Stoffel Vandoorne Raih Gelar Juara Dunia Formula E 2021-2022
Stoffel Vandoorne rengkuh gelar juara dunia Formula E 2021-2022. (FIA Formula E)
KESEMPATAN Stoffel Vandoorne untuk mengukuhkan diri sebagai kampiun terbuka lebar sejak kualifikasi untuk putaran final Seoul E-Prix. Vandoorne berhasil menempati posisi keempat saat kualifikasi. Sebaliknya Mitch Evans hanya mampu mengisi posisi ke-13, ungkap Motorsport.
Kendati menyadari sulitnya situasi untuk bisa menjagal keunggulan Vandoorne, Evans enggan menyerah tanpa perlawanan. Selepas start, pembalap Jaguar TCS Racing itu langsung tampil menekan. Naik dua tingkat, dengan Vandoorne nyaman bercokol di kelompok empat besar.
Evans terus mendorong, dan berhasil menduduki posisi kesembilan saat balapan menyisakan waktu 30 menit. Sempat terbuka peluang untuk merangsek ke barisan depan, ketika Safety Car dikerahkan menyusul insiden Maximilian Gunther.
Pilot Nissan e.dams itu mengalami masalah dan terpaksa melambat di pinggir trek. Akibat periode Safety Car itu, Race Control memberikan tambahan waktu sebanyak 6 menit 45 detik. Sayangnya keuntungan tersebut tak cukup bagi Evans.
Baca juga:
Pembalap Formula E Puji Keindahan Sirkuit Ancol
Penalti lima detik yang dijatuhkan kepada Jake Dennis akibat kontak dengan Antonio Felix da Costa mendongkrak Vandoorne ke urutan kedua. Sementara Evans berjarak cukup jauh karena masih menempati posisi ketujuh.
Vandoorne pun melenggang mulus menyentuh garis finis. Pesta perayaan Mercedes-EQ makin terasa lengkap atas keberhasilan menguasai klasemen kejuaraan tim. Ini sekaligus mengalahkan rival utama Venturi Racing.
Musim ini, Vandoorne memang hanya mencetak satu kemenangan, yakni di Monaco E-Prix. Akan tetapi, dia berkinerja lebih konsisten ketimbang Evans yang mengemas empat kemenangan sepanjang musim.
Vandoorne menduduki klasemen akhir pembalap dengan torehan 213 poin. Ini membuatnya unggul jauh 33 poin atas Evans yang bertengger di peringkat kedua lewat koleksi 180 poin.
Baca juga:
Aturan Unik di Balapan Formula E
Adapun, kemenangan dalam balapan kedua Seoul E-Prix itu diraih oleh Edoardo Mortara. Performa impresif diperlihatkannya saat menaklukkan Da Costa pada lap kedua, dan terus memimpin hingga balapan berakhir.
Podium tertinggi di Formula E Korea menambah tiga kemenangan yang sebelumnya dicetak Mortara di Diriyah E-Prix II, Berlin E-Prix I, dan Marrakesh E-Prix.
Sementara itu, Dennis masih bisa tersenyum lega naik podium ketiga. Walau sempat diganjar penalti waktu lima detik. Melengkapi tiga besar adalah Vandoorne yang mengunci raihan finis kedua, menyisakan Evans harus puas di posisi ketujuh.
Seri terakhir Seoul E-Prix mencatatkan sebanyak 16 pembalap yang bisa menyelesaikan balapan. Enam di antaranya gagal menyentuh finis, termasuk Nyck de Vries, Pascal Wehrlein, dan Andre Lotterer. (waf)
Baca juga:
Pembalap Formula E Berkutat dengan Isu Suhu Baterai dan Ban di Jakarta E-Prix
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia
Riding Bareng hingga Sharing Session, 'Sowan Nyaman' Rangkul Komunitas Motor Matic
Menilik Deretan Mobil Baru Mejeng di Ajang Otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week 2025
Berakhir Besok, ini Daftar Mobil Listrik dan Motor yang Bisa Dijajal di GJAW 2025
Mengusung Filosofi Travel+, JETOUR T2 Siap Jadi Partner Adventure di Indonesia
Jajal Kendaraan Listrik Tanpa Keluar Gedung, GJAW 2025 Tawarkan EV Test Drive Indoor
5 Mobil SUV yang Meluncur di GJAW 2025, Ada Suzuki Grand Vitara hingga BJ30 Hybrid FWD
3 Mobil Hybrid Suzuki yang Rilis selama 2025, Siap Jadi Primadona Baru!