‘Synchronize Fest Di Radio’ Siap Mengudara
Synchronize Fest hadirkan program spesial di 2021. (Foto: Istimewa)
SYNCRONIZE Fest kembali melakukan terobosan sebagai salah satu festival terbesar di Tanah Air. Bila di 2020 festival tersebut ditayangkan ke arus utama media via televisi, pada 2021 mereka kembali dengan program Synchronize Fest Di Radio.
Sebuah rangkaian program spesial dari Synchronize Fest dan Synchronize Radio akan diselenggarakan pada 11, 12, dan 13 Desember 2021 mulai pukul 12.00 WIB hingga 21.00 WIB melalui medium www.synchronizeradio.com. Program ini tentunya menjadi penawar rindu bagi para pecinta musik Indonesia yang setia menunggu kembali gelaran Synchronize Fest.
Baca juga:
Berani, Kiki Aulia Munculkan Format Baru Synchronize Fest kala Pandemi
View this post on Instagram
“Jadi, bisa dikatakan ini menjadi varian baru dari Synchronize Fest. Di Juni 2021 gue menginisiasi ini dengan harapan lebih baik lagi dengan medium yang kita punya, yaitu streaming radio,” ungkap Festival Director Synchronize Fest David Karto dalam konferensi pers virtual, Rabu (8/12).
Selaras dengan tema utama dari Synchronize Radio yaitu ‘Musik Indonesia Selamanya’. Synchronize Fest Di Radio (SFDR) akan menyiarkan berbagai program seputar musik Tanah Air ke seluruh belahan dunia.
Mulai dari talk show yang mengupas berbagai femonema seperti ‘Sepak Terjang Musik Keras’ (bersama duo Extreme Moshpit, Gebeg dan Andre, dipandu oleh Wendi Putranto), ‘Dokumentasi Film dan Musik Indonesia Hari Ini’ (Alvin Yunata dan Henry Foundation, dipandu Siddha serta Robonggo), ‘Geliat NFTunes’ (Deathless Ramz dan Dettytoski, dipandu Arie Dagienkz), ‘Bagaimana Skena di Madura?’ (Lorjhu, dipandu David Tarigan), dan topik menarik seputar musik lainnya.
“Synchronize Radio menjadi sebuah rumah untuk musik Indonesia lintas genre dan lintas generasi, di mana para pendengar dapat teredukasi dengan kekayaan musik yang Indonesia miliki,” jelas Program Director Synchronize Radio Arie Dagienkz, Rabu (9/12).
Tidak hanya itu, ada pula program sesi bajak dari para pelaku siniar ternama yaitu RAPOT (Reza, Anka, Radhini, Abigail Podkes) membahas kerinduan akan konser), Ryo Wicaksono & Bobby Mandela (BKR Brothers) membahas tempat nongkrong muda-mudi, hingga NGOBRYLS (Jimi Multhazam X Ricky Malau) membahas pilihan lagu lawas.
Baca juga:
Perihal deretan penampil musik yang akan tampil, SFDR menghadirkan beberapa aksi spesial. Seperti duo legendaris Achmad Albar & Ian Antono yang siap membawakan set khusus Duo Kribo bersama trio rock Kelompok Penerbang Roket.
White Shoes & The Couples Company akan membahas dan tampil membawakan set album 2020. Solois Jason Ranti bakal beraksi dengan dukungan full band melalui entitas musik bernama Jejeboys II Men. Hingga Kahitna akan memainkan lagu-lagu hitnya dengan aransemen jazz-fusion dengan nama panggung Kahitna Play Fussion.
Seluruh sesi penampilan musik Synchronize Fest Di Radio, dapat disaksikan secara eksklusif melalui kanal blibli.com/SFDR mulai pukul 21.00 WIB sampai 23.00 WIB. Rangkaian program Synchronize Fest Di Radio tidak dipungut biaya tiket dan dapat dinikmati oleh penonton semua umur. (far)
Baca juga:
Jazz Gunung Bromo 2021 Digelar dengan Protokol Kesehatan Ketat
Bagikan
Berita Terkait
Lirik Lagu 'Close to You/Jauh' dari Reality Club, Punya Makna Mendalam soal Rasa Gelisah
Ameena Hadirkan Lagu Baru 'Cipak Cipuk', Gandeng BaLiTa dan Tampilkan Azura
Arvian Dwi Tuangkan Kisah Cinta Tak Terbalas lewat 'Hatimu Milik Dia', Simak Lirik Lagunya
Febinda Tito Rilis Album 'Terbentur, Terbentur, Terbentur', Kisah Bertahan dari Kegagalan
Lewat Album 'taste', PYC Hadirkan Perjalanan tentang Cinta dan Ketergantungan Emosi
Single Baru no na 'work' Padukan Energi Pop Global dan Ritme Indonesia
Lirik "Big Girls Don’t Cry” dari Fergie, Lagu Kritik Sosial Dibalut Kisah Patah Hati
Primitive Monkey Noose Hadirkan Single 'Panen Raya', Suarakan Identitas Agraris dan Maritim Indonesia
Vadesta Rilis 'Aku Tetep Bali', Kisah Keteguhan Hati untuk Bertahan demi Cinta
Kolaborasi Bareng Jacson Zeran, Ecko Show, dan Diva Aurel, Silet Open Up Hadirkan Single 'Taguling Guling'