Kesehatan

Sudah Olahraga Tapi Berat Badan Enggak Turun? Ini Penyebabnya

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 30 Oktober 2020
Sudah Olahraga Tapi Berat Badan Enggak Turun? Ini Penyebabnya

Sebagian orang menjalani rutinitas olahraga untuk menurunkan berat badan. (Foto: Unsplash/Karsten Winegeart)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAH tidak, kamu sudah mengatur pola makan dan rajin berolahraga tapi berat badan masih saja belum turun? Pasti bingung dan muncul rasa kesal karena menilai usaha selama ini sia-sia.

Sebenarnya, mengatur pola makan dan sering berolahraga adalah pernyataan yang relatif dan umum. Jika kita yakin dengan diri kita sendiri, kita semua mampu berusaha lebih keras di dua kegiatan tersebut.

Mengutip laman Health, simak lima alasan mengapa berat badan kamu belum saja turun.

Baca juga:

Mengenal Peran Diet dan Olahraga dalam Menurunkan Berat Badan

1. Kamu tidak menemukan keseimbangan yang tepat

Sudah Olahraga Tapi Berat Badan Enggak Turun? Ini Penyebabnya
Konsumsi oat untuk mendapatkan karbohidrat yang lebih sehat. (Foto: Unsplash/Jannis Brandt)

Kebanyakan orang yang ingin diet ialah menghindari karbohidrat karena takut gemuk. Sebaiknya kamu harus berpikir dua kali terkait pernyataan tersebut. Menghilangkan seluruh makronutrien dari diet harian dapat membuatmu merasa kekurangan dan menggoda untuk makan berlebihan.

Justru sebaliknya, konsumsi karbohidrat komples yang sehat, seperti ubi, beras merah, kinoa, oat, kacang polong, kacang-kacangan, dan roti gandum. Jauhi dari kebiasaan mengonsumsi manis-manisan, seperti soda dan permen.

2. Makan terlalu banyak

Sudah Olahraga Tapi Berat Badan Enggak Turun? Ini Penyebabnya
Porsi makanmu harus diatur. (Foto: Unsplash/Bradyn Trollip)

Penyebab yang kedua adalah mungkin kamu makan terlalu banyak. Untuk menurunkan berat badan, kamu perlu menjalani defisit kalori, yang artinya harus membakar lebih banyak daripada yang dikonsumsi.

Hidup adalah tentang keseimbangan. Jangan terlalu sibuk dengan menghitung kalori atau menimbang diri setiap hari. Makanlah kapan pun kamu lapar dan nikmati makanan tersebut secara perlahan agar kamu kenyang. Tidak perlu dalam porsi banyak, yang penting cukup.

3. Terlalu banyak latihan kardio

Sudah Olahraga Tapi Berat Badan Enggak Turun? Ini Penyebabnya
Jangan terlalu fokus dengan latihan kardio. (Foto: Unsplash/Febrian Zakaria)

Ya, kardio adlaah bagian penting dari rutinitas latihanmu. Latihan ini dapat membuat jantung lebih sehat, meningkatkan metabolisme, dan memberimu lebih banyak keringat. Namun hanya melakukan atau terlalu banyak melakukan kardio sebenarnya dapat menambah masalah.

Contohnya saja seperti berada di elips selama 90 menit atau berlari sejauh 16 kilometer secara teratur, dapat menggerogoti massa otot yang penting untuk meningkatkan metabolisme.

Ini menyebabkan tubuh menjadi lebih fokus pada ketahanan. Belum lagi bisa meningkatkan nafsu makanmu yang membuatmu lebih rentan untuk ngemil.

Baca juga:

5 Menu yang Bisa Dicoba untuk Menjalani Diet Mediterania

4. Kurang istirahat

Sudah Olahraga Tapi Berat Badan Enggak Turun? Ini Penyebabnya
Istirahat justru menjadi momen penting bagi tubuh. (Foto: Unsplash/Kinga Cichewicz)

Ketika seharian sudah berolahraga, malam hari merupakan waktu yang tepat untuk mengisi daya tubuh dan memulihkan otot-otot. Sebaiknya jika kamu hari ini meluangkan waktu untuk berolahraga, keesokan harinya luangkan waktu kosong untuk pereganagan atau istirahat total.

Pemulihan dan istirahat seringkali lebih penting daripada latihan itu sendiri. Selama periode itulah tubuhmu melakukan sebagian besar pembakaran lemak yang sebenarnya.

5. Tubuh terlalu stres

Sudah Olahraga Tapi Berat Badan Enggak Turun? Ini Penyebabnya
Pekerjaan juga bisa menjadi penyebab stres. (Foto: Unsplash/Tim Gouw)

Olahraga adalah pemicu stres bagi tubuhmu. Ketika kamu memiliki keseimbangan yang bagus antara stres saat olahraga dan waktu pemulihan, tubuhmu bisa kehilangan lebih banyak lemak. Namun, tidak memberikan jeda atau istirahat bagi tubuh juga bisa berdampak negatif. Kamu aan memproduksi kortisol dalam jumlah berlebihan yang menyebabkan hormon stres muncul.

Olahraga bukanlah satu-satunya penyebab stres yang dapat menghasilkan kortisol berlebihan. Kehidupan pribadi atau pekerjaan yang penuh tekanan juga membuat tubuhmu memproduksi banyak hormon stres. (and)

Baca juga:

Tanda Fisik Ini Menunjukkan Kamu Sedang Mengalami Stres Level Tinggi!

#Penurunan Berat Badan #Olahraga #Diet
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Olahraga
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Pemerintah terus mendukung National Paralympic Committee Indonesia untuk bisa terus mengirimkan atlet terbaik.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Olahraga
Indonesia Raih 5 Emas Asian Games 2026, Ketum NOC Soroti Sistem Pembinaan Olahraga
Tantangan yang lebih besar yakni bagaimana prestasi tersebut diperluas ke lebih banyak cabang olahraga dan bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Indonesia Raih 5 Emas Asian Games 2026, Ketum NOC Soroti Sistem Pembinaan Olahraga
Olahraga
Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Dengan koleksi poin tersebut, peringkat FIFA Timnas Indonesia kini ada di posisi 117.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga
Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship
Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship harus digunakan semaksimal mungkin karena sistem perlombaan ini memiliki poin yang bagus.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship
Olahraga
Jersey 'Last Dance' Jordan Terjual Seharga Rp 190,65 Miliar, Penanda Puncak Era Basket sebagai Fenomena Budaya Global
Ia mengenakan jersey tersebut pada gim ketiga Final NBA 1998, yang merupakan musim terakhirnya bersama Chicago Bulls.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Jersey 'Last Dance' Jordan Terjual Seharga Rp 190,65 Miliar, Penanda Puncak Era Basket sebagai Fenomena Budaya Global
Olahraga
UEFA Nations League, Inggris dan Spanyol Kompak Raih Kemenangan
Timnas Inggris dan Spanyol sama-sama mengamankan poin dan optimisme untuk laga berikutnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
UEFA Nations League, Inggris dan Spanyol Kompak Raih Kemenangan
Indonesia
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Prabowo menelpon melalui panggilan video dari kediaman Prabowo di Hambalang, Sabtu (26/9) sore.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tekno
Huawei Smartwatch GT Series Diklaim Bisa Tahan hingga 21 Hari, Cocok untuk Aktivitas Olahraga
Huawei GT Series diklaim mampu bertahan hingga 21 hari untuk penggunaan ringan. Simak daya tahan HUAWEI WATCH GT 6 dan GT Runner.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Huawei Smartwatch GT Series Diklaim Bisa Tahan hingga 21 Hari, Cocok untuk Aktivitas Olahraga
Olahraga
Jadwal Lengkap Asian Games 2026 22 September: Indonesia Tampil di 17 Cabor
Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 22 September akan menghadirkan 17 cabor. Salah satunya adalah bulu tangkis.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Jadwal Lengkap Asian Games 2026 22 September: Indonesia Tampil di 17 Cabor
Bagikan