MerahPutih.com - Perjalanan hidup Buya Hamka, mulai dari masa kecil di Maninjau, Sumatera Barat, hingga menuntut ilmu ke Mekah, diangkat dalam film terbaru berjudul Hamka Awal Mula Vol. 3.
Film yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 19 November 2026 ini menyoroti proses pencarian jati diri, konflik keluarga, serta cita-cita Hamka dalam membangun Islam di Indonesia.
Disutradarai Fajar Bustomi, film ini menghadirkan Vino G. Bastian sebagai Hamka, bersama Laudya Cynthia Bella dan Alfie Alfandi. Skenarionya ditulis oleh Cassandra Massardi dan Alim Sudio.
Cerita Hamka menelusuri masa pembentukan karakter sang tokoh, termasuk hubungan dengan keluarga, perjalanan memperdalam ilmu agama, hingga pertemuannya dengan Siti Raham, perempuan yang kemudian menjadi sosok penting dalam kehidupannya.
Baca juga:
Masa Kecil Hamka di Maninjau dan Konflik dengan Ayah
Kisah bermula ketika Hamka masih tinggal di Maninjau, Sumatera Barat. Sejak kecil, ia menunjukkan ketertarikan besar terhadap tradisi dan sastra. Namun, minat tersebut tidak selalu sejalan dengan pendidikan agama yang dijalaninya di pesantren.
Hamka kerap mengabaikan pelajaran dan terlibat perselisihan dengan ayahnya. Perbedaan pandangan di antara keduanya menjadi salah satu konflik yang mewarnai masa muda Hamka ketika ia berusaha menemukan jalan hidupnya sendiri.
Persoalan keluarga semakin kompleks setelah ibu Hamka bercerai dengan ayahnya. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya sebelum memutuskan pergi ke Mekah.
Pengalaman masa kecil dan dinamika keluarga itu menjadi latar bagi perjalanan Hamka dalam membentuk pandangan serta menentukan arah kehidupannya.
Baca juga:
Tak Semua Adegan Novel Masuk Film, Leila S Chudori Ungkap soal Adaptasi 'Laut Bercerita'
Perjalanan ke Mekah dan Cita-Cita Membangun Islam di Indonesia
Keputusan Hamka pergi ke Mekah bukan semata-mata untuk memperdalam pengetahuan agama. Di sana, ia juga mempelajari organisasi dan sistem manasik haji, sekaligus mematangkan cita-citanya untuk berkontribusi dalam perkembangan Islam di Indonesia.
Meski berada jauh dari kampung halaman, persoalan dengan sang ayah tidak serta-merta berakhir. Konflik keluarga masih membayangi Hamka saat ia berusaha menentukan pilihan hidupnya.
Di tengah pergulatan tersebut, Hamka bertemu Siti Raham. Kehadiran perempuan itu menjadi sumber inspirasi dan dukungan dalam perjalanan hidupnya.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu bagian personal yang diangkat dalam film Hamka, di samping kisah pencarian jati diri dan upaya Hamka mewujudkan cita-citanya.
Melalui Hamka Awal Mula Vol. 3, Fajar Bustomi mengangkat sisi personal seorang tokoh yang dikenal melalui kiprahnya di bidang agama dan sastra. Cerita tidak hanya berfokus pada perjalanan Hamka sebagai tokoh publik, tetapi juga menampilkan pergulatan keluarga, pencarian identitas, dan hubungannya dengan Siti Raham. (Tka)