Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

The Crew, Supergrup Leburan Suicidal Tendencies, Rancid dan Pennywise

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 26 Mei 2021
The Crew, Supergrup Leburan Suicidal Tendencies, Rancid dan Pennywise

Supergrup The Crew beranggotakan Suicidal Tendencies, Rancid, dan Pennywise. (loudwire)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMBENTUK sebuah grup super lagi tren. Setelah rapper top Snoop Dogg, Ice Cube, E-40, dan Too Short membentuk supergrup hip-hop bernama Mt Westmore, dari skena musik indie muncul supergrup bernama Beachy Head, diwakili personel dari Slowdive dan The Flaming Lips.

Musisi di kancah musik yang lebih keras tak mau kalah. Para personel Rancid, Pennywise, dan Suicidal Tendencies mendirikan supergrup baru bernama The Crew. Grup itu menampilkan penyanyi Tim Armstrong dan pemain bass Matt Freeman dari Rancid, gitaris Pennywise Fletcher Dragge, drummer Byron McMackin, dan vokalis Suicidal Tendencies Mike Muir.

Sebagai tanda perkenalan, The Crew membagikan debut mereka berjudul One Voice pada 18 Mei.

BACA JUGA:

Personel The Flaming Lips dan Slowdive Bentuk Supergrup ‘Beachy Head’

“Berkolaborasi dengan Tim Armstrong, Mike Muir, dan Matt Freeman merupakan pengalaman yang luar biasa. Aku dan Byron McMackin sudah lama bekerja bersama,” ucap Dragge yang juga menulis lagu tersebut seperti dilansir NME, Kamis (19/5).

Debut tersebut akan dirilis dalam bentuk fisik vinyl tujuh inci. Nantinya, hasil penjualan tersebut akan bermanfaat bagi Musack, sebuah oragnisasi nonprofit asal Amerika Serikat yang menyediakan alat musik untuk anak-anak dan para pendidik.

Sisi A dari vinyl akan menampilkan lagu One Voice, sedangkan sisi B memuat lagu One In A Million dari Rippy and the Sillyettes, band yang dibentuk dari organisasi Musack. Vinyl tujuh inci ini akan hadir dalam lima warna berbeda dan dibatasi hanya 500 kopi.

Album ini akan rilis pada Juli 2021. Saat ini, fan sudah bisa melalukan pre-order pada situs Stay Free Recordings Bandcamp.

“Menonton orang-orang ini meletakkan merek dagang pribadi mereka sendiri pada lagu ini sungguh luar biasa! Menurutku kita semua sangat bersemangat dengan produk akhir, dan bisa menyumbangkan hasil ke Muscack juga terasa luar biasa,’ tambah Dragge.

View this post on Instagram

A post shared by Musack (@musackrocks)

Rancid adalah band punk rock asal California, Amerika Serikat, yang terbentuk pada 1991. Band ini menjadi salah satu band yang menghidupkan arus punk rock selama pertengahan 90-an.

Sama-sama berasal dari California, Pennywise lebih dulu terbentuk, yakni pada 1988. Nama band ini diambil dari monster badut dari novel horor Stephen King, It. Sementara itu, Suicidal Tendencies merupakan band punk hardcore yang terbentuk pada 1980. Mike Muir menjadi satu-satunya anggota asli band yang tersisa sampai saat ini. (far)

#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan