MerahPutih.com - Tragedi kecelakaan hebat melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4) malam.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyerahkan sepenuhnya tugas proses investigasi kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi.
"Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi, melihat secara objektif penyebab kecelakaan," kata Dudy, di lokasi tabrakan Selasa, (28/4).
Baca juga:
8 Jam Evakuasi Korban Tabrakan Maut Kereta Bekasi: 7 Tewas 81 Luka-Luka
Pelajaran Penting buat KAI
Dudy menambahkan, peristiwa kecelakaan ini menjadi pelajaran penting bagi PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan terhadap penumpang kereta ke depan.
"Kejadian kereta ini menjadi pelajaran yang sangat penting untuk bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, dan juga harus memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus juga yang paling utama memberikan keselamatan kepada penumpang," tutur Dudy.
Baca juga:
7 Orang Tewas
Berdasarkan data KAI, Selasa (28/4) pagi, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah dievakuasi dalam kondisi selamat. Saat ini, penanganan difokuskan pada penumpang KRL yang terdampak.
Berdasarkan pembaruan data sementara, tercatat 7 orang meninggal dunia. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit rujukan.
Penanganan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat. (Knu)