Tanggapi Kebangkitan Komunisme, PBNU: Dari Dulu Kita Sudah Sepakat Pancasila
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
MerahPutih.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) enggan menanggapi serius soal isu kebangkitan paham komunis di Indonesia. Ormas berbasis massa Islam itu menegaskan Pancasila sudah final dan disepakati semua pihak.
"Kita sudah sepakat Indonesia negara berlandaskan Pancasila bukan komunis," kata Ketua PBNU Marsudi Syuhud di Jakarta, Selasa (19/9).
PBNU pun menegaskan menolak jika ada pemahaman yang ingin mengubah Pancasila.
"Kalau ada yang mencoba mengganti kesepakatan (Pancasila) itu ya akan kita jaga sampai kapan pun," katanya.
Hanya saja, kata dia, sebagai negara yang memiliki asas Pancasila, alangkah baiknya pemahaman itu dibarengi dengan pengamalannya.
"Tinggal pelaksanaannya, kesepakatannya sudah dan akan kita jaga bersama," imbaunya.
Lagi-lagi, isu kebangkitan komunis kembali dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu menjelang peringatan G30S/PKI, 30 September mendatang.
Pihak tersebut menemukan momentum manakala YLBHI menggelar acara seminar bertajuk "Pelurusan Sejarah Pembantaian PKI 1965" kemarin. Mereka menuding agenda tersebut untuk membangkitkan kembali paham komunis di Indonesia. (Fdi)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Ini Blakblakan Kivlan Zen Terkait Acara YLBHI Berbau PKI
Bagikan
Berita Terkait
Bantah Laporkan Panji Pragiwaksono ke Polisi, PBNU: Pelapor Bukan Bagian dari Kami
Gus Yahya Tegaskan Konflik PBNU Telah Selesai, Kepengurusan Kembali Kesemula
Hasil Rapat Konsultasi Syuriyah PBNU Sudah Final, Islah Dua Kubu Harus Terjadi
2 Kubu Berkonflik di PBNU Dikabarkan Sepakat Gelar Muktamar
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf Sampaikan Persiapan Jelang Muktamar ke-35 PBNU
Musyawarah Kubro di Lirboyo Didorong Jadi Jalan Islah Pengurus PBNU
Gus Yahya Siap Laksanakan Keputusan Musyawarah Kubro demi Islah NU
Gus Yahya Tolak Hasil Rapat Pleno, Ingatkan Tertib Anggaran Dasar
Gus Yahya Tidak Masalah Muktamar NU Mau Digelar Besok, Asal Syarat Terpenuhi
Konsesi Tambang Picu Perpecahan PBNU, Gus Yahya Rela Kembalikan ke Negara dengan Syarat