'The Devil Within: Satgat' Meluncur di PC 21 November, Switch Masih 2025
The Devil Within: Satgat. (Foto: Steam)
MerahPutih.com - Platformer aksi 2.5D The Devil Within: Satgat akan meninggalkan Early Access dan diluncurkan untuk PlayStation 5 dan PC melalui Steam pada tanggal 21 November, demikian pengumuman pengembang Newcore Games. Versi Switch yang diterbitkan oleh CFK akan menyusul pada tahun 2025.
The Devil Within: Satgat pertama kali diluncurkan dalam Early Access untuk PC pada tanggal 9 April, dan selama tujuh bulan telah melihat berbagai pembaruan berdasarkan masukan dan saran komunitas yang membantu membentuk rilis final.
The Devil Within: Satgat mengikuti kisah Kim Rip, seorang pendekar pedang mengalami amnesia dan mencoba memahami dunia yang kini sunyi dikuasai oleh para iblis.
Pemain akan melintasi berbagai peta dan mengungkap misteri dunia sambil terlibat dalam pertempuran penuh gaya melawan musuh tangguh dari menara Ebon Sting.
Baca juga:
Sebelumnya, Ebon Sting tiba-tiba muncul di negeri Joseon. Minyak yang keluar dari menara itu pada awalnya dianggap sebagai berkah, tetapi segera berubah menjadi mimpi buruk yang mengerikan karena mengubah penduduk negeri itu menjadi makhluk tanpa jiwa. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme