Tak Perlu Selalu Konsumsi Sayur dan Buah, Coba Deh Diet Sambil Makan Keju

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 17 Oktober 2024
Tak Perlu Selalu Konsumsi Sayur dan Buah, Coba Deh Diet Sambil Makan Keju

Keju beragam jenisnya. (Foto: Pexels/NastyaSensei)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Keju tidak memiliki reputasi sebagai makanan diet dibandingkan sayur dan buah. Keju memang padat kalori dan sering kali mengandung banyak lemak, tetapi nyatanya makanan ini dapat menjadi menu program diet kamu lho.

Alasannya, keju mengenyangkan lalu mengandung protein, kalsium dan nutrisi lainnya, sehingga ada ruang untuknya masuk ke dalam program penurunan berat badan yang sehat.

“Ya, Anda bisa makan keju jika Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, tetapi Anda harus memperhatikan ukuran porsinya,” kata ahli diet terdaftar Natalie Rizzo, editor nutrisi untuk TODAY.

“Keju, terutama dalam jumlah kecil, merupakan makanan pokok dalam diet Mediterania , yang dikaitkan dengan manajemen berat badan dan kesehatan secara keseluruhan.”

Baca juga:

Kaitan Konsumsi Keju dengan Kesehatan Mental yang Baik

Nah, buat kamu yang lagi diet, Rizzo mengatakan tak ada salahnya untuk mengonsumsi tiga jenis keju ini, antara lain:

1. Keju Swiss

Ini adalah keju sehat favorit Rizzo untuk menurunkan berat badan. Kandungan proteinnya sedikit lebih tinggi daripada keju lainnya, dengan 8 gram per potong. Protein dapat mengenyangkan perut dalam waktu lama sehingga kamu tidak akan makan berlebihan.

2. Stik keju mozzarella

Rizzo mencatat bahwa makanan ini memiliki profil nutrisi yang mirip dengan keju Swiss, dan menyebut keduanya sebagai camilan sangat baik untuk menurunkan berat badan.

Mozzarella memiliki lebih sedikit sodium dibanding cheddar. Lalu versi skim dari keju ini sebagian menyediakan protein dan kalsium dengan lebih sedikit kalori dan lemak dibandingkan dengan keju penuh lemak.

3. Keju Parmesan

Keju ini memiliki lebih banyak protein dibandingkan keju lainnya dan kaya akan rasa. Dengan demikian, kamu dapat menggunakan jumlah yang lebih sedikit untuk menambah rasa tanpa menambahkan terlalu banyak kalori. (ikh)

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan