Suara dari Afrika Selatan di Penobatan Raja Charles III

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 07 Mei 2023
Suara dari Afrika Selatan di Penobatan Raja Charles III

Pretty Yende menyanyi solo di penobatan Raja Charles III. (foto: Instagram @pretty_yende_official)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBANYAK 2.000 tamu yang mencakup keluarga kerajaan dan pemimpin global menghadiri penobatan Raja Charles III, Sabtu (6/5). Selama acara megah itu, 12 karya musik baru telah dibuat khusus untuk menandai momen tersebut. Salah seorang dari tiga solois pada upacara tersebut, yakni Pretty Yende. Ia menjadi orang Afrika pertama yang diundang untuk tampil solo di penobatan Raja Inggris.


"Saya merasa amat bahagia, kaget, sekaligus senang. Semua emosi itu mengalir begitu saja," ujarnya mengenang ajakan itu. Ia mulai terkenal di Afrika Selatan saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Cape Town. Pada 2011, Yende lulus dari program artis muda di Accademia di Teatro Alla Scala, Milan, Italia. Dari situlah ia mulai memasuki kompetisi opera. "Kompetisi opera pertama yang saya lakukan yakni di Wina, Austria, saya memenangi segalanya," kenangnya, dikutip CNN.

BACA JUGA:

Bunga-Bunga Musim Semi di Penobatan Raja Charles III


"Mereka memanggil nama saya berkali-kali sehingga saya seperti, 'Tidak, Tuhan tolong biarkan yang ini pergi ke orang lain'. Saya merasa tidak berharga mendengar kemahiran yang dimiliki teman-teman saya," imbuhnya.

View this post on Instagram

A post shared by Tatler (@tatlermagazine)


Sejak kemenangan itu, kariernya meningkat melalui acara yang mencakup skala internasional. Pada 2013, ia debut di Metropolitan Opera House di New York. Yende sejak itu menafsirkan peran dalam La Bohème karya Puccini, The Marriage of Figaro karya Mozart, dan Le comte Ory karya Rossini saat tampil di gedung opera besar di Milan, Paris, dan London. Karier Yende telah mencatatkan sejumlah hal pertama, termasuk menjadi 'orang kulit hitam pertama yang memiliki produksi baru La Traviata di Opera Garnier di Paris'. Dalam sebuah wawancara dengan Observer, terungkap bahwa produksi itu dibuat khusus untuknya.


Opera sangat menonjol dalam kehidupan Raja Charles. Ia tercatat sebagai pelindung lebih dari selusin organisasi musik. Pada 1981, ketika Sang Pangeran menikah dengan mendiang Putri Diana, Kiri Te Kanawa, seorang penyanyi opera dari Selandia Baru, tampil di pesta pernikahan tersebut.

BACA JUGA:

Resmi, Raja Charles III Menjadi Raja Inggris


Dalam acara yang diselenggarakan di Westminster Abbey di London, Yende akan tampil bersama bass-bariton Bryn Terfel dan bariton Roderick Williams. Penobatan itu bukan pertama kalinya Raja Charles menyaksikan pertunjukan Yende. Sang Raja pernah melihat penyanyi sopran tersebut tampil di gala peringatan ke-75 Royal Philharmonic Orchestra yang diadakan di Kastil Windsor pada April 2022. Meski demikian, undangan penobatan menjadi kehormatan yang langka. "Ini bersejarah, ini generasi," kata Yende.

pretty yende
Menjadi orang Afrika pertama yang tampil solo di penobatan Raja Inggris. (foto: Instagram @pretty_yende_official)

Jutaan orang dari seluruh dunia menyaksikan penobatan tersebut, tak terkecuali keluarga Yende di Mpumalanga, Afrika Selatan. "Saya memiliki perasaan senang dan gembira untuk perjalanan yang akan datang ini, sama seperti yang lainnya," katanya. "Saya sedang mempersiapkan dan sangat menantikannya," ujarnya


Saat penobatan berlangsung, Yende membawakan lagu Sacred Fire, sebuah karya baru oleh komposer klasik dan film Sarah Class yang dikatakan Istana Buckingham 'membangkitkan jembatan antara alam malaikat dan manusia'.(mro)

BACA JUGA:

Mahkota St. Edward, Mahkota Legendaris untuk Penobatan Raja Charles III

#Kerajaan Inggris #Raja Charles Iii
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Emoh Drama, Pangeran Harry Ingin Baikan dengan Kakak dan Ayahnya
Pangeran Harry menegaskan harapannya untuk rekonsiliasi.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Emoh Drama, Pangeran Harry Ingin Baikan dengan Kakak dan Ayahnya
Dunia
Andrew Mountbatten-Windsor Gugat Kepolisian Inggris, Pertanyakan Keabsahan Penangkapan dalam Kasus Epstein
Mountbatten-Windsor, 66, telah meminta hakim untuk menentukan apakah tindakan Kepolisian Thames Valley terhadap dirinya awal tahun ini sah secara hukum.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Andrew Mountbatten-Windsor Gugat Kepolisian Inggris, Pertanyakan Keabsahan Penangkapan dalam Kasus Epstein
Dunia
Pangeran Harry dan Meghan Markle Ngamuk, Fotografer Menerobos Sekolah untuk Memotret Archie dan Lilibet
Menuduh seorang fotografer internasional melakukan tindakan yang sangat urakan karena mengintip ke dalam area sekolah anak-anak mereka.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Pangeran Harry dan Meghan Markle Ngamuk, Fotografer Menerobos Sekolah untuk Memotret Archie dan Lilibet
Dunia
Prince George Mulai Sekolah di Eton College, Ikuti Jejak Pangeran William dan Harry
Prince George resmi memulai pendidikan di Eton College pada usia 13 tahun. Ia mengikuti jejak Pangeran William dan Pangeran Harry di sekolah bergengsi Inggris tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Prince George Mulai Sekolah di Eton College, Ikuti Jejak Pangeran William dan Harry
Dunia
Kembali Tinggal di Inggris, Pangeran Harry Tunggu Keluarga Kerajaan Minta Maaf Duluan
Kepulangan Duke of Sussex Pangeran Harry dan keluarganya ke Inggris tidak serta-merta mencairkan hubungan dengan keluarga kerajaan.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Kembali Tinggal di Inggris, Pangeran Harry Tunggu Keluarga Kerajaan Minta Maaf Duluan
Dunia
6 Tahun Pengasingan Diri Pangeran Harry-Megan Markle Berakhir, Kini Menetap Lagi di Inggris
Pangeran Harry dan Meghan Markle kembali tinggal di Inggris bersama Archie dan Lilibeth setelah enam tahun di AS.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
6 Tahun Pengasingan Diri Pangeran Harry-Megan Markle Berakhir, Kini Menetap Lagi di Inggris
Dunia
Adik Raja Charles III, Andrew Mountbatten-Windsor Ditangkap Polisi Inggris
Adik Raja Charles III, Andrew Mountbatten-Windsor, ditangkap polisi Inggris atas dugaan pelanggaran jabatan publik terkait kasus Epstein.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 19 Februari 2026
Adik Raja Charles III, Andrew Mountbatten-Windsor Ditangkap Polisi Inggris
Indonesia
Prabowo dan Raja Charles Bahas Konservasi, Inggris Siap Bantu Pelestarian Ekosistem Indonesia
Inggris berkomitmen membantu Indonesia melestarikan ekosistem di 57 taman nasional. Komitmen ini disampaikan saat Presiden Prabowo bertemu Raja Charles III di London.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Prabowo dan Raja Charles Bahas Konservasi, Inggris Siap Bantu Pelestarian Ekosistem Indonesia
Indonesia
Prabowo Tiba di London, Dijadwalkan Bertemu PM Keir Starmer dan Raja Charles III
Presiden Prabowo tiba di London untuk membahas kerja sama strategis RI–Inggris di bidang ekonomi dan maritim, bertemu PM Keir Starmer dan Raja Charles III.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
Prabowo Tiba di London, Dijadwalkan Bertemu PM Keir Starmer dan Raja Charles III
Indonesia
Presiden Prabowo Akan Bertemu PM Inggris, Juga Raja Charles III Bahas Pelestarian Alam dan Lingkungan Sebelum ke Swiss
Prabowo bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (18/1).
Frengky Aruan - Minggu, 18 Januari 2026
Presiden Prabowo Akan Bertemu PM Inggris, Juga Raja Charles III Bahas Pelestarian Alam dan Lingkungan Sebelum ke Swiss
Bagikan