Tim Pelatda PON Jabar Akan Berlatih di Tiga Negara

Rendy NugrohoRendy Nugroho - Selasa, 05 Januari 2016
Tim Pelatda PON Jabar Akan Berlatih di Tiga Negara

Logo PON XIX JABAR 2016 (Foto: pon-peparnas2016jabar.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Olahraga - Tim pemusatan latihan daerah (Pelatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat (Jabar), akan dikirim berlatih dan mengikuti kejuaraan di luar negeri pada Februari dan Maret 2016.

"Rencananya, kita akan kirim atlet ke luar negeri untuk ikut kejuaraan di sana. Yakni ke Taiwan, Thailand dan Vietnam," kata Ketua Umum Pengda Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pobsi) Jabar, Ali Rachman kepada Antara.

Menurut dia, try out ke luar negeri untuk lebih mempertajam kemampuan para atlet biliar Jawa Barat sekaligus mengukur kekuatan atlet sesungguhnya di ajang bergengsi.

Pengiriman atlet disesuaikan dengan agenda kegiatan dan kejuaraan di negara tujuan dengan lama kejuaraan bervariasi.

Ali menyebutkan untuk tim pool putra dan putri akan berlatih ke Taiwan, sedangkan snoker ke Thailand serta untuk nomor carom ke Vietnam.

"Kebetulan pada Februari dan Maret ada kejuaraan di sana, yang penting bagi mereka selain mengukur kekuatan juga meningkatkan percaya diri," katanya.

Sebelumnya, kata dia, tim Pelatda PON XIX/2016 Jabar akan mematangkan persiapan di Pelatda sentralisasi yang telah digelar sejak Oktober 2015.

Jabar pada cabang olahraga biliar menargetkan lima medali emas pada PON XIX/2016. Selama ini sudah melakukan training center sejak bulan Oktober 2015 hingga sekarang ini.

"Kita optimistis bisa meraih medali lima emas dalam PON nanti, lima emas ini sangat realistis bisa diraih tim Jabar sekaligus keluar sebagai juara umum biliar, apalagi kami sudah melakukan TC sejak bulan Oktober 2015 hingga bulan Agutus 2016," katanya.

Kontingen Jabar mempersiapkan 17 atlet dengan didampingi enam pelatih skill, satu pelatih fisik, serta manajer.

"Kita sudah menetapkan tim Pelatda biliar Jabar, sehingga kita bisa lebih fokus lagi mempersiapkan tim," tuturnya.

Pihaknya telah melakukan evaluasi tim selama tahun 2015. Pada evaluasi itu masih terdapat banyak yang perlu diperbaiki, salah satunya berkaitan dengan program latihan yang akan lebih spesifik lagi sesuai dengan nomor di PON.

"Untuk tahun 2016, kami akan lebih spesifik lagi dalam latihan di setiap nomornya. Sehingga, atlet benar-benar fokus di nomor yang dikuasainya," pungkasnya. (esa)

BACA JUGA:

  1. Jika DKI Menyerah, Sumsel Tak Siap Gelar AG 2018
  2. Aher Usulkan Pembukaan PON 2016 Diundur
  3. Kemenpora Janji Bantu 145 Miliar untuk PON 2016
  4. Harapan Pemain Persib untuk Tim Jabar di PON 2016
  5. Pesaing Terberat POSSI Jabar di PON 2016
#Jawa Barat #Atlet Indonesia #Pekan Olahraga Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Jelang Asian Games 2026, CdM Indonesia Pastikan Kebutuhan Atlet Terpenuhi agar Fokus Bertanding
CdM Indonesia mengunjungi pusat latihan timnas basket Putri Indonesia, menjelang Asian Games 2026.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
Jelang Asian Games 2026, CdM Indonesia Pastikan Kebutuhan Atlet Terpenuhi agar Fokus Bertanding
Olahraga
Misi Besar Indonesia di Asian Games 2026 Dimulai, CdM Turun Langsung ke Pelatnas
CdM Asian Games 2026 turun langsung ke pelatnas. Atlet Indonesia sedang mempersiapkan diri jelang Asian Games 2026.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
Misi Besar Indonesia di Asian Games 2026 Dimulai, CdM Turun Langsung ke Pelatnas
Olahraga
Asian Games 2026 Makin Dekat, CdM Indonesia Pastikan Atlet Bebas dari Beban Nonteknis
CdM Indonesia memastikan para atlet Asian Games 2026 tidak akan dibebani persoalan nonteknis.
Soffi Amira - Selasa, 21 Juli 2026
Asian Games 2026 Makin Dekat, CdM Indonesia Pastikan Atlet Bebas dari Beban Nonteknis
Olahraga
NOC Indonesia Buka Skema Cabor Berangkat Mandiri ke Asian Games 2026, Ada Syarat Ketat
NOC Indonesia membuka skema cabor yang berangkat mandiri ke Asian Games 2026. Namun, ada syarat yang harus diperhatikan.
Soffi Amira - Selasa, 21 Juli 2026
NOC Indonesia Buka Skema Cabor Berangkat Mandiri ke Asian Games 2026, Ada Syarat Ketat
Olahraga
NOC Indonesia Pelajari Ekosistem Olahraga AS, Siapkan Model Pembinaan Atlet Berkelanjutan
NOC Indonesia memanfaatkan program IVLP di Amerika Serikat untuk mempelajari sistem pembinaan atlet dan tata kelola olahraga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Juli 2026
NOC Indonesia Pelajari Ekosistem Olahraga AS, Siapkan Model Pembinaan Atlet Berkelanjutan
Indonesia
Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Belum Mendesak, Masih Sebatas Usulan Menurut Dede Yusuf
Perubahan nama provinsi harus melalui mekanisme pembentukan atau perubahan undang-undang yang dibahas bersama DPR.
Frengky Aruan - Rabu, 08 Juli 2026
Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Belum Mendesak, Masih Sebatas Usulan Menurut Dede Yusuf
Olahraga
CdM Tim Indonesia Pastikan Dukungan Maksimal untuk Atlet di Asian Games 2026
CdM Tim Indonesia Todotua Pasaribu memastikan seluruh kebutuhan atlet untuk Asian Games 2026. Pemerintah salurkan anggaran Rp 61 miliar kepada NOC Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
CdM Tim Indonesia Pastikan Dukungan Maksimal untuk Atlet di Asian Games 2026
Olahraga
PON 2028 Digelar di 3 Provinsi, Jakarta sebagai Penunjang
Erick menjelaskan bahwa penetapan Jakarta sebagai provinsi penunjang telah memiliki payung hukum setelah disahkan melalui Rapat Kerja Nasional Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Frengky Aruan - Rabu, 01 Juli 2026
PON 2028 Digelar di 3 Provinsi, Jakarta sebagai Penunjang
Indonesia
Kejahatan Berulang, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Terancam 12 Tahun Bui
Penyidik menduga perbuatan itu berlangsung selama beberapa tahun dan dilakukan berulang kali karena tersangka merasa kesal serta cemburu
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 26 Juni 2026
Kejahatan Berulang, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Terancam 12 Tahun Bui
Indonesia
Komisi III DPR Minta Taufik Hidayat Dijerat Pasal Berlapis, Bukan Hanya demi Keadilan tetapi sebagai Peringatan Keras
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan pengawalan terhadap kasus penyekapan dan penganiayaan dilakukan agar pelaku, Taufik Hidayat (30), mendapat hukuman maksimal sesuai perbuatannya.
Frengky Aruan - Rabu, 24 Juni 2026
Komisi III DPR Minta Taufik Hidayat Dijerat Pasal Berlapis, Bukan Hanya demi Keadilan tetapi sebagai Peringatan Keras
Bagikan