MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan hingga Senin (16/3) pukul 10.00 WIB, penjualan sudah mencapai 3.250.246 tiket atau 72,2 persen dari total 4.498.696 tempat duduk angkutan mudik Lebaran 2026.
Sebanyak 4,4 juta tempat duduk disediakan untuk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dan Kereta Api Lokal selama periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026.
Kini, masih tersedia sekitar 1.248.450 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menjelaskan, tren perjalanan masyarakat mulai terlihat sejak awal periode Angkutan Lebaran 2026.
"Permintaan perjalanan dengan kereta api mulai meningkat sejak pertengahan Maret. Data penjualan menunjukkan masyarakat sudah mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal, terutama pada layanan kereta api jarak jauh," ujar Anne.
Baca juga:
Kereta Ekonomi Kerakyatan Bertarif Murah Laris Manis selama Periode Mudik Lebaran 2026
Sedangkan untuk layanan Kereta Api Jarak Jauh, penjualan tiket tercatat 2.976.853 tiket atau 83,3 persen dari total 3.571.760 tempat duduk yang disediakan.
Artinya, masih terdapat sekitar 594.907 tempat duduk yang dapat dipesan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik.
Sementara itu, pada layanan Kereta Api Lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket mencapai 273.393 tiket atau 29,5 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia.
Masih terdapat sekitar 653.543 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan pelanggan. Penjualan tiket kereta lokal umumnya meningkat mendekati waktu keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7 sebelum perjalanan.
Baca juga:
Gerbang Tol Kalikangkung Siaga Satu, Kapolri Bocorkan Strategi Jitu Arus Mudik Lebaran 2026
Selama lima hari pertama masa Angkutan Lebaran KAI, yakni 11 hingga 15 Maret 2026, KAI telah melayani 760.209 pelanggan pada layanan Kereta Api Jarak Jauh.
Adapun, okupansi harian Kereta Api Jarak Jauh tercatat pada 11 Maret ada 101.617 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (63,7%).
Pada 12 Maret 2026, ada sebanyak 126.208 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (79,2%). Sementara untuk 13 Maret, ada 165.675 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (101,4%).
Kemudian, pada 14 Maret 185.873 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (113,7%) dan pada 15 Maret ada 180.836 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (110,6%)
Anne mengungkapkan, bahwa okupansi yang melampaui 100 persen terjadi karena adanya pola perjalanan dinamis, yaitu pelanggan naik dan turun di stasiun perantara.
Baca juga:
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 17-18 Maret, Pemprov DKI Siagakan 4 Terminal
"Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Pola ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia," jelas Anne.
Berdasarkan data sementara hingga 16 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, pergerakan penumpang kereta api jarak jauh masih tinggi.
Saat ini, diperkirakan 156.762 pelanggan akan melakukan perjalanan dengan kereta api jarak jauh atau 95,9 persen dari total kapasitas 163.432 tempat duduk yang disediakan.
Sejumlah kereta api dengan tingkat permintaan tinggi pada periode Lebaran antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, dan KA Rajabasa.
Meski demikian, masyarakat masih dapat menemukan ketersediaan tempat duduk pada sejumlah layanan seperti KA Argo Lawu relasi Gambir–Solo, KA Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi, serta KA Kaligung relasi Cirebon Prujakan–Semarang Poncol.
Anne menambahkan, bahwa pelanggan dapat mempertimbangkan alternatif perjalanan dengan menyesuaikan jadwal keberangkatan, memilih relasi berbeda, atau memanfaatkan skema perjalanan lanjutan (connecting train) untuk mendapatkan pilihan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan.
"Dengan kapasitas perjalanan yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat merencanakan perjalanan Lebaran sejak dini agar perjalanan mudik berlangsung lebih nyaman, terencana, dan menyenangkan bersama kereta api," tutup Anne. (Asp)