Terbatas dalam Industri, Musisi Indie Tetap Bisa Bersaing

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 25 Agustus 2017
Terbatas dalam Industri, Musisi Indie Tetap Bisa Bersaing

Aang Bhotax (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INDUSTRI musik di Indonesia sepertinya masih cukup menjanjikan. Terbukti setiap tahunnya ada saja lagu baru dari musisi berbeda yang meledak di pasaran.

Namun, peluang di industri musik bukan hanya dilirik oleh label papan atas, melainkan juga para musisi indie. Perlahan tapi pasti, musisi-musisi indie ini merangkak naik dan mampu bersaing dengan musisi yang dinaungi pihak label.

Arhandi atau akrab disapa Aang Bhotax, Divisi Promo & Artist Management dari Mans Entertainment, mengatakan bahwa berkembangnya musisi indie seperti sekarang tidak lepas dari kreativitas musisi dan timnya. Menurutnya, band atau musisi indie justru lebih cerdas dalam mengelola media sosial sebagai sarana promosi.

"Anak-anak indie sekarang lebih kreatif untuk membuat suatu konsep, untuk dibuat ke digital. Mereka wawasannya lebih terbuka," katanya kepada Merahputih.com di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (24/8).

Aang Bhotax pun memahami alasan di balik itu. Menurutnya, keahlian para musisi indie dalam mengelola media sosial tak lepas dari keterbatasan mereka untuk terjun di industri musik.

"Ini dipicu karena mereka tidak bisa masuk ke industri, makanya mereka bikin kanal sendiri di YouTube. Bahkan mungkin mereka enggak bercita-cita jadi artis, cuma iseng aja, tiba-tiba ada yang nawarin, enggak pakai demo segala macam," ujar Aang Bhotax.

Perkembangan teknologi memungkinkan musisi indie untuk tetap bersaing, memberi mereka kesempatan untuk berkembang. Beberapa bahkan telah memiliki fan base tersendiri, yang tentunya dapat membantu untuk mempromosikan musik mereka. (*)

Selain artikel ini Anda juga bisa baca: Media Sosial, Senjata Ampuh Label Untuk Promosi Artis.

#Musik Indie #Musik Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Lalahuta Hadirkan Interpretasi Baru 'Cobalah Untuk Setia' Lewat LSIH Part II
Lalahuta menghadirkan interpretasi baru 'Cobalah Untuk Setia' ciptaan Rieka Roeslan lewat proyek LSIH Part II dengan aransemen pop rock dan orkestral.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 29 Agustus 2026
Lalahuta Hadirkan Interpretasi Baru 'Cobalah Untuk Setia' Lewat LSIH Part II
ShowBiz
Lewat Debut Album 'Map Of Feelings', Whisnu Santika Bawa Dance Music ke Ruang yang Lebih Personal
Whisnu Santika menghadirkan sisi personal lewat album debut Map Of Feelings, memadukan dance music, lirik, emosi, dan cerita bersama sembilan kolaborator.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Agustus 2026
Lewat Debut Album 'Map Of Feelings', Whisnu Santika Bawa Dance Music ke Ruang yang Lebih Personal
ShowBiz
Berawal dari Rasa Penasaran hingga Berani Mengaku, ALIKA Tuangkan Kisah Jatuh Cinta di EP 'Crush Alert'
ALIKA merilis EP debut 'Crush Alert' berisi lima lagu tentang perjalanan jatuh cinta. 'Aku Suka' dipilih sebagai focus track penutup rangkaian cerita.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Agustus 2026
Berawal dari Rasa Penasaran hingga Berani Mengaku, ALIKA Tuangkan Kisah Jatuh Cinta di EP 'Crush Alert'
ShowBiz
Gatra Rilis EP Perdana 'Ruang Lingkup', Ceritakan Realitas Kehidupan Pekerja Kantoran
Gatra merilis EP perdana 'Ruang Lingkup' berisi enam lagu tentang rutinitas, ambisi, tekanan, politik kantor, gaji, hingga persahabatan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Agustus 2026
Gatra Rilis EP Perdana 'Ruang Lingkup', Ceritakan Realitas Kehidupan Pekerja Kantoran
ShowBiz
Hursa dan Nadhif Basalamah Bicara soal Kesedihan Lewat Lagu 'Bukan Kendalimu'
Hursa dan Nadhif Basalamah berkolaborasi dalam single 'Bukan Kendalimu', rilisan kedua dari EP 'Garis Tegak' milik Lafa Pratomo bersama KithLabo.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
Hursa dan Nadhif Basalamah Bicara soal Kesedihan Lewat Lagu 'Bukan Kendalimu'
ShowBiz
Dongker Perkenalkan Dollar, Maskot yang Mewakili Kesedihan di Album 'Melankolia Radikal'
Dongker memperkenalkan Dollar, maskot yang merepresentasikan kesedihan dalam album Melankolia Radikal. Artwork album terinspirasi karya Agan Harahap.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
Dongker Perkenalkan Dollar, Maskot yang Mewakili Kesedihan di Album 'Melankolia Radikal'
ShowBiz
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
510 kembali dengan 'Heavy Lies The Crown'. Single ini mengangkat tema spiritual dan pergulatan batin.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
ShowBiz
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
NiMBY melanjutkan kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' bersama Ombags NTRL. Lagu ini mengajak pendengar berani bangkit dan mengejar mimpi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
ShowBiz
Tiga Tahun Digarap, Album 'INTONESIA' Diskoria Akhirnya Lengkap: 11 Lagu, 11 Video Musik
Album debut INTONESIA menjadi proyek panjang Diskoria selama tiga tahun. Seluruh 11 lagu kini memiliki video musik, ditutup 'Dua Mimpi' bersama Tatjana Saphira.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Tiga Tahun Digarap, Album 'INTONESIA' Diskoria Akhirnya Lengkap: 11 Lagu, 11 Video Musik
ShowBiz
D’MASIV Keliling Lima Negara Asia, Jakarta Jadi Titik Pulang dalam Tur 'Asia Home Run'
D’MASIV menggelar tur Asia Home Run di lima negara, yakni Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Jakarta menjadi kota penutup.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
D’MASIV Keliling Lima Negara Asia, Jakarta Jadi Titik Pulang dalam Tur 'Asia Home Run'
Bagikan