MERAHPUTIH.COM - STRANGE Fruit kembali dengan EP terbaru berjudul Drips. EP ini menjadi titik berlabuh Strange Fruit dalam meramu formula ideal dari berbagai eksplorasi kosmische yang telah dijalani selama 11 tahun terakhir.
Sejak perilisan EP Dolphin Leap (Leeds, 2015), perjalanan musikal mereka bergerak dari nuansa naif noise pop, dorongan motorik krautrock, kedalaman ethereal shoegaze, hingga sentuhan baggy acid house dan electronic leftfield. Semua elemen tersebut berpadu membentuk empat komposisi heterogen yang dipenuhi bunyi-bunyian unik, sekumpulan frekuensi yang melampaui batas konvensi musik berbasis gitar.
Eksplorasi unsur elektronik yang menjadi terobosan artistik mereka dimaksimalkan melalui perpaduan instrumen mesin dan analog, terutama pada sektor drum. Irza Aryadiaz sebagai penyintesis menghadirkan elemen ritmis menggunakan perangkat seperti drum machine TR-08 serta synthesizer semimodular Grandmother Moog. Hasilnya terasa memikat, sebagaimana pada single Iridescent yang menghadirkan energi dansa lewat beat minimalis yang menghanyutkan.
Pendengar diajak menjelajah orbit sonik yang berlapis, dengan dentuman bass, gitar atmosferik yang melayang, serta nuansa keterasingan di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban. Ketika lapisan synthesizer menghadirkan hembusan ambient, vokalis Baldi Calvianca tampil dengan interpretasi vokal yang terasa transendental, seolah larut dalam semesta kosmik yang manis sekaligus getir.
Baca juga:
Strange Fruit Rilis 'Monopolar (Tom Furse Remix)', Versi Elektronik yang Lebih Mentah
Secara filosofis, Iridescent merepresentasikan pertemuan berbagai spektrum warna, ibarat cahaya di ujung lorong yang membawa efek pemulihan batin bagi band ini. Lagu tersebut seakan membuka dimensi terang dari kegelapan, dengan komposisi yang bergerak dinamis dan sentuhan sequencer yang halus, membawa pendengar masuk ke lanskap subkultur rave yang berpadu dengan semangat rock & roll.
Daya magis EP Drips semakin terasa lewat lagu Drips yang sarat nuansa shoegaze. Pemilihan judul yang sama dengan albumnya menegaskan identitas asli Strange Fruit sebagai band rock & roll, emosional tapi tetap liar, melayang dalam kabut imajinasi. Perpaduan noise gitar dan bass yang kasar dengan elemen elektronik menciptakan lanskap suara yang luas dan imajinatif, sedangkan vokal Baldi Calvianca terdengar cair dan menyatu dengan tekstur musik yang berkilau.
Dengan perjalanan panjang serta preferensi musikal yang luas, eksplorasi elektronik Strange Fruit mencapai titik kepuasan baru, terlebih saat karya seperti Iridescent dan Monopolar diinterpretasikan ulang oleh tiga produser kelas dunia ke dalam spektrum sonik yang lebih esoterik.(Far)
Baca juga:
Elephant Kind Buka 2026 dengan 4 Lagu Baru, Arah Musikal Enerjik Menuju Album More Time