Merahputih.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi resmi memberlakukan sistem satu pintu dengan pola buka-tutup di Terminal Ajyad, Makkah, guna mengatur kepulangan jemaah haji Indonesia dari Masjidil Haram menuju hotel.
Kebijakan ini bertujuan utama menjamin keselamatan jiwa dan mengurai kepadatan massa saat mengantre bus Shalawat, terutama pada jam sibuk selepas salat fardhu.
Baca juga:
Timwas Haji DPR RI Sidak Layanan di Tanah Suci, Hotel Sempit Jadi Sorotan Utama
Evaluasi Kecelakaan dan Penataan Fasilitas
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menjelaskan bahwa kebijakan ini lahir dari evaluasi pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya. Ketiadaan pembatas antara koridor jemaah dan jalur bus pada masa lalu terbukti membahayakan keselamatan jemaah karena kondisi antrean yang tidak beraturan.
"Tahun-tahun sebelumnya memang belum ada pagar pembatas antara koridor jemaah dengan bus, sehingga jemaah bisa langsung naik namun tidak beraturan dan membahayakan," ungkap Syarif di Terminal Ajyad, Makkah, Senin (11/5).
Insiden jemaah terjatuh hingga tertabrak bus sempat terjadi akibat situasi yang sulit ditertibkan. Tahun ini, Terminal Ajyad menyediakan koridor khusus pejalan kaki dan pintu masuk tunggal menuju area terminal bus Shalawat.
Petugas mengatur bus sesuai urutan nomor rute dan hanya membuka pintu akses ketika bus kosong telah siap di posisi. Saat kapasitas kursi bus terpenuhi, kendaraan segera berangkat dan pintu terminal menutup sementara hingga armada berikutnya tiba.
Edukasi Jemaah dan Rencana Pengaturan Bertahap
Meski bertujuan baik, sebagian jemaah haji masih menganggap penutupan pintu terminal sebagai upaya menghalangi kepulangan mereka.
Syarif menegaskan bahwa pola buka-tutup murni untuk kepentingan keselamatan. Berdasarkan pantauan lapangan, sistem ini terbukti efektif mengangkut jemaah menuju kawasan Misfalah dalam waktu hanya 58 menit setelah salat Isya.
"Sistem buka-tutup itu sebenarnya untuk kepentingan keselamatan jemaah," tegas Syarif.
Baca juga:
125 Ribu Lebih Jemaah Calon Haji Indonesia Sudah Tiba di Tanah Suci
PPIH pun mengimbau ketua regu, ketua rombongan, dan ketua kloter untuk memberikan pengertian agar jemaah tetap sabar dan tidak berbondong-bondong menuju terminal.
Ke depan, saat seluruh jemaah haji Indonesia berkumpul di Makkah, PPIH berencana mengatur waktu kepulangan secara bertahap. Jemaah diimbau keluar dari Masjidil Haram secara mencar, mulai dari satu hingga dua jam setelah salat, guna meminimalisir risiko dehidrasi dan penumpukan massa di terminal.
PPIH juga tengah mengupayakan pengoperasian dua pintu di Terminal Ajyad untuk lebih memperlancar arus pergerakan jemaah.

