Terdampak Corona, Pedagang Pasar Tradisional DIY Gratis Bayar Retribusi
Ilustrasi pembeli sembako di salah satu pasar di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Foto: MP/Teresa Ika
MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan keringanan pembayaran retribusi kepada para pedagang pasar tradisional. Pasalnya, sejak mewabahnya virus Corona pendapatan para pedagang pasar tradisional di wilayah DIY turun drastis.
Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul DIY membebaskan pembayaran retribusi para pedagang pasar tradisional. Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul Sukrisna Dwi Susanta mengatakan pembebasan ini berlaku selama satu bulan.
Baca Juga
"Kami gratiskan seluruh pedagang selama bulan April. Dari tanggal 1 sampai 30," tegas Sukrisna di Yogyakarta, Rabu (15/4)
Ia melanjutkan tempo penggratisan akan dievaluasi akhir bulan. Jika pandemic Confid-19 belum berakhir, pengratisan bisa saja berlanjut hingga bulan Mei. Dia berharap gratisan ini bisa meringankan beban para pedagang sekaligus tetap menjaga ketersediaan pasokan.
Keringanan pembayaran retribusi juga diterapkan oleh pemerintah kota Yogyakarta. Kepala Disperindag Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, mengatakan besaran keringanan retribusi yang diberikan kepada pedagang pasar berbeda-beda. Jumlahnya didasarkan pada beberapa variabel-variabelnya.
"Misalnya tipe pasar, dagangan apa yang dijual, besaran kios, dan lain-lain. Semuanya akan dihitung sistem. Karena kita sudah pakai e-retribusi, jadi sesuai sistem," kata dia.
Potongan retribusi paling besar sejumlah 75%. keringanan retribusi ini sudah berlaku sejak 1 April 2020 dan diberlakukan selama bulan April dan Mei.
Selain memberikan retribusi pemerintah daerah juga mengurangi jadwal operasional pasar tradisional. Pasar tradisional hanya boleh beroperasi maksimal pukul 13.00 WIB.
Baca Juga
Disamping itu pemerintah memberikan sabun pencuci tangan di pintu masuk dan keluar pasar. Seluruh pedagang ataupun pengunjung pasar wajib untuk mencuci tangan sesering mungkin. Para pedagang juga diminta menggunakan masker mulut. (*)
Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya
Bagikan
Patricia Pur Dara Vicka
Berita Terkait
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada