MerahPutih.com - Prince George, putra sulung Pangeran William dan Catherine, Princess of Wales, resmi memulai babak baru dalam pendidikannya dengan bersekolah di Eton College.
Pangeran berusia 13 tahun itu memulai hari pertamanya di sekolah asrama bergengsi tersebut pada Selasa (8/9), didampingi kedua orang tuanya.
Kedatangan George di Eton menjadi perhatian karena institusi pendidikan tersebut memiliki hubungan erat dengan keluarga kerajaan Inggris. Pangeran William dan adiknya, Pangeran Harry, juga pernah menempuh pendidikan di sekolah yang berada tidak jauh dari Windsor Castle itu.
Dengan demikian, George meneruskan tradisi pendidikan yang sebelumnya dijalani ayah dan pamannya.
Mengutip Reuters, George tiba di Eton bersama William dan Catherine pada hari pertamanya. Mereka kemudian disambut Kepala Sekolah Eton Simon Henderson serta provost Sir Nicholas Coleridge.
Henderson menyambut George dengan ucapan, “Welcome, good luck, enjoy it,” sebelum keluarga tersebut berjalan memasuki area sekolah.
Hampir Tiga Dekade Setelah William
Momen tersebut sekaligus mengingatkan pada hari pertama William di Eton pada 1995. Saat itu, William datang bersama orang tuanya, Raja Charles III dan mendiang Putri Diana, serta Pangeran Harry.
George kini mengikuti jejak sang ayah hampir tiga dekade kemudian. Pilihan sekolah tersebut menjadi bagian dari kesinambungan tradisi pendidikan keluarga kerajaan Inggris.
Sebelum masuk Eton, George bersekolah di Lambrook School, sebuah sekolah persiapan swasta di Berkshire. Ia menempuh pendidikan di sana bersama adiknya, Putri Charlotte dan Pangeran Louis.
Namun, karena Eton merupakan sekolah khusus laki-laki, Charlotte dan Louis tidak mengikuti George ke sekolah tersebut.
Baca juga:
Penobatan Raja Charles III, Fakta Unik Seputar Pusaka Kerajaan Inggris
Sekolah dengan Tradisi Hampir Enam Abad
Eton College merupakan salah satu sekolah paling bergengsi di Inggris. Institusi tersebut didirikan oleh Raja Henry VI pada 1440 dan memiliki sejarah pendidikan yang telah berlangsung hampir enam abad.
Sekolah ini dikenal sebagai institusi yang melahirkan sejumlah tokoh penting Inggris, termasuk sekitar 20 mantan perdana menteri, selain sejumlah penulis dan aktor ternama.
Sebagai sekolah asrama khusus laki-laki, Eton juga mempertahankan berbagai tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Para siswa mengenakan seragam khas berupa tailcoat serta menjalani sejumlah kebiasaan dan menggunakan istilah yang berbeda dari sekolah pada umumnya.
George akan menjalani lingkungan pendidikan yang tidak hanya menekankan akademik, tetapi juga tradisi, kemandirian, serta kehidupan sosial dalam komunitas sekolah.
Masuk Eton Empat Tahun Setelah Wafatnya Ratu Elizabeth II
Hari pertama George di Eton juga memiliki makna simbolis tersendiri bagi keluarga kerajaan. Ia memulai pendidikan barunya pada 8 September, tepat empat tahun setelah wafatnya Ratu Elizabeth II pada 2022.
Pada hari yang sama, Charles kemudian naik takhta sebagai Raja Inggris.
Pilihan Eton sebelumnya telah diumumkan Kensington Palace pada Juni 2026, setelah berbulan-bulan muncul spekulasi mengenai sekolah yang akan dipilih George.
William dan Catherine bahkan diketahui pernah mengunjungi Eton bersama putra mereka pada 2023. Kunjungan tersebut kemudian memperkuat dugaan bahwa sekolah itu menjadi salah satu pilihan utama keluarga.
Baca juga:
Pendidikan George dan Masa Depan Kerajaan
Bagi George, perpindahan dari Lambrook ke Eton bukan sekadar pergantian sekolah.
Sebagai orang yang berada di urutan kedua dalam garis suksesi takhta Inggris setelah ayahnya, pendidikan George menjadi salah satu bagian dari persiapannya menuju kehidupan publik dan tanggung jawab kerajaan di masa depan.
Namun, di balik statusnya sebagai calon raja, George kini memulai pengalaman sekolah baru seperti siswa seusianya—menghadapi lingkungan baru, teman-teman baru, serta tradisi Eton yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
Dengan masuknya George ke Eton College, tradisi pendidikan keluarga kerajaan kembali berlanjut melalui generasi baru. Ia mengikuti jejak William dan Harry di institusi yang sama, sekaligus memulai perjalanan pendidikannya sendiri sebagai calon penerus takhta Inggris. (Far)