Survei: Hanya 13% Warga AS Setuju Rencana Trump Kuasai Gaza
Asap mengepul setelah terjadi serangan udara Israel di kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan, pada 15 Januari 2024. ANTARA/Xinhua/Yasser Qudih
MerahPutih.com - Pada 4 Februari lalu, Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat (AS) akan mengambil alih Jalur Gaza, wilayah Palestina yang luluh lantak akibat agresi militer Israel sejak Oktober 2023.
Trump juga mengusulkan agar warga di sana dipindahkan ke negara lain agar wilayah itu dapat diubah menjadi "Riviera of the Middle East" atau kawasan pesisir yang indah di Timur Tengah.
Baca juga:
Trump Ngotot Ingin Kuasai Gaza, Hamas Minta Pertemuan Darurat OKI
Namun, rencana yang digagas Trump itu tampaknya tidak mendapat dukungan positif dari publik AS. Hasil survei terbaru CBS dan YouGov menunjukkan hanya 13 persen dari 2.175 responden yang menilai rencana Trump itu sebagai "ide bagus".
Dilansir Antara, Senin (10/2), sebanyak 40 persen responden lainnya ragu-ragu dan tertinggi 47 persen warga menganggap rencana Trump mengambil alih Jalur Gaza sebagai "ide buruk".
Baca juga:
Sebelumnya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menentang rencana Trump yang ingin mengambil alih Jalur Gaza. Menurut dia, usulan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional jika dilakukan.
Abbas menegaskan Jalur Gaza merupakan bagian tak terpisahkan dari tanah Palestina bersama Tepi Barat dan Yerusalem Timur. "Hak-hak sah rakyat Palestina tidak bisa dinegosiasikan," tandas Presiden Palestina itu. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Obsesi Donald Trump Caplok Greenland Bakal Jadi Lonceng Kematian NATO
Trump Kritik Pasukan Khusus Denmark Cupu, Gagal Lindungi Greenland dari Rusia-China
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland