MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan tiga strategi besar ekonomi dan bisnis dijalankan pemerintah, yaitu hilirisasi industri, digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan pengembangan ekonomi hijau.
Jokowi menegaskan, strategi pertama yakni hilirisasi industri, pemerintah telah menghentikan ekspor bahan mentah seperti nikel dan ke depannya akan menyasar komoditas seperti bauksit, emas, dan tembaga.
Baca Juga:
Pemerintah Miliki Optimisme Akselerasi Pemulihan Ekonomi
Presiden menginginkan semua bahan mentah diolah atau dihilirisasi agar menjadi barang bernilai tambah dengan daya saing yang tinggi sebelum diekspor.
Ia mengatakan, program hilirisasi ini sudah membuahkan hasil. Misalnya ekspor besi baja yang dalam setengah tahun di 2021 sudah mencapai USD 10,5 miliar.
"Oleh sebab itu tidak hanya nikel saja, ke depan, kita mulai bauksitnya. Kemudian juga mulai emasnya, mulai tembaganya. Hilirisiasi mulai sawitnya, sebanyak mungkin turunan-turunan dari bahan mentah itu menjadi barang minimal barang setengah jadi. Syukur-syukur menjadi barang jadi," ujar Presiden Jokowi.
Strategi kedua adalah digitalisasi UMKM. Presiden ingin lebih banyak pelaku UMKM yang merambah bisnis digital. Per Agustus 2021, kata Presiden, telah terdapat 15,5 juta UMKM yang sudah merambah platform digital dan diharapkan bisa berlanjut untuk menembus pasar global.
"Inilah saya kira transformasi yang akan terus kita dorong, karena kita memiliki kurang lebih 60-an juta UMKM yang semuanya akan kita dorong masuk ke platform digital, baik yang di daerah, nasional agar bisa masuk ke platform global," ujarnya.
Strategi ketiga adalah ekonomi hijau. Pemerintah memastikan, masa depan produk-produk ekonomi hijau di Indonesia sangat meyakinkan. Pada Oktober 2021 mendatang, akan terdapat pembangunan kawasan industri hijau atau green industrial park.
"Kita akan bangun yang namanya green industrial park, yang produk keluarannya produk hijau, pemakaiannya energi hijau, energi terbarukan dan kita harapkan, kita memiliki kekuatan besar ke depan, yakni produk hijau yang dihasilkan dari ekonomi hijau yang akan kita bangun tahun ini,” ujarnya saat menghadiri secara virtual Sarasehan 100 Ekonom di Jakarta, Kamis (26/8).(Knu)
Baca Juga:
Bantu Pemulihan Ekonomi, Ketua DPD Dukung Pembukaan Mal