Wisata

Tips Berkemas saat Traveling di Musim Hujan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Oktober 2021
Tips Berkemas saat Traveling di Musim Hujan

Tips berkemas untuk travelling saat musim hujan. (Foto: Pexels/Jean Daniel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INDONESIA tengah memasuki musim penghujan. Hujan turun hampir setiap hari saat memasuki bulan-bulan di akhir tahun. Namun, hal ini tentu bukan jadi halangan untuk mengurungkan niatmu untuk melakukan perjalanan. Meskipun bepergian di musim hujan mungkin tidak ideal, kamu tetap dapat bepergian dengan aman dan nyaman.

Kuncinya adalah melakukan persiapan yang matang. Salah satunya adalah persiapan untuk mengetahui apa saja benda penting yang perlu kamu bawa. Berikut beberapa tips berkemas saat melakukan perjalanan saat hujan, seperti yang dilansir laman Persuitist.

Baca juga:

Yuk Traveling dengan Benar

1. Payung kecil

Tips Berkemas saat Traveling di Musim Hujan
Payung kecil. (Foto: Pexels/Julie Aagaard)

Payung menjadi salah satu benda penting yang perlu kamu bawa saat hujan. Namun, kamu tak bisa dengan mudah memasukan payung berukuran besar ke dalam tas ransel atau koper milikmu. Itu akan memakan banyak ruang. Sedangkan jika kamu menentengnya, kamu akan kesulitan untuk membawa barang bawaan lainnya.

Tetapi kamu juga harus bisa membedakan kualitas payung kecil milikmu. Jangan sampai karena kamu ingin memperluas ruang dalam tas, kamu membawa payung kecil yang tipis dan mudah pecah.

Sebab payung kecil dengan bahan yang tipis, tidak akan tahan jika terkena angin serta hujan yang deras. Kamu bisa memiliki payung berbahan fiberglass, aluminium, atau baja.

2. Jaket anti hujan

Tips Berkemas saat Traveling di Musim Hujan
Jaket anti hujan. (Foto: Pexels/Tettyana Kovyrina)

Selain payung, jas hujan juga perlu kamu bawa. Selain ringan, jaket berbahan parasut tebal ini lebih praktis jika dibandingkan dengan jas hujan besar.

Jaket parasut memang tidak sepenuhnya tahan air, tetapi jaket cukup untuk melindungi kamu dari hujan ringan hingga sedang. Jadi kamu bisa menggunakan jaket ini saat melakukan perjalanan singkat.

Baca juga:

Ingat 4 Poin Ini Saat Motoran di Musim Hujan

3. Rain cover

Tips Berkemas saat Traveling di Musim Hujan
Lindungi barang bawaan dengan rain cover. (Foto: Pexels/Rachel Claire)

Selama melakukan perjalanan di tengah musim hujan, benda yang perlu kamu lindungi bukan hanya tubuhmu, tapi juga barang bawaan. Sebab akan sangat menyebalkan jika tas yang berisikan pakaian dan barang-barang bawaanmu basah kuyup.

Oleh karenanya, kamu membutuhkan rain cover untuk membuat bagian dalam maupun luar tasmu tetap kering. Tak hanya berguna untuk menutupi seluruh barang bawaan, rain cover yang memiliki strip reflektif bisa membantu pengemudi untuk melihat keberadaanmu saat berjalan di bawah hujan deras. (cit)

Baca juga:

Beberapa Hal yang Tidak Seharusnya Dilakukan Ketika Traveling Bersama Pasangan

#Traveling #Tips Traveling #Traveling Cerdas #Musim Hujan #Wisata
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Ungkap Puncak Musim Hujan Jabodetabek, Warga Diminta Tetap Waspada
BMKG umumkan Jabodetabek memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2026. Masyarakat diminta waspada potensi cuaca ekstrem dan angin kencang.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Januari 2026
BMKG Ungkap Puncak Musim Hujan Jabodetabek, Warga Diminta Tetap Waspada
Indonesia
Jalan Rusak Picu Keluhan Warga Jakarta, Pemprov DKI Tambah Pasukan Kuning
Dinas Bina Marga DKI mencatat 6.000 titik jalan rusak telah ditangani dan berencana menambah personel PJLP.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Januari 2026
Jalan Rusak Picu Keluhan Warga Jakarta, Pemprov DKI Tambah Pasukan Kuning
Travel
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Resorts World Genting melakukan penguatan kehadirannya di pasar Indonesia melalui penandatanganan kerja sama strategis.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Januari 2026
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Indonesia
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Jumlah penumpang Whoosh WNA mencapai 401.282 orang, naik 60 persen dibandingkan tahun 2024 sebanyak 251.525 penumpang.
Wisnu Cipto - Senin, 26 Januari 2026
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Indonesia
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Ancol kini menggelar promo tiket masuk seharga Rp 35 ribu. Nantinya, pengunjung mendapatkan voucher makan senilai Rp 20 ribu.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Indonesia
Hujan Deras Hari ini, 28 RT dan 44 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir
Hujan deras terjadi pada Senin (12/1). Sebanyak 28 RT dan 44 ruas jalan di Jakarta pun terendam banjir.
Soffi Amira - Senin, 12 Januari 2026
Hujan Deras Hari ini, 28 RT dan 44 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Bagikan