Film

Taliban Kuasai Afghanistan, Sineas Khawatirkan Kondisi Perfilman

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 23 Agustus 2021
Taliban Kuasai Afghanistan, Sineas Khawatirkan Kondisi Perfilman

'Roqaia' karya Sutradara Diana Saqeb Jamal diputar di Festival Film Venice 2019. (yimg.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUTRADARA Diana Saqeb Jamal yang film pendeknya Roqaia diputar di bagian Horizons Festival Film Venice 2019 telah berada di Kanada selama berbulan-bulan. Kunjungan ke keluarga di sana diperpanjang akibat pandemi. Meski demikian, ia sudah memesan tiket kembali ke Kabul dan merencanakan syuting panjang untuk film dokumenter baru tentang hak-hak perempuan di desa terpencil dekat Iran.

Pengambilalihan Kabul secara tiba-tiba oleh Taliban pada Minggu (15/8) sama sekali tidak diduga. Teman-teman dan keluarganya berada di kota itu; kamera, peralatan, hard drive, dan pakaiannya masih ada di apartemennya.

Ketika bersedia berbicara, ia menggambarkan kesedihan yang membebani dirinya seperti 'seluruh pegunungan Hindu Kush'.

BACA JUGA:

Kembalinya Kekuasaan Taliban di Afghanistan Setelah 20 Tahun

“Saya mencoba menghindari nostalgia masa lalu Kabul, atau bioskop kami, atau pusat budaya kami. Saya hanya berkata pada diri sendiri, 'kamu akan punya waktu untuk berduka nanti'. Semuanya sudah berlalu," kata Saqeb Jamal kepada Variety (20/8).

“Kami semua sangat berharap, dalam 10 tahun, Kabul akan menjadi contoh demokratis bagi kawasan ini. Sekarang, kami memulai lagi dari nol untuk yang ke-100 kalinya,” Saqeb Jamal menambahkan.

sineas afghanistan
Sahraa Karimi, sutradara dan kepala perusahaan Afghanistan Film yang dikelola negara. (scopez.in)

Melawan segala rintangan, perfilman Afghanistan perlahan berkembang dalam dekade terakhir, sebagian besar dipimpin oleh upaya segelintir perempuan yang gigih. Ketika seniman kembali ke negara itu setelah AS memaksa Taliban melepaskan kekuasaan pada 2001, film-film Afghanistan mulai mendapat pujian di festival-festival internasional. Banyak di antaranya dibuat oleh sutradara otodidak yang kekurangan sumber daya menghadapi ancaman kekerasan terus-menerus.

Kemajuan itu telah dilenyapkan dalam semalam dengan kembalinya kekuasaan Taliban, yang secara historis memberlakukan pembatasan yang sangat keras terhadap hak-hak perempuan dan kebebasan berekspresi.

Ketika kelompok itu menguasai sebagian besar negara pada tahun 1996, mereka segera menutup atau membom bioskop, menghancurkan televisi dan melarang musik. Ketakutan mereka akan pemikiran bebas menempatkan seniman dalam bahaya tertentu, kata Sahraa Karimi, sutradara film 'Hava, Maryam, Ayesha' yang tayang perdana di Venesia dan kepala perusahaan Afghanistan Film yang dikelola negara.

BACA JUGA:

Shahrbanoo Sadat akan Buat Film Tentang Afghanistan

“Lima tahun terakhir kami para pembuat film adalah duta budaya yang menunjukkan wajah baru Afghanistan kepada dunia,” kata Karimi kepada Variety dari Kiev sambil menyantap makanan pertamanya dalam beberapa hari.

Karimi melarikan diri ke Ukraina pada hari Senin dengan dua asistennya dan berbagai anggota keluarga setelah menarik perhatian global dengan sebuah surat terbuka yang meminta para pembuat film di seluruh dunia untuk meminta bantuan, di samping video mengerikan tentang dirinya yang berjalan di tengah kekacauan kembalinya Taliban.

Dia bersumpah untuk tidak pernah berhenti membuat film, tetapi prospek bekerja di pengasingan yang berkelanjutan sangat serius sampai-sampai dia menyebutnya "kesedihan terbesar yang saya alami dalam hidup saya."

"Saya masih shock, tapi saya yakin ketika keadaan sudah tenang saya akan mulai berpikir, 'Apa yang akan saya lakukan?'" katanya, “Berapa banyak cerita yang bisa kamu buat di Tajikistan atau Uzbekistan? Apakah kamu akan membangun seluruh Kabul di tempat lain? Itu berhasil dalam jangka pendek, mungkin, untuk satu, dua atau tiga film, tetapi tidak untuk jangka panjang.”

Seniman dan pekerja masyarakat sipil berusaha menghindari tidur di rumah mereka sendiri, yang ditandai oleh gerilyawan Taliban dengan informasi intelijen di alamat mereka, kata sebuah sumber kepada Variety. Mereka punya alasan bagus untuk bersembunyi, jelas Mani, “Hanya ada dua pilihan sekarang jika kamu berpikir secara berbeda, atau seorang intelektual, pembuat film atau artis, kamu meninggalkan negara atau Taliban datang dan membunuhmu.”

sineas afghanistan
Sineas Afghanistan yang berbasis di AS, Sonia Nassery Cole merasa putus asa. (hbscny.org)

“Kami hanya beberapa sineas perempuan di Afghanistan, mungkin 10, sehingga mereka dapat dengan mudah menemukan kami, membunuh kami, menyingkirkan kami — bahkan hanya dalam satu jam,” katanya.

