Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Suhu di Jepang Panas saat Musim Hujan, Pemerintah Keluarkan Peringatan Waspada

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 09 Juli 2024
Suhu di Jepang Panas saat Musim Hujan, Pemerintah Keluarkan Peringatan Waspada

Tokyo. (Foto: Unsplash/Ryo Yoshitake)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Suhu di sejumlah wilayah Jepang mencapai 37 derajat celcius pada Senin (8/7) pukul 2 siang. Keadaan tersebut tidak seperti biasanya karena saat ini sebenarnya Jepang masih mengalami musim hujan.

Sebuah titik pengamatan di kota Shingu, Prefektur Wakayama, mencatat suhu 39,6 derajat celcius. Angka tersebut menjadi suhu tertinggi yang pernah tercatat di Wakayama.

Sementara di sebuah tempat di Fuchu, Tokyo bagian barat, suhunya meningkat hingga 39,2 derajat celcius. Beberapa tempat lain, dari Mie, Chiba, Ibaraki hingga Saitama, mencatat suhunya telah mencapai lebih dari 37,5 derajat celcius.

Badan Meteorologi Jepang mengklasifikasikan suhu di atas 35 derajat celcius menandakan suhu di sebuah tempat berarti sangat panas, demikian seperti diberitakan The Japan Times, Selasa (9/7).

Baca juga:

Setelah Disket, Menteri Digital Jepang akan Hentikan Mesin Faks

Pada hari Senin, peringatan serangan panas dikeluarkan di 27 dari 47 prefektur di negara itu, termasuk tujuh prefektur di wilayah Kanto yang meliputi Tokyo, tiga prefektur di wilayah Tokai, dan tiga prefektur lainnya di wilayah Kinki.

Peringatan sengatan panas rutin dikeluarkan saat indeks suhu bola basah (WBGT), mencapai 33 derajat celcius di pos pemantauan di suatu prefektur.

Katsumasa Yagi, seorang pejabat di biro konsultasi cuaca Badan Meteorologi Jepang mengatakan bahwa suhu panas yang terjadi saat musim hujan dipengaruhi sistem tekanan tinggi di Samudra Pasifik.

Namun, di Kanto, perluasan sistem tekanan tinggi akan melemah dan cuaca berawan dan hujan diperkirakan terjadi mulai Rabu.

Baca juga:

Perusahaan Kereta Api Jepang Pekerjakan Karyawan Robot, Mirip Wall-E

"Sejak lusa, cuaca diprakirakan berawan karena front musim hujan akan bergerak ke arah selatan, sehingga mengakibatkan berlanjutnya hari-hari berawan dan hujan," ujar Yagi.

Perubahan iklim, yang terutama disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, juga berkontribusi terhadap kekuatan gelombang panas.

Badan tersebut belum mengumumkan kapan musim hujan berlalu. Jepang biasanya memperkirakan musim hujan di negaranya akan berakhir sekitar pertengahan Juli dan akhir Juli. (ikh)

#Jepang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, naik jadi 34 orang. Otoritas masih menyelidiki 9 kematian terkait bencana.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Dunia
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, melonjak menjadi 28 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah, 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terganggu.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Dunia
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, menewaskan 17 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah. 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terbatas.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Indonesia
Cak Imin Sebut Skema Kerja Sama SSW Kunci Perluasan Kesempatan Kerja di Jepang
Memperluas akses pekerja Indonesia memperoleh kesempatan bekerja di Jepang melalui jalur yang legal, aman, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Cak Imin Sebut Skema Kerja Sama SSW Kunci Perluasan Kesempatan Kerja di Jepang
Indonesia
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Jumlah personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) yang dikerahkan untuk penanganan gempa di Prefektur Kumamoto ditingkatkan menjadi 4.600 orang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Dunia
Korban Tewas Sementara Gempa Jepang 13 Orang, Ratusan Terjebak Reruntuhan Mal Aeon
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, menewaskan 13 orang. Mall Aeon ambruk, puluhan terjebak, 200 orang selamat. Pemerintah bentuk satuan tugas darurat.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
Korban Tewas Sementara Gempa Jepang 13 Orang, Ratusan Terjebak Reruntuhan Mal Aeon
Dunia
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Mencapai Ratusan
Sejumlah penumpang kereta cepat juga dilaporkan mengalami luka-luka saat gempa terjadi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Mencapai Ratusan
Dunia
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Diduga Tewas dalam Ledakan Mal
Gempa dahsyat itu menyebabkan sejumlah orang terjebak dan diduga tewas akibat ledakan di sebuah pusat perbelanjaan yang sebagian bangunannya runtuh.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Diduga Tewas dalam Ledakan Mal
Dunia
Gempa Bumi Magnitude 7,1 Guncang Wilayah Kyushu, Jepang, Peringatan Tsunami dengan Gelombang 1 Meter
Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga mengeluarkan peringatan tsunami dengan perkiraan tinggi gelombang mencapai 1 meter setelah gempa terjadi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Bumi Magnitude 7,1 Guncang Wilayah Kyushu, Jepang, Peringatan Tsunami dengan Gelombang 1 Meter
Dunia
Gempa M 7,1 Kumamoto Jepang Picu Peringatan Tsunami, Listrik 48 Ribu Rumah Padam
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, memicu peringatan tsunami dan menyebabkan pemadaman listrik di 48 ribu rumah.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa M 7,1 Kumamoto Jepang Picu Peringatan Tsunami, Listrik 48 Ribu Rumah Padam
Bagikan