Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Kesehatan

Terobosan Kesehatan yang Mengubah Dunia Medis pada 2021

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 09 Desember 2021
Terobosan Kesehatan yang Mengubah Dunia Medis pada 2021

Inovasi pada bidang medis di tahun 2021 bukan hanya vaksin COVID-19(Foto: Pexels-MART PRODUCTION)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMANG ada satu penemuan besar menominasi berita utama kesehatan pada tahun 2021. Mau tidak mau fokus pemeberitaan selama pandemi adalah mengenai penemuan vaksin. Namun, juga ada banyak inovasi luar biasa lainnya yang menjadikan tahun ini benar-benar tidak seperti sebelumnya.

Berikut terobosan medis dan kesehatan paling kuat tahun 2021 yang disusun Prevention berdasarkan perbincangan dengan dokter terkemuka, pakar penyakit, peneliti, dan pembuat kebijakan.

Baca Juga:

Kolaborasi untuk Memberikan Proteksi Kepada Penumpang Pesawat

Lebih dari sekadar vaksin COVID-19

medis
Teknologi mRNA dalam vaksin COVID-19 sedang diteliti untuk penyakit menular lain. (Foto: Max Pixel)


Meskipun pandemi telah mengubah dunia selama hampir dua tahun, hal itu juga menyebabkan beberapa kemajuan medis yang luar biasa. Kamu sekarang bisa tes screening COVID-19 di rumah dengan hasil dalam 15 menit. Kamu dapat melakukan swab sebelum mengunjungi kakek atau mengantar anak ke sekolah. Ada obat dan perawatan baru untuk menjaga pasien COVID-19 agar tidak sakit parah. Dan tentu saja, berita terbesar dari semuanya adalah bahwa jutaan orang Indonesia telah menyingsingkan lengan baju mereka untuk mendapatkan vaksin yang aman dan sangat efektif.

Penemuan dalam vaksin COVID-19 ini mungkin akan terus berlanjut selama bertahun-tahun yang akan datang. Para peneliti sedang menguji apakah teknologi mRNA baru dalam dua vaksin COVID-19 suatu hari nanti dapat melindungi terhadap penyakit menular seperti rabies, Zika, HIV, kanker kulit, payudara, usus besar, dan banyak lagi. Inilah terobosan dunia medis terbesar.

Penggunaan psikedelik untuk terapeutik

medis
Hasil penelitian terbaru tahun ini telah memperkuat potensi terapeutik dari psikedelik. (Foto: usnews.com)


Obat-obatan psikedelik telah puluhan tahun penggunaannya untuk keperluan rekreasi dilarang. Namun, tahun ini penggunaan psikedelik seperti magic mushrooms di bidang penelitian psikologis, mencapai tahapan baru. Hanya dalam waktu satu tahun, institusi besar termasuk New York University dan University of California, Berkeley, AS, membuka pusat khusus, dan lebih dari 100 penelitian saat ini sedang meneliti LSD, MDMA, dan psilocybin dalam jamur karena kemampuannya membantu mengatasi masalah sakit kepala hingga anoreksia untuk kesehatan mental.

Hasil penelitian terbaru tahun ini telah memperkuat potensi terapeutik mereka, dengan satu penelitian menunjukkan bahwa MDMA berhasil mengobati PTSD parah dan yang lain menunjukkan bahwa psilocybin mengurangi gejala depresi berat seefektif antidepresan harian.

“Hanya satu atau dua dosis psikedelik dalam pengaturan yang didukung dapat memberikan peningkatan yang cepat dan mendalam,” kata Natalie Gukasyan, MD, direktur medis dari Center for Psychedelic & Consciousness Research di Johns Hopkins Bayview Medical Center, Baltimore, yang menekankan bahwa hasil ini berlaku untuk psilocybin bila digunakan dalam konteks terapeutik. Tidak hanya psikedelik ilegal di luar lingkungan penelitian hampir di mana-mana, tetapi pengaturan terkontrol dengan profesional terlatih dapat membantu mengurangi efek tripping yang buruk.

Cara mudah deteksi kanker

medis
Teknologi penyaringan sampel darah untuk fragmen DNA dapat mendeteksi lebih dari 50 jenis kanker. (Foto: medicaldevice-network.com)


Para dokter selalu mengatakan, deteksi dini adalah kunci untuk bertahan dari kanker, tetapi hanya beberapa tes (termasuk Pap smear, mammogram, skrining paru-paru, dan kolonoskopi) untuk mendeteksi kanker pada tahap yang paling dapat disembuhkan.

Itulah mengapa teknologi baru yang menyaring sampel darah untuk fragmen DNA dari lebih dari 50 jenis kanker menghasilkan kegembiraan yang luar biasa. Tes Galleri memberi tahu dokter jika kamu memiliki sinyal untuk penyakit tersebut dan menunjukkan dari organ mana penyakit itu berasal.

Hasil sementara dari uji klinis yang melibatkan 6 ribu orang berusia di atas 50 tahun menunjukkan bahwa tes tersebut membantu mendiagnosis 29 orang yang tidak tahu bahwa mereka menderita kanker paru-paru, ovarium, rektum, leher, payudara, dan pankreas, antara lain— untuk banyak di antaranya, ada tidak ada tes skrining lainnya. Tehnik biopsi cair ini, yang dimaksudkan untuk melengkapi alat skrining lain yang tersedia, tengah melalui proses mendapatkan persetujuan FDA, AS.

