Ternyata Begini Asal-Usul Bubur Memek, Takjil Khas dari Simeulue

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 22 Maret 2024
Ternyata Begini Asal-Usul Bubur Memek, Takjil Khas dari Simeulue

Sejarah Bubur Memek, panganan tradisional Simeulue punya beragam versi. (Foto: YouTube/BEBEH CHANNEL)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ada saja nama-nama makanan unik yang bikin geger. Salah satunya bubur memek yang berasal dari Simeuleu, Aceh. Panganan ini lazim tersua ketika Ramadan dan jadi takjil atau makanan manis untuk berbuka puasa.

Meski namanya nyeleneh, bubur memek telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia pada 2019.

Uswatun Hasanah dalam Masyarakat Desa Air Dingin Kecamatan Simeulue Timur dalam Melestarikan Makanan Tradisional (Memek), bubur Memek diciptakan pada masa pendudukan Jepang.

Kala itu, warga Simeulue berupaya menyembunyikan beras mereka agar tidak disita oleh pasukan pendudukan Jepang. Mereka memutuskan tidak memasak karena asap hasil pembakaran bisa terlihat oleh tentara Jepang.

"Beras tersebut dikunyah mentah-mentah dengan buah pisang, dan kunyahan tersebut menghasilkan suara gemeretak yang disebut mamemek. Setelah Jepang meninggalkan Simeulue, nama mamemek berubah menjadi memek," ungkap Uswatun.

Baca juga:

Takjil Sehat, Kolak Pisang Bisa Jaga Tubuh Tetap Bertenaga



Abdul Karim, salah satu narasumber Uswatun, mempunyai versi lain. Memek dikreasi secara tidak sengaja saat Simeulue belum banyak penghuni. Jarak tempuh antar kampung sangat jauh. Kendaraan pun masih terbatas.

Medan perjalanan juga berat. "Melewati gunung, bukit, dan lembah. Sehingga apabila berpergian masyarakat harus membawa bekal dalam perjalanan seperti beras, garam, gula, ikan, dan kelengkapan lainnya," ungkap Uswatun.

Suatu ketika, ada rombongan warga yang kehabisan bekal perjalanan, hanya tersisa beras ketan. Padahal perjalanan menuju tempat tujuan masih sangat jauh.

Sebagai pengganjal perut dalam kondisi darurat, masyarakat setempat mengunyah langsung sisa beras ketan yang ada.

Baca juga:

10.000 Takjil Gratis Selama Ramadan, Ribuan Warga Padati Masjid Zayed Solo

Namun, rasa beras ketan itu tidak enak sama sekali. Mereka lalu menemukan kebun pisang warga yang sudah masak. Mereka kemudian mencampur beras dan pisang, mengaduknya dengan tangan sehingga cita rasanya bertambah. Tak lama, mereka berjumpa pepohonan kelapa.

Lalu mereka mengolah kelapa, mengaduknya dengan pisang, beras. Diberi kuah santan secara bersamaan. Ternyata masyarakat setempat sangat menyukai cita rasa campuran beras ketan, pisang, dan kelapa itu.

"Lambat laun masyarakat setempat mulai membuat olahan makanan yang kemudian diberi nama memek seperti yang sudah dikenal pada saat ini," sebut Uswatun. (dru)

Baca juga:

Penjualan Takjil Meningkat Pesat di Tokopedia

#Menu Buka Puasa #Menu Takjil #Ramadan
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Indonesia
3 Kader Muhammadiyah Gugat Keabsahan Sidang Isbat Ramadan ke MK
Mahkamah Konstitusi menggelar sidang uji materiil UU Peradilan Agama terkait sidang isbat Ramadan. Kader Muhammadiyah menggugat Pasal 52A yang dianggap diskriminatif terhadap metode hisab.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
3 Kader Muhammadiyah Gugat Keabsahan Sidang Isbat Ramadan ke MK
Fashion
Dari Panggung ke Warisan, Ramadan Runway 2026 Kenang Desainer Legendaris
Ramadan Runway berhasil mencatatkan omzet sebesar Rp 7,9 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Dari Panggung ke Warisan, Ramadan Runway 2026 Kenang Desainer Legendaris
Indonesia
Maknai Idulfitri 2026, MUI Tekankan Pentingnya Hidup Efisien
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis, mengajak umat Islam menjaga kebersamaan dan nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan
Frengky Aruan - Jumat, 20 Maret 2026
Maknai Idulfitri 2026, MUI Tekankan Pentingnya Hidup Efisien
Fashion
Sentuhan Etnik Jadi Tren Baru Identitas Modest Wear di Hari Raya
Tren modest wear kini tak hanya berkembang secara global, tetapi juga semakin menguatkan akar lokalnya.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 Maret 2026
Sentuhan Etnik Jadi Tren Baru Identitas Modest Wear di Hari Raya
Indonesia
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Selain itu, Amati Lelungan memberi kesempatan bagi alam untuk memulihkan keseimbangan, dan Amati Lelanguan mendorong kejernihan batin dengan melepaskan hiburan duniawi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Indonesia
One Way Nasional Diberlakukan di Jalan Tol, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Jalan Arteri
Sebelum one way nasional ini diberlakukan, polisi lebih dulu membersihkan lajur dan rest area.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
One Way Nasional Diberlakukan di Jalan Tol, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Jalan Arteri
Indonesia
7 Terminal Utama di Jakarta Sudah Dipadati Penumpang, Peningkatan Capau 82 Persen
Syafrin juga berujar, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, terjadi kenaikan jumlah penumpang meski tidak signifikan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
7 Terminal Utama di Jakarta Sudah Dipadati Penumpang, Peningkatan Capau 82 Persen
Indonesia
Ribuan Pemudik Padati Area Pelabuhan Ciwandan, Puncak Mudik Sudah Terasa
Berdasarkan pantauan di lapangan, pada Rabu dini hari volume kendaraan roda dua mengalami lonjakan yang sangat signifikan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
Ribuan Pemudik Padati Area Pelabuhan Ciwandan, Puncak Mudik Sudah Terasa
Indonesia
Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Jerigen Kimia Sumber Ledakan Masjid Jember
Polisi telah memasang garis polisi dan mensterilkan lokasi TKP ledakan masjid agar tidak didekati warga.
Wisnu Cipto - Selasa, 17 Maret 2026
Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Jerigen Kimia Sumber Ledakan Masjid Jember
Indonesia
Pemkab Bandung Sediakan Wifi Gratis Kecepatan 100 Mbps di 21 Titik Posko Mudik
Diskominfo juga menyediakan informasi kondisi lalu lintas melalui kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan sistem milik Dinas Perhubungan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Maret 2026
Pemkab Bandung Sediakan Wifi Gratis Kecepatan 100 Mbps di 21 Titik Posko Mudik
Bagikan