Tekken 8 Tambah Fitur Ghost vs. Ghost, Bisa Nonton AI Bertarung Sendiri!
(Foto: Steam)
MerahPutih.com - Setahun sejak dirilis di PS5, Xbox Series X/S, dan PC, Tekken 8 terus disempurnakan Bandai Namco lewat update dan karakter baru.
Di Season 2 ini, gamer bisa menantikan kehadiran Anna Williams sebagai petarung baru. Tapi yang bikin penasaran, update terbaru versi 1.13 justru membawa fitur unik yang belum pernah ada sebelumnya: Ghost vs. Ghost.
Lewat fitur ini, pemain bisa menyaksikan "Ghost" atau versi AI dari karakter mereka bertarung melawan Ghost milik pemain lain di Tekken Fight Lounge. Cukup ajak pemain lain ngobrol di lounge dan pilih “Battle Ghosts”, lalu biarkan AI bertarung sendiri.
Ada lima Special Ghosts yang akan muncul sementara hingga 1 April, dan pemain yang berhasil menang bisa mendapatkan panel karakter eksklusif.
Baca juga:
Selain fitur baru, update ini juga membawa penyesuaian gameplay dan item menarik lainnya—termasuk kostum klasik Revival Costume untuk karakter legendaris Heihachi yang kini tersedia di Tekken Shop.
Buat para fans berat Tekken, update ini bukan cuma soal balancing, tapi juga pengalaman bermain yang makin seru dan penuh kejutan. Siap-siap lihat AI-mu unjuk gigi! (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme