Tari Guel dari Aceh, Indah dan Memesona

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 28 Desember 2024
Tari Guel dari Aceh, Indah dan Memesona

Aceh memiliki banyak tarian tradisional. (Foto: dok/travelinkmagz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Tak hanya tari Saman saja, Aceh juga memiliki banyak tari tradisional yang tak kalah indah. Salah satunya Tari Guel yang memiliki ciri khas yang tidak hanya menggambarkan keindahan gerak, tetapi juga menyimpan filosofi mendalam tentang kehidupan dan nilai-nilai masyarakat Aceh.

Tari Guel merupakan bagian dari kebudayaan yang berkembang di Aceh, khususnya di daerah pesisir dan pedalaman, dan sering dipertunjukkan dalam berbagai acara adat dan upacara penting.

Tari Guel berasal dari Aceh Tengah, sebuah daerah yang terletak di tengah provinsi Aceh. Tarian ini awalnya merupakan bagian dari tradisi masyarakat pedesaan yang sering ditampilkan pada acara-acara adat seperti pernikahan, pesta panen, atau syukuran.

Guel dalam bahasa Aceh berarti "kesenian" atau "tarian", dan kata ini digunakan untuk merujuk pada berbagai jenis tarian yang berkembang di Aceh. Tari Guel sendiri telah ada sejak zaman dahulu dan terus berkembang seiring dengan waktu, tetap mempertahankan ciri khas dan nilai budaya Aceh.

Baca juga:

Rencong, Simbol Perlawanan Penjajah Masyarakat Aceh

Tari Guel biasanya dibawakan oleh sekelompok penari yang terdiri dari perampuan dan pria. Para penari mengenakan pakaian adat Aceh yang sangat mencolok, dengan warna-warni cerah dan aksesori tradisional seperti selendang dan hiasan kepala yang menunjukkan keanggunan serta kemegahan budaya Aceh.

Salah satu ciri khas dari tari ini adalah gerakannya yang lincah, enerjik, dan terkoordinasi dengan baik antara penari satu dengan yang lainnya. Gerakan dalam Tari Guel menggambarkan interaksi antar manusia, terutama dalam hubungan sosial dan keharmonisan. Tarian ini melibatkan berbagai posisi tubuh yang dinamis, serta perpaduan antara gerakan tangan, kaki, dan tubuh yang berkesinambungan.

Salah satu aspek yang menarik dari Tari Guel adalah adanya sama-samun atau bentuk komunikasi non-verbal antara penari. Dalam penampilannya, penari tidak hanya mengekspresikan diri melalui gerakan tubuh, tetapi juga dengan ekspresi wajah yang menunjukkan kebahagiaan, kegembiraan, dan semangat.

Dalam banyak penampilan, tari ini diiringi oleh musik tradisional Aceh yang menggunakan alat-alat musik seperti rebana dan gitar Aceh. (far)

#Aceh
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Berita
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Berdasarkan prakiraan BMKG, hampir seluruh wilayah Aceh berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya pada periode 11 hingga 20 April 2026.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Indonesia
DPR Dorong Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh, Pemerintah Diminta Segera Bergerak
Komisi V DPR mendorong percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh. Langkah tersebut dinilai sangat krusial.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
DPR Dorong Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh, Pemerintah Diminta Segera Bergerak
Indonesia
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Sebabkan 2 Jembatan Darurat Ambruk
Dua jembatan darurat baru dibangun setelah bencana hidrometeorologi akhir November 2025.
Frengky Aruan - Selasa, 07 April 2026
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Sebabkan 2 Jembatan Darurat Ambruk
Indonesia
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga
Kayu hanyutan akibat banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar dimanfaatkan untuk hunian sementara hingga sumber PAD. Ini strategi pemerintah pascabencana.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga
Berita Foto
Momen Haru Halalbihalal Idulfitri 1447 H Prabowo Subianto Bersama Warga Aceh Tamiang
Presiden Prabowo Subianto mencium seorang anak saat Halalbihalal usai melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (21/3/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 21 Maret 2026
Momen Haru Halalbihalal Idulfitri 1447 H Prabowo Subianto Bersama Warga Aceh Tamiang
Indonesia
Sebut Kondisi di Aceh Sudah Normal, Prabowo: Tak Ada Lagi Warga di Tenda Pengungsian dan Listrik 100 Persen Menyala
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh berjalan sangat cepat.
Frengky Aruan - Sabtu, 21 Maret 2026
Sebut Kondisi di Aceh Sudah Normal, Prabowo: Tak Ada Lagi Warga di Tenda Pengungsian dan Listrik 100 Persen Menyala
Tradisi
Tradisi Meugang di Aceh: Momen Memasak Daging Bersama Jelang Lebaran
Tradisi Meugang di Aceh menjadi momen memasak dan menyantap daging bersama keluarga menjelang Idul Fitri, Idul Adha, dan Ramadan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Tradisi Meugang di Aceh: Momen Memasak Daging Bersama Jelang Lebaran
Indonesia
Hilang Sejak 1 Februari, Nelayan Aceh Dilaporkan Terdampar di Sri Lanka
Seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, terdampar di Sri Lanka setelah mesin perahu motor ditumpanginya rusak di Samudra Hindia.
Dwi Astarini - Sabtu, 14 Maret 2026
Hilang Sejak 1 Februari, Nelayan Aceh Dilaporkan Terdampar di Sri Lanka
Indonesia
Isu Stok BBM Tinggal 20 Hari, Polda Aceh Minta Warga tak Panik dan Terpancing
Polda Aceh meminta warga tak panik dan terpancing di tengah isu stok BBM tinggal 20 hari lagi. Polisi akan menindak tegas pelaku yang menimbun BBM.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Isu Stok BBM Tinggal 20 Hari, Polda Aceh Minta Warga tak Panik dan Terpancing
Tradisi
Meugang, Tradisi Berbagi yang Menghangatkan Ramadan di Aceh
Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh dengan menyembelih dan memasak daging, umumnya sapi atau kambing, untuk disantap bersama keluarga.
Dwi Astarini - Rabu, 04 Maret 2026
Meugang, Tradisi Berbagi yang Menghangatkan Ramadan di Aceh
Bagikan