MERAHPUTIH.COM - KERETA cepat Jakarta-Bandung selangkah lagi mulai dioperasikan SDM Indonesia. Saat ini, pegawai yang menjalankan perawatan sarana dan prasarana Whoosh yang telah mencapai 80 persen.
Sebanyak 102 peserta mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia selama sekitar 3 hingga 5 bulan, yang meliputi Diksarwira, pelatihan dasar kereta api cepat, serta pembelajaran teori dan praktik.
“Para peserta dipersiapkan untuk menjalankan tugas perawatan sarana dan prasarana Whoosh, dengan fokus pada dua bidang, yaitu Tenaga Pemeriksa Sarana dan Tenaga Pemeriksa Jalan Rel,” kata Kepala Humas KCIC Eva Chairunnisa di Jakarta, Sabtu (18/4).
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan melanjutkan ke tahap sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan sesuai standar yang berlaku. Program ini didampingi tenaga profesional berpengalaman guna memastikan kualitas pembelajaran berstandar internasional.
Sebelumnya, sudah ada 652 SDM Indonesia yang telah melalui transfer knowledge dan menjalani proses serah terima pekerjaan dari tenaga ahli China yang terdiri dari fixed assets (prasarana) sebanyak 350 orang, operation sebanyak 222 orang, dan perawatan sarana sebanyak 80 orang. “Jumlah tersebut termasuk masinis dan mekanik sarana yang bertugas di Kereta Cepat Whoosh yang saat ini sudah dilakukan sepenuhnya oleh SDM Indonesia,” tutur Eva.
Baca juga:
Badan Pengelola BUMN Segera Umumkan Restrukturisasi Utang Whoosh
Proses alih pekerjaan untuk pengoperasian dan perawatan yang telah mencapai 80 persen menunjukkan proses transfer knowledge teknologi high speed railway (HSR) berjalan efektif dan terukur. “Capaian ini menunjukkan operasional Whoosh semakin didukung SDM lokal yang kompeten, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tenaga asing,” tutur Eva.
Melalui program pelatihan yang berkelanjutan, KCIC optimistis penguasaan teknologi kereta cepat oleh SDM nasional akan semakin kuat sehingga di masa depan operasional dan perawatan sarana dan prasarana Whoosh dapat sepenuhnya dikelola secara mandiri. Untuk operasional, SDM indonesia yang sudah menjalani pelatihan akan bertugas sebagai masinis dan petugas pusat kendali operasi (OCC) yang mengatur perjalanan kereta secara real time.
Pada sisi perawatan sarana, personel menjaga keandalan rangkaian kereta agar tetap optimal untuk operasional harian. Sementara itu, pada perawatan prasarana, SDM memastikan kesiapan jalur, jembatan, terowongan, sistem kelistrikan, persinyalan, dan komunikasi agar perjalanan berlangsung aman, stabil, dan tepat waktu.
Program pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian pengembangan SDM yang dilakukan secara berkelanjutan sejak awal proyek.
“Peserta pelatihan merupakan bagian dari SDM Indonesia yang dipersiapkan sebagai generasi pengelola teknologi kereta cepat di masa depan,” ungkap Eva.(knu)
Baca juga:
Penumpang Tahan Pintu Kereta Cepat Whoosh, KCIC: Berbahaya dan Langgar Aturan