Headline

Suhu Kota Padang Mendadak Dingin, Begini Penjelasan BMKG

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 11 Januari 2018
Suhu Kota Padang Mendadak Dingin, Begini Penjelasan BMKG

Ruang pantau cuaca BMKG (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Dalam beberapa hari belakangan, suhu di Kota Padang mendadak dingin dari biasanya. Suhu terendah mencapai 17-21 derajat celcius. Untuk wilayah tropis seperti Indonesia, suhu tersebut masuk kategori dingin.

Terkait suhu dingin yang melanda Kota Padang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sumatera Barat menjelaskan bahwa cuaca dingin tersebut disebabkan saat ini bumi lebih cepat dan besar melepaskan panas yang diterima ke atmosfer di waktu malam hari.

Dari hasil pemetaan suhu minimum harian di Sumatera Barat pada 9 Januari 2018 tercatat berkisar antara 17 hingga 21 derajat celsius, atau terjadi penurunan suhu yang signifikan dari sebelumnya berkisar 20 sampai 25 derajat celsius.

"Saat siang yang cerah, bumi akan menerima radiasi panas matahari lebih banyak sehingga suhu terasa lebih tinggi," kata Kepala Seksi Informasi dan Observasi BMKG Ketaping, Padang Pariaman, Budi Samiadji dihubungi dari Padang, Kamis (11/1).

Namun sebaliknya, karena tidak ada awan, bumi akan melepaskan panas ke atmosfir lebih cepat saat malam.

Saat ini, kondisi cuaca pada siang hari di beberapa wilayah Sumatera Barat seperti Padang dan sekitarnya cuaca didominasi cerah berawan dan pertumbuhan awan pada siang hingga malam hari tidak signifikan.

Sebagaimana dilansir Antara, kondisi minimnya hujan di Sumatera Barat diakibatkan adanya daerah tekanan rendah atau gangguan cuaca di Barat Lampung sehingga awan-awan hujan terkonsentrasi di sekitar daerah tekanan rendah.

"Awan-awan hujan di wilayah Sumatera Barat juga tertarik ke arah Selatan-Tenggara," ujar dia.

Menurutnya meskipun cuaca turun dari dua derajat dari normalnya, namun masih pada kondisi yang wajar atau belum ekstrem sehingga belum berdampak terhadap kehidupan manusia.

"Kami perkirakan suhu dingin ini masih terjadi hingga tiga hari ke depan," kata Budi.

Budi Samiadji mengimbau masyarakat agar tidak terlalu mencemaskan hal itu dan tidak terpengaruh oleh isu dari sumber yang tidak bertanggung jawab.

"Kami akan terus memperbaharui informasi kondisi atmosfer Sumbar," tambahnya.(*)

#BMKG #Kota Padang #Musim Dingin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Padang Dikepung Asap Karhutla, TK Diliburkan SD-SMP PJJ Hingga 11 September
Kabut asap karhutla menyerang Padang, kualitas udara berbahaya. Pemkot Padang meliburkan TK dan PAUD, sementara SD-SMP melaksanakan PJJ 9–11 September 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Padang Dikepung Asap Karhutla, TK Diliburkan SD-SMP PJJ Hingga 11 September
Indonesia
Update Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 8-10 September 2026: Aceh dan Sumatera Utara Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat
Butuh info prakiraan cuaca sepekan ke depan? Cek peringatan dini BMKG (8-10 September 2026) soal potensi hujan lebat, angin kencang, hingga imbauan abu vulkanik Anak Krakatau di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 09 September 2026
Update Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 8-10 September 2026: Aceh dan Sumatera Utara Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat
Indonesia
Badan Geologi dan BMKG Diwacanakan Terintegrasi, Ketua Komisi V DPR Soroti Efisiensi dan Koordinasi
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendukung wacana integrasi Badan Geologi dan BMKG untuk memperkuat koordinasi serta efisiensi penanganan bencana.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Badan Geologi dan BMKG Diwacanakan Terintegrasi, Ketua Komisi V DPR Soroti Efisiensi dan Koordinasi
Indonesia
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Puan mengatakan DPR siap mendukung jika hasil kajian menyimpulkan integrasi kedua lembaga tersebut dapat membuat pemantauan dan mitigasi bencana lebih efektif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Indonesia
OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BMKG bersama BNPB dan pihak terkait menggelar OMC sejak 7 September 2026 untuk mempercepat pembersihan atmosfer dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Indonesia
Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia, Nelayan dan Kapal Penyeberangan Diminta Waspada
Kondisi gelombang laut yang dapat mencapai hingga 4 meter berpotensi membahayakan moda transportasi laut dari skala kecil hingga besar.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia, Nelayan dan Kapal Penyeberangan Diminta Waspada
Indonesia
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
BMKG mengingatkan ancaman El Nino sangat kuat saat musim kemarau 2026. Musim hujan diprediksi mulai bertahap pada pertengahan Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
BMKG keluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan.
Frengky Aruan - Senin, 07 September 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
Indonesia
BMKG Gelar OMC, Hujan Buatan Siap Sapu Bersih Debu Vulkanik Anak Krakatau dalam 2 Hari
Khawatir dengan paparan debu vulkanik Anak Krakatau? Tenang, modifikasi cuaca BMKG siap menyapu bersih abu di udara dalam 1-2 hari. Cek cara kerjanya di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
BMKG Gelar OMC, Hujan Buatan Siap Sapu Bersih Debu Vulkanik Anak Krakatau dalam 2 Hari
Indonesia
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
BMKG mengungkapkan, bahwa potensi tsunami di Selat Sunda tergolong rendah. Hal itu berdasarkan pemantauan data HF Radar.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
Bagikan