MerahPutih.com - Ratchaburi FC mendapat pengalaman tidak mengenakan saat dijamu Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (18/2) pada leg kedua 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2). Pengalaman tidak baik turut diceritakan pemainnya Jaroensak Wonggorn di akun media sosial.
Seperti diketahui laga Persib vs Rathcaburi FC diwarnai sejumlah insiden dan pelanggaran yang dilakukan suporter. Seperti penyalaan suar dan petasan, juga pelemparan benda.
Suporter tuan rumah juga melakukan invasi ke lapangan membuat pemain, ofisial Ratchaburi FC ketakutan hingga berlarian menuju ruang ganti usai pertandingan.
Lewat akun media sosial, Ratchaburi FC sampai harus mengabarkan kondisi dan situasi tim usai pertandingan, terlebih setelah kericuhan yang dibuat pendukung Persib di lapangan.
Baca juga:
Ratchaburi FC Kampanyekan Anti Rasisme Usai Leg Kedua 16 Besar Melawan Persib Bandung di GBLA
“Setelah kekacauan pasca pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, para pemain dan staf Ratchaburi FC kini sudah masuk ruang ganti dengan aman dan menunggu situasi luar membaik sebelum meninggalkan stadion,” tulis klub.
Seperti dilaporkan Khaosod, Jaroensak Wonggorn mengabarkan bahwa tim dalam kondisi selamat. Itu di tengah-tengah situasi mencekam yang diceritakan.
“Ada batu, batu bata, botol air, kembang api dilemparkan ke pemain saat pemanasan,” tulisnya.
“Tampaknya penggemar kami juga dipukul saat duduk di tribun. Untungnya, tidak ada yang terluka, dan kami berhasil melewatinya. Terima kasih semuanya karena telah melaju ke babak selanjutnya bersama-sama.”
Amarah pendukung Persib dipengaruhi beberapa hal, termasuk keputusan wasit. Yang salah satunya mengeluarkan Uilliam Barros pada menit 45+7.
Dalam laga, Persib menang 1-0 lewat gol Andrew Jung pada menit 40. Kemenangan tersebut tidak cukup bagi Persib, mengingat sebelumnya kalah 0-3 di leg pertama.
Persib pun tersingkir, sementara Ratchaburi FC melaju ke perempat final.

