Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Sulap Lemari Jadi Lebih Sustainable

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 08 Juni 2023
Sulap Lemari Jadi Lebih Sustainable

Batasi jumlah pakaianmu maksimal 74 buah_jcomp freepik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENDUKUNG tren berkelanjutan tak hanya dengan membeli barang-barang eco-friendly saja. Kamu bisa memulai tren berkelanjutan dengan menyulap lemari kamu menjadi lebih ramah lingkungan.

Terlalu banyak pakaian di lemari nyatanya dapat berdampak buruk terhadap lingkungan. Maka dari itu, BBC memberikan beberapa tip agar lemari kamu menjadi lebih sustainable.

Baca Juga:

Fesyen Berkelanjutan Ala M Missoni dan Yoox

1. Batasi jumlah pakaian

Menurut data pada 2022 yang dikumpulkan oleh Think Tank Berlin Hot or Cool Institute, lemari pakaian yang cukup terdiri dari 74 pakaian dan 20 setelan dengan pembelian pakaian baru dibatasi rata-rata lima item per tahun.

2. Beralih ke pakaian rajut

Dari berbagai bahan kain pakaian, ada baiknya untuk memilih wol. Wol merupakan serat luar biasa yang memiliki ketahan lebih lama dan bersifat termodinamika, artinya membuat kamu tetap hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas.

Hindari membeli legging yang cepat rusak. (Foto: Freepik/user18526052)

3. Jangan sering mencuci pakaian

Jika kamu salah satu dari orang yang sekali pakai langsung cuci, mulailah berhenti melakukannya. Meski terdengar jorok atau mungkin bau, tetapi terlalu sering mencuci pakaian bisa merusaknya. Jika rusak, pasti kamu akan membelinya lagi dan pakaian yang rusak tersebut akan jadi limbah fesyen.

Selain itu, industri fesyen menghasilkan 20 persen dari semua air limbah dan dibutuhkan sekitar 3.781 liter (832 galon) air untuk membuat satu celana jeans.

Baca Juga:

Tingkatkan Kesadaran Sustainable Fashion, APR Gandeng 5 Jenama Lokal di JFW 2023


4. Hindari membeli legging

Musuh bebuyutan dari sustainable living adalah legging. Legging mengandung elastane, bahan sintetis yang berasal dari bahan bakar fosil yang membahayakan bumi. Selain itu, legging juga cepat rusak. Meski kamu bisa menemukannya di toko barang bekas, kualitasnya pasti tidak akan bisa sebagus jeans bekas karena bahannya yang akan membuat kamu terus menerus membeli legging baru tiap tahunnya.

5. Patch pakaian bolongmu

Alih-alih terburu-buru beli pakaian baru saat rusak, kamu bisa menambalnya atau mengakalinya dengan me-rework pakaianmu. Kamu juga bisa menghindari pakaianmu rusak dengan menyimpannya secara baik.

Patch pakaianmu jika bolong alih-alih membeli baru. (Foto: freepik/freepik)


6. Hindari pakaian olahraga

Pakaian olahraga kebanyakan terbuat dari campuran nilon dan poliester. Kamu juga tidak bisa memperlakukan pakaian olahraga seperti wol atau jeans. Kamu harus langsung mencuci pakaian olahraga karena penuh keringat.

Mencuci baju olahraga berbahan campuran nilon dan poliester melepaskan mikroplastik yang akan mencemari saluran air. Tekstil secara umum saja sudah jadi penyumbang mikroplastik primer terbesar, yang berkontribusi terhadap 34,8 persen polusi mikroplastik global. (kmp)

Baca Juga:

Manisnya Koleksi Fashion Ibu dan Anak di Jakarta Fashion Week 2023

#JUNI SEBANGSA STAYACTION #Fashion
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fashion
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
Dari batik hingga bordir buatan tangan, Lakon Indonesia menghadirkan HARSA sebagai koleksi terbaru yang merayakan proses, craftsmanship, dan kebahagiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
ShowBiz
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Band alternatif Supple merilis single 'In A Mess' sebagai pembuka album terbaru sekaligus berkolaborasi dengan BOOspace lewat I AM BOOCLOTH EXHIBITION.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Fashion
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Tahun ini, JF3 membawa tema 'Recrafted: Shaping the Future'.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
BTN Indonesia Fashion Week 2026 menghadirkan inovasi baru lewat kolaborasi dengan Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
Fashion
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Isa Boulder dikenal sebagai label fesyen yang mengedepankan eksplorasi material, teknik tekstil eksperimental, serta pendekatan body-conscious silhouette.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
BTN Indonesia Fashion Week 2026 memperkuat kolaborasi Indonesia dan Italia melalui Italian Trade Agency dan ASSOMAC untuk mendorong inovasi industri mode nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
Fashion
Adidas Rilis Koleksi SS26 Summer Glow, Terinspirasi Iklim Tropis dan Kekayaan Artistik Indonesia
Koleksi ini terdiri dari atasan kemeja, tee, kaus lengan panjang, celana panjang dan pendek, celana bermuda, serta dua sepatu spesial.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Adidas Rilis Koleksi SS26 Summer Glow, Terinspirasi Iklim Tropis dan Kekayaan Artistik Indonesia
Fashion
Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia
ESMOD Jakarta memberikan panggung bagi para mahasiswa untuk memamerkan kemampuan mereka dalam menerjemahkan ide kreatif menjadi rancangan busana.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia
Fashion
Fenomena Unik Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink, Ternyata ini Alasannya!
Fenomena sepatu pink di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan. Ternyata, ada beberapa alasan mengapa warna pink mendominasi ajang bergengsi tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Fenomena Unik Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink, Ternyata ini Alasannya!
Fashion
Sewindu Perjalanan LAKON Indonesia, Bertumbuh Bersama Industri Fashion Tanah Air
Sejak awal didirikan, LAKON hadir dengan cita-cita melestarikan budaya supaya perajin Indonesia naik kelas.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Sewindu Perjalanan LAKON Indonesia, Bertumbuh Bersama Industri Fashion Tanah Air
Bagikan