Thriller Lily Bunga Terakhirku: Sebuah Bunga yang Beracun

Eddy FloEddy Flo - Senin, 31 Agustus 2015
Thriller Lily Bunga Terakhirku: Sebuah Bunga yang Beracun

Konferensi pers film "Lily Bunga Terakhirku" di Cinemaxx FX Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (31/8). (Foto: MerahPutih/Venansius Fortunatus)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Cinema – Berawal dari kematian sang ibu yang diperkosa, membentuk karakter Tura (Baim Wong). Tura menjadi sosok yang menakutkan. Seorang sosok psikopat yang bisa menjadi seorang penyayang, lalu menjadi sosok obsesif dan kejam.

Sebagai sosok yang terbelenggu oleh masa lalu, Tura dewasa hidup dengan kebencian terhadap pemerkosa. Beberapa pemerkosa pun menjadi targetnya untuk ‘dikremasi’.

Konflik dalam film ini pun terjadi setelah Tura bertemu dengan Lily (Salvita Decorte), seorang pekerja seks komersial (PSK) kelas atas, bersama sang germo yang kerap disapa Bunda (Wulan Guritno).

Benang merah drama dalam film ini terjadi setelah psikopat Tura mencintai sang PSK Lily. Tura hidup dalam lingkaran cinta, kecemburuan, dan trauma masa lalu.

Kemampuan Indra Birowo (sutradara) dalam mengawal jalan cerita sangat terlihat dengan kekuatan karakter 3 peran tersebut. Walaupun plot dalam film itu terkesan sangat sederhana, kemampuan 3 pemain tersebut membuat film ini terlihat ‘mewah’.

Baim Wong pun menunjukan bahwa dirinya bukan hanya spesialis peran 'suci'. Lalu, penampilan Wulan Guritno yang beberapa kali mengerutkan dahi para penonton, dan penampilan luar biasa Salvita Decorte pun patut diacungi jempol.

Namun, terlepas dari pertama kalinya Indra Birowo menjadi sutradara, film ini belum menunjukan 'kebengisan' ala thriller. Walau alasan sensor di tanah air terkesan logis.

Lalu, penonton pun akan terkesan bosan dengan latar film. Selama satu film, hampir seluruh adegan hanya ada di dua tempat. Apalagi, kesan old school akan membuat penonton jenuh.

Tapi terlepas dari itu, keberanian sang sutradara, Indra Birowo, keluar dari zona amanya sebagai comedian, lalu penampilan para pemainnya yang juga keluar dari zonanya, patut menjadi rekomendasi untuk para thriller freak. (rky)

 

Baca Juga:

Indra Birowo: Secara Polos Saya Lebih Senang Jadi Sutradara

Indra Birowo Masih Tak Percaya Bisa Jadi Sutradara

Ini Pengalaman Pertama Indra Birowo sebagai Sutradara

Di Film Lily Bunga Terakhirku, Baim Wong Jadi Pemeran Utama

Indra Birowo: Pepeng Tetap Berkarya Meskipun Sakit

Indra Birowo : Aktor Sekaligus Drummer

 

 

#Film Indonesia #Film Lily Bunga Terakhirku #Baim Wong #Wulan Guritno #Salvita Decorte #Indra Birowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Film 'Hungry Ghost Festival' Tayang 26 November 2026, Angkat Teror Usai Langgar Pantangan
Film horor-komedi Hungry Ghost Festival garapan Imam Darto dibintangi Endy Arfian, Aci Resti, dan Fajar Nugra. Tayang di bioskop 26 November 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Film 'Hungry Ghost Festival' Tayang 26 November 2026, Angkat Teror Usai Langgar Pantangan
ShowBiz
Kisah Masa Muda Buya Hamka Diangkat ke Layar Lebar, Simak Sinopsis Film 'Hamka Awal Mula Vol. 3'
Film Hamka garapan Fajar Bustomi dibintangi Vino G. Bastian. Simak sinopsis perjalanan Buya Hamka dari Maninjau hingga Mekah sebelum tayang 19 November 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Kisah Masa Muda Buya Hamka Diangkat ke Layar Lebar, Simak Sinopsis Film 'Hamka Awal Mula Vol. 3'
ShowBiz
Tak Semua Adegan Novel Masuk Film, Leila S Chudori Ungkap soal Adaptasi 'Laut Bercerita'
Leila S Chudori menceritakan tantangan adaptasi novel 'Laut Bercerita' ke film, termasuk memilih adegan yang harus dipertahankan atau dihapus.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
Tak Semua Adegan Novel Masuk Film, Leila S Chudori Ungkap soal Adaptasi 'Laut Bercerita'
ShowBiz
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
Arie Kriting mempertanyakan absennya Irma Rihi dari nominasi FFI lewat Women From Rote Island dan Na Willa serta menyoroti representasi perempuan Timur.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
Daftar lengkap nominasi FFI 2026 untuk 22 kategori Piala Citra, mulai dari Film Cerita Panjang Terbaik hingga Penulis Skenario Asli Terbaik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
ShowBiz
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
Dalam nominasi Sutrada Terbaik FFI, Bernadus bersaing dengan Edwin, Joko Anwar, Wregas Bhanuteja, dan Kimo Stambuel.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
ShowBiz
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
Ghost in the Cell karya Joko Anwar masuk 13 nominasi FFI ke-46. Simak daftar kategori, latar cerita, perjalanan di Berlinale 2026, dan jajaran pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
Nicholas Saputra jadi aktor yang paling banyak masuk nominasi Aktor Terbaik.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Christine Hakim hingga Shenina Cinnamon Saingan untuk Piala Citra
Jika tahun ini Christine Hakim kembali memenangi nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, dia resmi mengoleksi total enam piala.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
FFI 2026 Umumkan Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Christine Hakim hingga Shenina Cinnamon Saingan untuk Piala Citra
ShowBiz
Buku 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' Diadaptasi Jadi Film, Wregas Bhanuteja Pimpin Produksi
Buku best seller 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' karya dr. Andreas Kurniawan akan diadaptasi menjadi film oleh Wregas Bhanuteja.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Buku 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' Diadaptasi Jadi Film, Wregas Bhanuteja Pimpin Produksi
Bagikan