Baca Juga:

Pore Strip Merusak Kulit? Ini Kata Dermatolog

Cara baru mengetahui masa subur

medis
Alat tes ini mengukur dua jenis hormon untuk menguatkan identifikasi masa suburmu. (Foto: techcrunch.com)


Ketika kamu ingin hamil, setiap proses bisa menyiksa. Tes kesuburan di rumah untuk meningkatkan kemungkinan telah ada untuk sementara waktu, tetapi sebagian besar memindai urin hanya untuk satu hormon. Perangkat OOVA baru yang mudah digunakan, didukung oleh Rumah Sakit Mount Sinai New York, AS, mengukur dua jenis hormon untuk lebih menguatkan mengidentifikasi "jendela" masa suburmu. Hormon pertama adalah luteinizing yang naik sebelum telur dilepaskan. Hormon kedua adalah progesteron yang dipicu tepat setelah ovulasi.

Melacak keduanya meningkatkan akurasi sehingga mendekati keandalan tes darah, kata Serena H. Chen, M.D., seorang profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Rutgers Robert Wood Johnson Medical School di New Jersey, AS. Sebuah aplikasi di ponsel juga tersedia untuk membaca strip tes setiap hari dan dengan jelas mengungkapkan waktu terbaik untuk sibuk membuat bayi.

Kemajuan penemuan obat Alzheimer

medis
Biogen's Aduhelm menjadi obat Alzheimer baru pertama yang disetujui oleh FDA. (Foto: khn.org)


Tahun ini dunia medis juga mencapai tonggak sejarah untuk obat-obatan baru untuk penyakit Alzheimer, penyebab paling umum dari demensia. Biogen's Aduhelm menjadi obat baru pertama yang disetujui oleh FDA dalam hampir 20 tahun, meskipun persetujuan tersebut tetap kontroversial.

Selain itu, donanemab dari Eli Lilly mendapat status Breakthrough Therapy setelah sebuah penelitian di New England Journal of Medicine bulan Mei menemukan bahwa orang dengan Alzheimer tahap awal mendapat skor lebih baik pada tes fungsi kognitif tertentu setelah satu setengah tahun infus bulanan, dibandingkan dengan mereka yang menerima plasebo.

Meskipun kita masih jauh dari penyembuhan, "Tidak pernah ada waktu yang lebih menarik dalam penelitian terapi Alzheimer," kata Maria Carrillo, Ph.D., kepala petugas sains di Alzheimer's Association, yang mencatat bahwa persetujuan pertama obat dalam kategori baru secara historis memperkuat penelitian di bidang ini, dan meningkatkan investasi yang mengarah pada lebih banyak inovasi. (aru)

Baca Juga:

Pisah Kamar Demi Kesehatan? Kenapa Tidak

#Kesehatan #Teknologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Tekno
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Redmi Note 17 Pro Max muncul di sertifikasi NBTC Thailand. HP itu membawa kamera 200MP dan baterai 10.000mAh.
Soffi Amira - Selasa, 21 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Tekno
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
OPPO Find X10 kabarnya meluncur September 2026. HP ini sudah lolos sertifikasi dan siap diluncurkan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
Indonesia
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Pemerintah diharap dapat memastikan distribusi manfaat ekonomi dari AI berlangsung lebih adil.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Tekno
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Redmi Note 17 versi global kini sudah bocor. Namun, HP tersebut akan meluncur sebagai POCO M8 Power.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Tekno
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Redmi Note 17 Pro resmi meluncur di Tiongkok. HP ini membawa baterai 9.000mAh. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Tekno
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Redmi Note 17 resmi meluncur di Tiongkok. HP ini memadukan layar dan baterai besar. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Tekno
OPPO Find X10 Pro Max Bocor! Usung 3 Kamera 200MP dan Chip 2nm, Jadi Flagship Paling Gahar?
OPPO Find X10 Pro Max kabarnya akan membawa tiga kamera 200MP. HP tersebut digadang-gadang sebagai flagship paling gahar.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
OPPO Find X10 Pro Max Bocor! Usung 3 Kamera 200MP dan Chip 2nm, Jadi Flagship Paling Gahar?
Tekno
Redmi Note 17 Series Meluncur 14 Juli 2026, ini Bocoran Spesifikasi yang Sudah Terungkap
Spesifikasi Redmi Note 17 dan Note 17 Pro kini sudah terungkap. HP itu akan rilis 14 Juli 2026.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
Redmi Note 17 Series Meluncur 14 Juli 2026, ini Bocoran Spesifikasi yang Sudah Terungkap
Tekno
Bocoran Harga Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra, Tembus Rp 56 Juta!
Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra akan rilis 22 Juli 2026. Kini, bocoran harganya sudah terungkap.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
Bocoran Harga Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra, Tembus Rp 56 Juta!
Tekno
Biaya Produksi iPhone 18 Pro Max Naik Drastis, Ternyata ini Penyebabnya
Biaya produksi iPhone 18 Pro Max kemungkinan akan naik. Hal itu dikarenakan harga komponennya meningkat hampir Rp 5,4 juta.
Soffi Amira - Jumat, 10 Juli 2026
Biaya Produksi iPhone 18 Pro Max Naik Drastis, Ternyata ini Penyebabnya
Bagikan