MerahPutih.Com - Konstelasi politik nasional menjelang Pilpres 2019 semakin ramai dengan aksi dukung-mendukung, tak terkecuali para suporter bola.
Seperti tak mau kehilangan momen, para suporter bola dari sejumlah klub profesional Tanah Air memberikan dukungan politiknya kepada salah satu capres-cawapres, seperti yang ditunjukan Bobotoh, (suporter Persib) yang menyatakan mendukung pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf.
Teranyar, pada Minggu (6/1) sejumlah kelompok suporter bola mendatangi Kiai Ma'ruf memberikan dukungan seraya menyampaikan harapan mereka agar mafia bola segera diberantas.
Perwakilan suporter sampaikan dukungan kepada pasangan calon nomor 01 di kediaman Kiai Ma'ruf jalan Situbondo, Jakarta (MP/Fadhli)
Menanggapi kabar tersebut, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, mempersilahkan para suporter untuk ikut berpartisipasi di Pilpres 2019. Tentu saja, memilih calon presiden dan wakil presiden pilihannya. Hal itu merupakan Hak Warga Negara Indonesia yang sudah diatur dalam undang-undang pemilu.
Meski begitu, ia menyebut PSSI bersih dari unsur politik praktis. Pasalnya, PSSI merupakan federasi yang bernaung di FIFA. Tentu saja mengikuti statuta FIFA.
"Ya, silakan saja. Tetapi, saya yakin PSSI bukan urusan politik ya," tegas Edy Rahmayadi.
"Yakinkan PSSI masih banyak yang diharapkan untuk membantu Timnas Indonesia menjadi juara. Silakan (urusan) Pilpres ya Pilpres, karena PSSI adalah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia," tambah Gubernur Sumatra Utara tersebut.
Pilpres 2019 semakin dekat. Banyak suporter klub sepak bola menjadi sasaran empuk para politisi untuk mendulang suara, demi memuluskan calon presiden dan wakil presiden pilihannya menang.
Maklum saja, suporter sepak bola Indonesia memiliki basis pendukung yang banyak. Sebut saja contohnya, Persija Jakarta (The Jakmania), Persib Bandung (Bobotoh), Arema FC (Aremania), hingga Persebaya Surabaya (Bonek).(bolaskor.com)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Mengejutkan, Raja Malaysia Sultan Muhammad V Mundur dari Jabatan

