Tim IT BPN Prabowo Laporkan Kesalahan Situng KPU ke Bawaslu
Petugas tengah mempersiapkan logistik Pemilu ulang di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa, (22/4). Foto: Merahputih.com/Rizki Fitrianto.
MerahPutih.com - Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akan melaporkan ribuan kesalahan entry data dalam sistem aplikasi penghitungan suara (Situng) KPU kepada Bawaslu dan KPU. Dengan laporan tersebut diharapkan Bawaslu dan pihak terkait bisa mengkaji dan mengambil tindakan lebih konkrit.
“Semula kami berencana akan melaporkan temuan ini hari Rabu 1 Mei. Tapi karena Rabu hari libur Mayday, Insya Allah hari Kamis tanggal 2 Mei kami akan ke Bawaslu dan KPU. Sekalian menunggu audit manual yang dilakukan oleh teman-teman hari ini dan besok selesai,” kata Koordinator Relawan IT BPN Mustofa Nahrawardaya, Selasa (30/4).
Senin (29/4) Mustofa menggelar hasil audit manual terhadap aplikasi Situng KPU. Dalam waktu tiga hari ( 27-29 April) mereka menemukan 9.440 kesalahan input.
Kesalahan itu meliputi selisih suara, jumlah pemilih melebihi DPT, dan jumlah suara sah tidak cocok dengan total suara. Kesalahan terbanyak pada input data dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
“Setiap hari kami menemukan lebih dari 1.000 kesalahan. Polanya sangat konsisten,” tegas pimpinan tim IT BPN itu.
Tim Relawan IT BPN akan terus melakukan audit manual, dan diharapkan publik akan mendapat update data setiap hari. Dari data itu publik akan mendapat gambaran secara faktual dan berdasarkan data adanya kecurigaan terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan massif (TSM).
“ Setiap hari Insyaallah kami akan menyerahkan ke KPU dan Bawaslu sekalipun tidak diminta," tutup Mustofa. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Airlangga Tegaskan Golkar Saat Ini Sangat Solid Dibanding Pemilu 2019
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Rencana Pertemuan AHY-Puan Angin Segar Bagi Politik Tanah Air
Ditanya Prabowo Jadi Cawapres Ganjar, Jokowi Jawab Nanti Siang Ketemu
Gugatannya Picu Kontroversi, Partai Prima Bantah Minta Pemilu Ditunda