Tiga Nilai Ramadan untuk Perangi Terorisme
Suasana Masjid Lautze saat Ramadan (MP/Ahmad)
Ketua Lembaga Dakwan PBNU KH Maman Imanulhaq mengungkapkan ada tiga poin nilai Ramadan yang harus dihayati dan diamalkan umat muslim selama menjalankan ibadah puasa. Hal ini bertujuan untuk membentengi diri dari kelompok radikal terorisme.
Poin pertama mengacu pada surat Al Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa bagi orang-orang yang beriman. Artinya, puasa Ramadan itu ajakan keimanan. Iman itu identik dengan amanah, dan amanah itu identik dengan aman.
"Kekuatan iman yang melahirkan sosok atau pribadi yang amanah dan tidak khianat, termasuk tidak khianat pada komitmen kebangsaan dan kemanusiaan kita. Itu akan membuat rasa aman, tentram pada lingkungan dan pada diri sendiri. Bila seseorang memahami hal itu, tentu akan ada orang muslim yang berbuat kekerasan, apalagi melakukan aksi terorisme," kata Kiai Maman dalam keterangan tertulis, Senin (1/6).
Poin kedua, puasa itu secara definitif artinya assyiam yaitu menunda kesenangan. Maka selama berpuasa Ramadan umat muslim diperintahkan untuk selalu menahan diri baik ucapan, gerakan, termasuk menahan tangan kita untuk tidak memijit keyboard dan men-share berita hoax, fitnah, dan sebagainya. Pola inilah yang menjadikan Ramadan sebagai sarana untuk menahan diri dari segala macam hawa nafsu.
"Ini kesempatan besar, sehingga Ramadan akan meliharkan pribadi yang mampu berpikir lebih jernih, dan yang mampu membuat kita menciptakan ketenangan, keamanan, serta perdamaian itu sendiri," tutur Kiai Maman.
Poin terakhir, salah satu tujuan berpuasa adalah menciptakan individu muttaqin. Orang yang muttaqin (bertaqwa) itu selalu punya prinsip universal menjunjung tinggi HAM dan menguatkan kembali nilai persaudaraan yang di dalamnya ada ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniayah, dan ukhuwah basariah.
"Hari ini seluruh negara di dunia mengalami persoalan sama soal terorisme. Maka Ramadan menjadi momemtum bagi kita untuk memerangi teroris karena teroris tidak ada kaitannya dengan agama apapun, negara manapun, keyakinan manapun, tapi terorisme adalah musuh kemanusian yang harus kita lawan dengan cara masif dan sistematik," urainya.
Maman meminta langkah penanggulangan terorisme tidak melulu dilawan dengan cara-cara terdahulu yaitu meminta TNI dan Polri turun tangan. Tapi ada sel-sel teroris yang sepertinya kelihatan mati, tapi akan bangkit dan mengajak melawan pemerintah yang sah, menyebarkan kebencian, membunuh aparat, dan sebagainya.
Bagikan
Berita Terkait
Pemerintah Tetapkan Harga Sapi Hidup Rp 55.000 Per Kilogram, Melanggar Bakal Ditindak
DPRD DKI Bersiap Sidak Pasar, Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Puasa
Permintaan Daging Naik, Pramono Pastikan Pasokan Aman Jelang Imlek dan Ramadan
Pemprov DKI Klaim Ketersedian Pangan Cukup Jelang Imlek dan Puasa
Ramadan Tinggal Hitungan Hari, Komisi B DPRD DKI Belum Rapat dengan BUMD Pangan
Baratan: Tradisi Unik Nisfu Sya'ban di Jepara Sebagai Simbol Keselamatan Menjelang Bulan Suci Ramadan
Nisfu Syaban 1447 Hijriah Jatuh 3 Februari 2026, Momentum Emas Raih Syafaat Nabi Muhammad
Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 17 Februari 2026, Masjid IKN Jadi Lokasi Rukyatul Hilal
Insentif Lebaran Akan Digelontorkan Rp 16 Trlliun, Salah Satunya Buat Diskon Mudik
Ramadan di Depan Mata, PU Percepat Pemulihan Air Bersih Masjid di Sumatera