Tak Mau Rugi, Petani ini Malah Bagi-bagi Cabe Gratis ke Warga
warga sedang memetik cabe gratis di kebun Widodo. (MP/Teresa Ika)
MerahPutih.com - Seorang Petani cabai di Bantul DIY, Widodo (25) punya cara unik untuk mensyukuri masalah yang terjadi padanya. Pria yang tinggal di Dusun Kalipakem, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul ini tengah merugi karena harga cabe dipasaran anjlok. Bukannya bersedih, ia malah mempersilahkan warga mengambil cabenya sepuasnya. Warga bisa memetik langsung cabe di ladangany secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya.
“Kalau dijual saya rugi. Mending saya sedekahkan sajalah. Hitung-hitung nambah persaudaraan,” katanya saat ditemui awak media di rumahnya, Selasa (19/10).
Pria yang sedari muda sudah menjadi petani ini bercerita penggratisan cabe miliknya sudah dilakukan sejak pekan lalu. Pasalanya ia mengatakan petani cabe kini tengah menderita karena anjloknya harga cabe di pasaran. Cabe satu kilo kini hanya dihargai Rp 4000. Harga itu tak sebanding dengan biaya perawatan, petik cabe dan transportasi pengantaran cabe ke pedagang. Ia menuturkan untuk membayar upah orang untuk memetik cabe, ia harus merogoh kocek Rp 50ribu perorang. Satu orang bisa memetik cabe sekitar 12 kilo perhari.
“Kalau saya jual cabe sehari 12 kilo Cuma dapat Rp48ribu, Belum termasuk harga pupuk, harga upah tanam ladang, harga transportasi dan biaya lainnya. Malah rugi banyak saya. Mending saya kasihkan ke orang biar bermanfaat,” jelasnya.
Ia mengaku bingung dengan harga cabe yang mendadak anjlok drastis. Padahal beberapa bulan lalu harga cabe sangat tinggi bahkan lebih mahal dari harga daging Sapi. Ia berharap usaha menggratiskannya ini bisa menarik perhatian pemerintah agar lebih peduli dengan nasib para petani cabe. “Kami harap dapat bantuan dari pemerintah. Supaya harga cabe ga rendah seperti sekarang,” tutur Widodo.
Petik cabe gratis ini mendadak viral di sosial media warga Yogyakarta. Warga berdatangan satu persatu ke kebun cabe milik Widodo. Ladang seluas sekitar 100x75 meter, itu pun cukup ramai dengan orang-orang yang hendak memetik cabe.
Salah seorang warga yang tengah memetik cabe Joko Sularno (54) merasa senang dengan tindakan Widodo. Awalnya ia tahu hal ini dari grup Info Cegatan Jogja (ICJ) di Facebook.
“Baru kali ini ada orang yang membagikan cabe gratis. Lumayan buat dibikin sambel,” kata Joko.
Namun, usai berbincang dengan Widodo, ia merasa prihatin dengan nasib petani saat ini. Ia berharap pemerintah bisa lebih mengambil tindakan untuk menstabilkan harga cabai dipasaran. Pasalnya selama ini harga cabai sering mengalami fluktuasi yang tidak tentu sehingga menyulitkan masyarakat dan petani. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Presiden Jokowi Serahkan Sapi Kurban Ke Bantul
Bagikan
Berita Terkait
Prabowo Ingin Anak Petani Jadi Jenderal, Gak Cuma Jago Cangkul di Sawah
Prabowo: Indonesia Tak Akan Merdeka Tanpa Jasa Petani
Update PIHPS 1 Januari 2026: Semua Kompak Naik! Harga Cabai, Bawang, Hingga Telur Ayam Bikin Dompet Menjerit
Update Harga Komoditas Pangan Jumat (26/12): Cabai Rawit Merah Makin 'Pedas' di Kantong!
Pemprov DKI Beli Cabai Dari Warga Korban Bencana, Dijual di Bawah Harga Pasar
1,4 Ton Cabai dari Aceh Bakal Beredar di Jakarta, Dijual Murah Enggak Sampai Rp 50 Ribu Per Kilo
Harga Terbaru Komoditas Pangan 22 Desember: Cabai Hingga Bawang Merah Turun
Koperasi Merah Putih Bakal Dikerahkan Turunkan Harga Cabai
KAI Commuter Siapkan Gerbong Khusus untuk Petani dan Pedagang di Rute Merak - Rangkasbitung
Menteri Amran Klaim Petani Muda Hasilkan Pendapatan Rp 20 Juta Per Bulan