gunakan garam secukupnya

Tips Masak Makanan Sehat ala Chef Renatta
Kurangi penggunaan garam. (Foto: Unsplash/Jason Tuinstra)


Beberapa makanan yang diberi garam memang akan terasa lebih nikmat. Tapi mengonsumsi garam secara berlebihan bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Kamu bisa menguranginya mulai dari memilih sayuran segar dibandingkan kalengan, mengurangi daging yang sudah diproese seperti kornet atau smoked salmon. (and)

Baca juga:

Tips Memasak Sederhana yang Harus Selalu Kamu Ingat

#Kuliner #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan