Teh Hijau, Minuman Praktis untuk Lawan Resistensi Insulin

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 01 Juli 2024
Teh Hijau, Minuman Praktis untuk Lawan Resistensi Insulin

Teh hijau. (Foto: Unsplash/Na visky)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Resistensi insulin dapat meningkatkan risiko terkena diabetes, tetapi tidak menimbulkan gejala. Faktanya, 4 dari 10 orang dewasa di AS yang berusia 18 hingga 44 tahun mengalami resistensi insulin, sebagian besar dari mereka tidak menyadarinya.

Kabar baiknya adalah resistensi insulin dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup. Perbanyak minum air putih dan konsumsi teh hijau dapat mengatasi resistensi insulin. Teh hijau memiliki data klinis terbanyak yang mendukung perannya dalam melawan resistensi insulin.

Para peneliti menduga bahwa teh hijau membantu mengurangi risiko resistensi insulin dalam beberapa cara, termasuk menurunkan stres oksidatif, meningkatkan metabolisme glukosa, dan menghalangi penyerapan karbohidrat. Meta-analisis terkini menemukan bahwa minum teh hijau dapat membantu menurunkan kadar gula darah, yang merupakan indikator resistensi insulin.

"Teh hijau mengandung banyak polifenol, yang merupakan senyawa alami dalam makanan yang memiliki efek antioksidan dan antiperadangan," kata Alyssa Pacheco, RD, ahli diet terdaftar yang berspesialisasi dalam sindrom ovarium polikistik, seperti dikutip dari EatingWell, Senin (7/1).

Baca juga:

Teh Jahe, Alternatif Sederhana untuk Atasi Peradangan

Polifenol kuat dalam teh hijau ini mungkin juga memiliki pengaruh positif pada mikrobioma usus. Komposisi jenis bakteri di usus dapat berperan dalam risiko terjadinya resistensi insulin, serta mendukung kesehatan secara keseluruhan.

"Teh hijau mengandung banyak polifenol dan katekin yang disebut epigallocatechin gallate. EGCG berperan penting sebagai antioksidan dan dapat membantu menurunkan peradangan, yang dapat menyebabkan resistensi insulin," tambahnya.

Untuk menghasilkan teh hijau dengan rasa terbaik, sebaiknya menyeduhnya dengan benar agar rasanya tetap lembut tanpa menjadi pahit. Seduh teh hijau kantong atau daun lepas dalam air panas selama tiga menit. Kamu boleh menikmatinya dalam keadaan hangat atau pakai es biar lebih segar.

Untuk menambah rasa pada teh hijau, padukan dengan jeruk, mint, atau jahe. Misalnya, Teh Jeruk-Jahe ini dibuat dari teh hijau yang diseduh dengan jahe segar dan dibumbui dengan sedikit jus jeruk. Mint juga merupakan tambahan yang menyegarkan untuk es teh hijau. (ikh)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan