MerahPutih.com - Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai Anggota DPRD DKI Jakarta lemah dalam melakukan pengawasan penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran (JFK).
Sehingga pihak JFK semena-mena mematok harga parkir kendaraan hingga tiket masuk ke penyelenggaraan rangkaian HUT Kota Jakarta itu.
Sudah seharusnya, kata Trubus, anggota Dewan Parlemen Kebon Sirih untuk melaksanakan evaluasi pihak penyelenggaraan JFK terlebih mengenai tarif parkir dan tarif masuk.
BACA JUGA: YLKI: Tarif PRJ Mahal Tapi Tidak Nyaman
"Sebaiknya DPRD segera evaluasi ini. Kalau selama ini kelihatannya seperti ada pembiaran dan melupakan fungsi yang lain. Memang DPRD lemah dalam hal pengawasan," kata Trubus saat dihubungi wartawan, Rabu (26/6).
Trubus pun menyayangkan sikap Anggota Legislatif DKI yang dirasa lemah dalam melakukan pengawasan pelaksanaan tempat hiburan tahun warga Jakarta itu.
"Baru deh setelah ada kritikan, seolah-olah bertindak," tutur dia.
Trubus menceritakan, awal mulanya Jakarta Fair yang diadakan dalam rangka HUT Jakarta ini tidak dipatok harga alias graris. Lalu dengan alasan pemeliharaan dibuatlah kebijakan dengan dikenakan tarif.
Kemudian harga tiket masuk PRJ atau JFK setiap tahun naik. Parahnya lagi, kata Trubus, kenaikan itu tak tanpa adanya sosialisasi kepada masyarakat.
Mereka hanya menggembar gemborkan JFK dibuka dari tanggal sekian sampai tanggal sekian. Tapi tidak pernah menjelaskan tarif masuk dan parkirnya sekian," ungkapnya.
BACA JUGA: Tarif Jakarta Fair Mahal, Taufik Dorong Komisi B dan C Panggil Pihak PRJ
Lebih lanjut, menurut dia, idealnya hiburan Jakarta Fair dipatok harga sebesar Rp 15 ribu bahkan tarif cuma-cuma atau gratis karen Jakarta Fair merupakan rangkaian HUT Kota Jakarta.
"Inikan ulang tahun Jakarta, seharusnya masyarakat menikmati dengan segala eventnya, tapi kok ini disuruh bayar. Harusnya seluruh fasilitas dan event yang menyangkut ultah Jakarta itu Gratis!," tutup (Asp)