Sineas Afghanistan yang berbasis di AS Sonia Nassery Cole (Black Tulip) menjelaskan bahwa sejumlah calon sineas dan juru kamera muda yang dia dan orang lain telah bimbing sekarang menghubungi dengan permohonan putus asa untuk bantuan keluar dari negaranya.

“Saya merasa sangat tidak berdaya. Bagaimana saya akan mengeluarkan kamu jika kamu bahkan tidak bisa keluar dari rumah sendiri? Ketika seluruh tentara AS tidak bisa?” kata Nassery Cole, yang saat ini berbicara dari Eropa dalam "keadaan gemetar dan tidak percaya."

“Seni akan kembali, pembuat film kembali. Ada begitu banyak bakat di negara saya, begitu banyak rasa lapar untuk menceritakan kisah mereka kepada dunia, tetapi itu semua ditutup dan didorong di balik tirai yang gelap dan gelap. Saya ragu kita akan melihat film lain dari sana selama 30 tahun ke depan,” demikian Nassery Cole.(aru)

BACA JUGA:

Eternals Tampilkan 10 Jagoan

#Film #Afghanistan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Ma Dong-seok Gabung di ‘Extraction 3’ Bareng Chris Hemsworth, Proses Produksi sudah Dimulai
'Extraction 3' akan melanjutkan kisah yang berfokus pada Tyler Rake, mantan anggota pasukan khusus yang kemudian menjadi tentara bayaran.
Dwi Astarini - 16 menit lalu
 Ma Dong-seok Gabung di ‘Extraction 3’ Bareng Chris Hemsworth, Proses Produksi sudah Dimulai
ShowBiz
'Extraction 3' Mulai Diproduksi, Joe Taslim dan Ma Dong Seok Bergabung dengan Chris Hemsworth
Extraction 3 mulai diproduksi AGBO dan Wild State untuk Netflix. Joe Taslim dan Ma Dong Seok bergabung dengan Chris Hemsworth dalam film tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Agustus 2026
'Extraction 3' Mulai Diproduksi, Joe Taslim dan Ma Dong Seok Bergabung dengan Chris Hemsworth
Lifestyle
Vin Diesel Beri Bocoran, 'Fast Forever' Mulai Syuting Desember
Vin Diesel memberikan info terbaru terkait produksi penutup franchise Fast and Furious.
Yusuf Abdillah - Rabu, 19 Agustus 2026
Vin Diesel Beri Bocoran, 'Fast Forever' Mulai Syuting Desember
ShowBiz
4 Pemeran Utama The Beatles Tiru Pose Ikonik Abbey Road, Film Sam Mendes Tayang 2028
Sam Mendes menyiapkan empat film tentang The Beatles yang tayang April 2028. Paul Mescal, Harris Dickinson, Joseph Quinn, dan Barry Keoghan menjadi pemeran utama.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Agustus 2026
4 Pemeran Utama The Beatles Tiru Pose Ikonik Abbey Road, Film Sam Mendes Tayang 2028
ShowBiz
Marvel Siapkan Kebangkitan X-Men di MCU, Film Baru Dijadwalkan Tayang 2028
Marvel Studios menyiapkan film X-Men baru yang tayang 5 Mei 2028. Sadie Sink menjadi Jean Grey, sementara Hugh Jackman disebut tak kembali sebagai Wolverine.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Agustus 2026
Marvel Siapkan Kebangkitan X-Men di MCU, Film Baru Dijadwalkan Tayang 2028
ShowBiz
Pixar Rilis Trailer Perdana 'Ghost Market', Film Horor Komedi Pertama Tayang 2028
Pixar merilis trailer perdana Ghosts Market, film animasi horor komedi pertama mereka. Film ini terinspirasi mitologi Asia dan tayang 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Agustus 2026
Pixar Rilis Trailer Perdana 'Ghost Market', Film Horor Komedi Pertama Tayang 2028
ShowBiz
Anne Hathaway Jadi Penulis Penuh Misteri di Film 'Verity', Beradu Akting dengan Dakota Johnson
Film Verity menghadirkan Anne Hathaway dan Dakota Johnson. Film ini menceritakan kisah penulis terkenal yang menyimpan rahasia.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Anne Hathaway Jadi Penulis Penuh Misteri di Film 'Verity', Beradu Akting dengan Dakota Johnson
ShowBiz
Playvul NYRA Rilis Tiga Film Pendek, Angkat Kritik Sosial lewat Cerita yang Relevan
Keberadaan film Indonesia di festival internasional juga membuka ruang bagi sineas Tanah Air untuk menemukan penonton baru.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Playvul NYRA Rilis Tiga Film Pendek, Angkat Kritik Sosial lewat Cerita yang Relevan
ShowBiz
Jacob Elordi Dikabarkan Jadi Lawan Main Scarlett Johansson di 'Scapegoat', Film Terbaru A24
Jacob Elordi dikabarkan sedang dalam pembicaraan membintangi Scapegoat garapan Ari Aster bersama Scarlett Johansson. Film ini diproduksi A24.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Jacob Elordi Dikabarkan Jadi Lawan Main Scarlett Johansson di 'Scapegoat', Film Terbaru A24
Tekno
Plus-Minus AI di Mata Bintang Hollywood Brad Pitt
Brad Pitt menilai AI bisa membantu produksi film beranggaran menengah, tetapi menolak jika digunakan untuk menggantikan aktor.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Plus-Minus AI di Mata Bintang Hollywood Brad Pitt
Bagikan