Terapi Pasca Bencana untuk Sembuhkan Trauma pada Anak

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 29 November 2022
Terapi Pasca Bencana untuk Sembuhkan Trauma pada Anak

Bencana biasanya memberikan pengalaman buruk bagi kesehatan mental anak-anak. (Unsplash/Chandler Cruttenden)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TRAUMA bencana bisa begitu berdampak bukan hanya pada orang dewasa, tapi juga pada anak-anak kita? Bukan tak mungkin, ketika bencana alam itu menimpa, dampak psikis yang anak-anak derita justru lebih besar daripada luka-luka fisik yang dia alami.

Kejadian atau peristiwa darurat, seperti bencana, dapat memengaruhi mental korban yang menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, dibutuhkan trauma healing untuk para korban bencana, agar kondisi mental mereka membaik. Lalu apa yang harus kamu lakukan untuk membantu agar anak cepat sembuh dari trauma yang diderita? Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar anak tidak trauma karena bencana.

Baca Juga:

Pentingnya Mempersiapkan Anak Hadapi Bencana Alam

bencana
Anak-anak lebih berat menghadapi bencana daripada orang dewasa. (freepik/storyset)

Melansir laman Centers for disease Control and Prevention menyatakan bahwa menghadapi bencana bagi anak-anak akan lebih berat daripada orang dewasa, karena mereka masih kurang memahami apa yang terjadi. Anak-anak juga belum memilki pengalaman yang cukup untuk menghadapi kondisi-kondisi yang sulit.

Pertama, ajaklah anak untuk berdiskusi, mulai dari tentang apa yang mereka rasakan. Mengajak anak berdiskusi tentang apa yang terjadi dapat meringankan beban yang mereka alami. Anak akan merasa nyaman, terlebih lagi ketika orangtuanya yang mengajak bicara. Buat anak, orangtua adalah ruang paling hangat yang bisa mereka percayai.

Kamu juga bisa memberikan pesan terkait apa yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana. Dengan begitu, anak bisa lebih siap ketika hal yang tidak diinginkan terjadi.

Kedua, temanilah anakmu. Menemani anak pascabencana dapat membuat mereka merasa tenang dan aman. Usahakan untuk tidak meninggalkan anak-anak sendirian. Biarkan anak berada disekitar kamu atau orang dewasa yang sudah mereka kenal. Perasaan aman dan nyaman akan meningkatkan kepercayaan diri anak-anak. Rasa nyaman juga akan membuat trauma segera membaik.

Ketiga, batasi media berita selama proses trauma healing. Biasanya, setelah bencana terjadi akan banyak berita yang disiarkan di media, seperti televisi dan media sosial. Jauhkan sejenak anak-anak dari hal tersebut yang dapat membuat mereka mengingat kembali kenangan buruk tentang bencana. Sibukkan anak-anak dengan melakukan aktivitas lain.

Baca Juga:

Alasan Mengapa Anak-anak Belajar Lebih Cepat daripada Orang Dewasa

bencana
Beberapa anak membutuhkan pendampingan khusus atau waktu yang lebih lama tergantung kondisi yang dialaminya. (freepik/jcomp)

Keempat, bangun aktivitas yang menyenangkan. Ajak anak untuk melakukan aktivitas yang membuat mereka senang, seperti melakukan hobi atau kegiatan yang membuat mereka sibuk. Dengan adanya aktivitas menyenangkan yang bisa dikerjakan, anak-anak bisa lebih cepat melupakan pengalaman yang tidak menyenangkan pascabencana.

Kelima, ikut sertakan anak pada kegiatan sosial. Dalam kegiatan sosial yang berhubungan dengan penanggulangan bencana, kegiatan seperti ini dapat membantu mereka memahami kondisi pascabencana dengan lebih baik. Anak-anak juga akan memiliki pengalaman apa yang harus mereka lakukan ketika menghadapi bencana.

Lima upaya trauma healing tersebut dapat kamu lakukan untuk membantu anak pascabencana. Namun, apabila kamu melihat anak masih mengalami trauma, stres, atau cemas mungkin ada baiknya untuk minta bantuan pada tenaga profesional, seperti psikolog atau dokter anak.

Beberapa anak membutuhkan pendampingan khusus atau waktu yang lebih lama tergantung kondisi yang dialaminya. Telaah kondisi sebenarnya pada anakmu, ia akan membutuhkan tenaga profesional apabila mengalami 3 ciri sebagai berikut :

1. Emosi berlebihan.

2. Perilakunya telah merusak interaksi sosialnya.

3. Kondisi mentalnya semakin memburuk.

Bencana memang tidak dapat dihindari. Memastikan anak-anak aman secara fisik dan mental dengan melakukan trauma healing yang telah dijelaskan adalah kewajiban dari orangtua masing-masing. (DGS)

Baca Juga:

10 Cara Baik untuk Disiplin Anak

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Bagikan