Tetap Sehat di Musim Kemarau, Santap Salad Sebanyak-banyaknya

Rina GarminaRina Garmina - Rabu, 20 September 2017
Tetap Sehat di Musim Kemarau, Santap Salad Sebanyak-banyaknya

Cahaya matahari. (Foto: Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEMARAU telah datang. Debu pun jadi lebih mudah bertebaran. Ayo jaga kesehatan Anda. Jangan sampai kemarau membuat Anda sakit.

Ini empat cara menjaga agar Anda tetap sehat di musim kemarau.

1. Konsumsi air

Jangan bosan dengan saran yang satu ini. Mengonsumsi air merupakan cara tercepat menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh di musim panas. Minum air bening minimal 2 liter air dalam sehari. Asupan air akan membuat tubuh terhindar dari dehidrasi. Minuman lain yang wajib dilirik ialah yogurt dan teh hijau. Yogurt memang dirancang untuk dikonsumsi pada musim panas. Teh hijau menangkal dehidrasi.

2. Olahraga

Meski cuaca panas, Anda mesti tetap olahraga. Untuk menghindari sengatan cahaya matahari, berolahraga lah sebelum pukul 10 pagi. Pilihan olahraga terbaik yang dilakukan selama musim kemarau ialah renang dan aerobik. Air renang yang membasahi kulit akan menyegarkan tubuh.

3. Makan Buah

Saat musim panas tiba, banyak orang mengabaikan jenis makanan yang dikonsumsi. Di musim kemarau seperti sekarang, Anda sebaiknya mulai memilah jenis makanan. Buah merupakan penangkal dehidrasi terbaik, khususnya semangka. Kandungan air semangka amat tinggi. Anda akan tetap merasa dingin. Dehidrasi juga menjauh. Buah lain yang dapat dipilih adalah stroberi.

4. Santap sayuran hijau dan oranye

Konsumsi lah sayuran hijau dan oranye sebanyak mungkin. Anda dapat menikmatinya dalam bentuk salad. Karotenoid pada sayuran hijau dan oranye akan diubah tubuh menjadi vitamin A yang berperan melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Kulit Anda juga terbebas dari kekeringan. Sayuran yang wajib dimakan selama musim kemarau ialah wortel.

Jangan lupa, pertimbangkan empat hal tersebut jika ingin tetap sehat di musim kemarau seperti sekarang! (*/berbagai sumber)

Simak informasi mengenai musim kemarau lain pada artikel Kemarau, Peternak Di Lereng Merapi Kini Butuh 6 Jam Kumpulkan 2 Karung Rumput.

#Musim Kemarau #Kemarau #Kesehatan #Dehidrasi #Air Minum
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Rina Garmina

Cooking Mama :)
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Danau Cinere Mengering, Dasar Danau Dikeruk untuk Menambah Kedalaman
Sejumlah kendaraan melintasi kamera pengawasa tilang elektronik (ETLE) di Jalan Jenderal Sudirman, Kawasan Senayan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 19 Oktober 2026
Danau Cinere Mengering, Dasar Danau Dikeruk untuk Menambah Kedalaman
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan