Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Survei Indo Barometer: Masyarakat Puas Kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 16 Februari 2020
Survei Indo Barometer: Masyarakat Puas Kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin

Lembaga Survei Indo Barometer melakukan survei tingkat kepuasan masyarakat 100 hari kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin (MP/Kanugraha)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Lembaga Survei Indo Barometer melakukan survei tingkat kepuasan masyarakat 100 hari kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

"Mayoritas masyarakat puas terhadap pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebesar 70.1 persen, tidak puas 27.4 persen. Terjadi peningkatan dibandingkan dengan survei Maret 2015," kata Direktur Indo Barometer Mochammad Qodari saat pemaparan hasil survei di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (16/2).

Saat itu, kepuasan publik terhadap kinerja presiden Jokowi sebesar 57.5 persen dan tidak puas 37.5 persen

Baca Juga:

100 Hari Jokowi-Ma'ruf, Penegakan Hukum Stagnan

Adapun untuk Wakil Presiden Ma’ruf Amin tingkat kepuasan sebesar 49.6 persen, tidak puas 37.5 persen. Untuk perbandingan, Wakil Presiden Sebelumnya Jusuf Kalla, survei pada bulan Maret 2015 tingkat kepuasanya sebesar 53.3 persen dan yang tidak puas sebesar 38.8 persen.

“Walaupun tingkat kepuasan Jokowi lebih tinggi daripada periode pertama, namun pada survei Indobarometer Januari 2020 ditemukan sejumlah permasalahan yang paling penting menurut masyarakat yang didominasi isu ekonomi," kata Qodari.

Lembaga Survei Indo Barometer melakukan survei tingkat kepuasan masyarakat 100 hari kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin (MP/Kanugraha)

Dalam survei tersebut ditemukan permasalahan paling penting di Indonesia adalah perekonomian rakyat 32.1 persen, lapangan pekerjaan 15.8 persen, harga bahan pokok 11.3 persen, korupsi, kolusi, nepotisme 7.8 persen, dan banjir 6.4 persen.

"Mirip dengan periode pertama, pada periode kedua Jokowi ini isu di masyarakat masih didominasi masalah ekonomi," ungkap M. Qodari.

Qodari menambahkan, jika dibandingkan survei Maret 2015 kondisi ini mirip di mana respoden menyebut permasalah terpenting adalah permasalahan ekonomi 21.6 persen, harga kebutuhan pokok 19.6 persen, sulitnya lapangan pekerjaan 8.4 persen, dan KKN 14.6 persen.

“Jadi, baik di awal periode pertama maupun periode kedua, isu terbesar yang harus diselesaikan oleh Presiden Jokowi masihlah masalah-masalah ekonomi," terang M. Qodari.

Baca Juga:

100 Hari Kerja, Jokowi-Ma'ruf Dinilai Hanya Fokus Bagi-Bagi Jabatan

Survei ini dilaksanakan pada 9-15 Januari 2020. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1.200 responden. Margin of error sebesar ± 2.83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan. (Knu)

#Indo Barometer #Jokowi-Ma'ruf Amin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan