Tas Sekecil Garam Dijual Seharga Rp 947 Juta

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 01 Juli 2023
Tas Sekecil Garam Dijual Seharga Rp 947 Juta

Tas ini bukanlah buatan Louis Vuitton melainkan adalah sebuah karya kolektif seni asal New York. (Foto: Instagram/mschf)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HAMPIR tidak terlihat. Tas tangan ini ukurannya sangat kecil, hanya berukuran 657 x 222 x 700 mikron (atau kurang dari 0,03 inci lebarnya). Jangan tanya harganya, tas ini dijual dengan harga fantastis, yaitu lebih dari USD 63 ribu (setara Rp 947 juta) di lelang online Rabu lalu.

Tas berwarna hijau neon kekuningan ini didasarkan pada desain milik jenama fesyen populer, Louis Vuitton. Meski begitu, tas ini bukanlah buatan Louis Vuitton, melainkan sebuah karya kolektif seni asal New York.

Baca Juga:

Koleksi Terbaru Jenama Bottega Veneta, Tas Bentuk Paper Bag

Diberi julukan Tas Tangan Mikroskopis, jenama MSCHF yang berbasis di Brooklyn mengklaim bahwa tas tersebut cukup kecil untuk melewati lubang jarum dan lebih kecil dari sebutir garam laut. MSCHF memang terkenal membuat produk-produk nyeleneh.

View this post on Instagram

A post shared by MSCHF (@mschf)

Tas itu dibuat menggunakan teknik polimerisasi dua foton, sebuah teknologi manufaktur yang biasa digunakan untuk mencetak komponen plastik skala mikro 3D. Tas tersebut juga dijual bersama mikroskop yang dilengkapi dengan tampilan digital untuk melihatnya.

Sebuah foto promosi menunjukkan desain tas mini tersebut secara lebih rinci, memperlihatkan monogram LV khas Louis Vuitton. Desain tersebut nampaknya didasarkan pada tas jinjing OnTheGo dari label Prancis tersebut, yang saat ini dibanderol dengan kisaran harga USD 3.100 hingga USD 4.300 (Rp 46-Rp 64 juta).

Baca Juga:

Debut Rancangan Pharrell Williams untuk Louis Vuitton

Penjualan tersebut diselenggarakan oleh Joopiter, sebuah rumah lelang online yang didirikan oleh musisi Amerika, produser rekaman, dan desainer Pharrell Williams. Meskipun Williams saat ini menjabat sebagai direktur kreatif pakaian pria Louis Vuitton, kepala kreatif MSCHF Kevin Wiesner sebelumnya mengatakan kepada The New York Times bahwa kolektif tersebut tidak meminta izin label Prancis untuk menggunakan logo atau desainnya.

Desain tersebut nampaknya didasarkan pada tas jinjing OnTheGo. (Foto: Louis Vuitton)

"Pharrell menyukai topi besar, jadi kami membuatnya menjadi tas yang sangat kecil," katanya kepada surat kabar tersebut.

“Ketika objek yang dulunya berfungsi seperti tas tangan menjadi semakin kecil, status objeknya menjadi semakin abstrak hingga fungsinya hanya menjadi penanda merek murni,” sambung Wiesner.

Wiesner juga yakin tas itu adalah benda lucu karena berasal dari sesuatu yang sangat fungsional. “Tapi pada dasarnya sudah menjadi perhiasan,” tutupnya. (dsh)

Baca Juga:

Suhay Salim Bagikan Tips Cara Bikin Konten Kecantikan

#Fashion
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Disya Shaliha

Average internet voyager, surrendering to the whims of my feline rulers.
Show More

Berita Terkait

Fashion
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Merek apparel olahraga raksasa asal Jerman ini menilai desain tersebut ‘mirip secara menyesatkan’ dengan logo khas mereka, the three stripes.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Fashion
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
Batik perlu terus beradaptasi dengan perkembangan tren fesyen agar dapat memperluas pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Bagikan