MERAHPUTIH.COM — ANDREW Mountbatten-Windsor melayangkan gugatan hukum terhadap kepolisian Inggris atas penangkapannya awal tahun. Adik Raja Charles itu mencurigai kepolisian melakukan pelanggaran jabatan publik setelah terkuaknya dokumen-dokumen Epstein (Epstein Files) di Amerika Serikat.
Seperti dilansir CNN, Mountbatten-Windsor, 66, telah meminta hakim untuk menentukan apakah tindakan Kepolisian Thames Valley terhadap dirinya awal tahun ini sah secara hukum. Perkembangan kasus ini pertama kali dilaporkan surat kabar Inggris The Telegraph, Minggu (4/10). Mountbatten-Windsor telah mengajukan peninjauan kembali secara hukum (judicial review) terkait dengan surat perintah penggeledahan yang dieksekusi di kediamannya di Sandringham Estate dan bekas kediamannya di Royal Lodge, Windsor.
Masa persidangan di pengadilan akan digelar pada Kamis (8/10)
Sementara itu, Kepolisian Thames Valley mengonfirmasi bahwa pihak mereka sedang terlibat dalam proses hukum terkait surat perintah yang sebelumnya diperoleh dari Central Criminal Court. Namun, mereka tidak akan memberikan komentar lebih lanjut selama proses hukum masih berjalan.
Baca juga:
Raja Charles Cabut Gelar Kebangsawanan Adiknya Pangeran Andrew Imbas Skandal Seks
Bantah Tuduhan
Mantan Duke of York tersebut menjadi anggota senior keluarga kerajaan pertama dalam beberapa abad terakhir yang ditangkap pada Februari lalu. Penangkapan itu menjadi sebuah perkembangan luar biasa dalam skandal bertahun-tahun atas hubungannya dengan almarhum pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Hubungan itu merusak reputasinya dan menyeret keluarga kerajaan ke dalam krisis.
Ia ditahan oleh polisi pada hari ulang tahunnya yang ke-66 di kediaman barunya di area perkebunan Sandringham milik kakaknya di Norfolk, Inggris Timur, pada 19 Februari. Ia dibawa ke kantor polisi Aylsham, tempat ia diperiksa selama hampir 12 jam sebelum akhirnya dibebaskan dalam status masih dalam penyelidikan. Tidak ada dakwaan yang diajukan. Polisi menyatakan penyelidikan mereka masih terus berlangsung.
Penangkapan Mountbatten-Windsor dilakukan setelah kepolisian menyatakan sedang menilai apakah mantan pangeran tersebut telah membagikan informasi rahasia kepada Epstein selama satu dekade menjabat utusan perdagangan Inggris.
Mountbatten-Windsor membantah keras seluruh tuduhan pelanggaran dalam hubungannya dengan Epstein, serta membantah telah mengambil keuntungan pribadi dari perannya sebagai utusan perdagangan. Ia mengundurkan diri dari tugas resmi kerajaan pada 2019 setelah wawancara bencana dengan BBC mengenai persahabatannya dengan Epstein. Namun, pemberitaan terkait almarhum miliarder tersebut terus menghantui sang bangsawan yang tercoreng namanya itu.
Pada 2025, Raja Charles akhirnya mencabut gelar pangeran adiknya tersebut. Pencabutan itu merupakan buntut kecaman publik setelah penerbitan memoar anumerta oleh Virginia Giuffre, seorang pelapor utama Epstein yang mengklaim bahwa Mountbatten-Windsor telah melakukan kekerasan seksual terhadapnya saat ia masih remaja.
Giuffre, yang diklaim sang mantan pangeran tidak pernah ditemui, meninggal karena bunuh diri pada April 2025 di usia 41 tahun. Selain membantah semua tuduhan terhadap dirinya, Mountbatten-Windsor sebelumnya juga menegaskan bahwa ia tidak pernah menyaksikan atau mencurigai perilaku apa pun yang dituduhkan kepada Epstein.(dwi)
Baca juga: