MerahPutih.com - Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Gatot Eddy Pramono mengatakan, panitia Reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212 sepakat acara hanya diisi kegiatan keagamaan.
Menurut Gatot, tidak ada kegiatan lain selain agama dalam acara yang berlangsung pada Senin (2/12)b di Lapangan Silang Monas itu.
Baca Juga:
Bantah Bermuatan Politis, Panitia Reuni 212: Tujuan Kami untuk Persatuan Bangsa
"Mereka tidak melaksanakan yang lain, selain kegiatan keagamaan," kata Gatot kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (30/11).
Diperkirakan massa yang hadir mencapai 10 ribu orang.
"Pengamanan enggak ada yang spesial," jelasnya.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Yusri Yunus menegaskan, tidak ada pengamanan khusus pada acara Reuni 212.
"Ini pengamanan biasa saja yang tidak ada penyekatan," kata Yusri.
Sebelumnya, panitia Reuni 212 mengklaim jutaan umat akan hadir dalam acara tersebut. Mereka disebut bakal memenuhi seluruh penjuru Monas.
Ketua Panitia Reuni Akbar Mujahid 212 Awit Mashuri mengatakan, massa dari beberapa penjuru kota dan luar daerah bakal datang jelang hari H.
"Estimasi peserta kurang lebih satu juta umat akan berkumpul. Kami akan terus update informasinya.," kata Awit kepada wartawan di Jakarta, Jumat (29/11).
Baca Juga:
Reuni 212, Ratusan Anggota Ormas Islam Solo Bakal Berangkat ke Jakarta
Sebagai informasi, Reuni 212 diselenggarakan untuk memperingati aksi unjuk rasa yang memprotes kasus penodaan agama oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau Reuni 212 tidak diselenggarakan kembali pada tahun ini.
Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Cholil Nafis mengatakan, Reuni 212 tidak perlu diselenggarakan karena Ahok telah menyelesaikan proses hukumnya.
Cholil menyarankan kegiatan Reuni 212 diganti dengan acara maulid Nabi Muhammad SAW untuk memotivasi masyarakat lebih mencintai Rasul. (Knu)
Baca Juga: